Even menanjak paling bergengsi, Herbana Bromo KOM Challenge 2019 mempunyai kategori baru. Sepeda lipat (seli) dan Brompton.

Lebih dari 120 cyclist pengguna seli dan Brompton sudah mendaftarkan diri dan lolos verifikasi. Tak perlu galau dan ragu akan kemampuan seli dan Brompton untuk mencapai Wonokitri, Bromo.

Menurut Pram Wardhana, dari Velomix Bike Shop Surabaya, menggunakan Brompton standar cukup mumpuni untuk diajak gowes menanjak hingga setinggi 2.000 meter itu.

“Dengan catatan menggunakan crank 44T dan internal gear dengan sproket eksternal 16R,” tuturnya. Tetapi, menurut Pram, ada banyak parts aftermarket khusus Brompton yang dapat diadopsi untuk membuat gowes menanjak jadi lebih ringan.

Pram Wardhana, dari Velomix Bike Shop Surabaya.

Pria ramah inipun tak pelit berbagi ilmu modifikasi Brompton agar lebih nyaman menaklukkan tanjakan sejauh 25 km dari titik KOM start hingga finis di Wonokitri, Bromo. Berikut caranya :

1. ukuran chainring

Brompton orisinil menawarkan tiga pilihan chainring yakni 44T, 50T, dan 54T. Tentunya, chainring 44T paling ideal karena menu utama Herbana Bromo KOM Challenge ini adalah menanjak. Tapi apabila dirasa 44T masih terlalu berat, Pram merekomendasikan untuk membeli chainring produk aftermarket 39T. Perhatikan, chainring harus 5 bolt dengan BCD 130 mm agar cocok dengan kaki crank bawaan Brompton.

2. Pasang crank Schlumpf Drive

Umumnya, perpindahan rantai di crank menggunakan FD (Front Derailleur). Tetapi untuk Brompton, bisa menggunakan produk aftermarket buatan Jerman, Schlumpf Drive. Crank bawaan pabrik dicopot lalu ganti produk ini, tinggal plug and play.

Cara perpindahan giginya unik, tinggal tekan tombol yang ada di ujung as tengah sebelah kanan maka putaran crank akan ringan. Jika tombol yang sebelah kiri ditekan maka putaran akan kembali normal. Tombol ini ditekan menggunakan kaki. Cara kerjanya mirip gigi persneling motor. Jadi ada gir sistem planetari di dalam crank.

3. memodifikasi sproket

- alternatif pertama adalah membuang internal gear Brompton. Karena bobotnya sangat berat, bisa lebih dari satu kilogram. Lalu diganti dengan hub biasa produk aftermarket seperti merek Hubsmith dengan dua sproket eksternal.

Tapi untuk menanjak sejauh dan setinggi itu, hub aftermarket itu bisa dimodif menjadi tiga sproket. Kombinasi 13T, 16T, dan 19T. Jadi terbesarnya adalah 19T akan membuat putaran roda belakang jadi lebih ringan.

- Alternatif kedua adalah tetap menggunakan internal gear, tapi dimodifikasi lagi agar gir eksternal (sproket) tidak lagi dua buah (13T dan 16T) melainkan tiga buah (13T, 16T, dan 19T). “Total akan memiliki sembilan speed,” tutur Pram.

Untuk menambah jumlah sproket ini, bisa membeli sistem paketan dan banyak dijual di online shop. Tapi jika mau mengakali, bisa meminang sproket milik road bike atau MTB yang lebih tipis. Kedua cara modif ini, perlu memodifikasi shifter agar mau diajak pindah tiga gigi.

- Alternatif terakhir adalah plug and play beli drivetrain baru. Satu paket lengkap berisi wheelset depan belakang, hub dan sproket 4 buah 12T, 15T, 18T, dan 21T, shifter 5 speed, rantai, chain pusher, tensioner, dan jockey wheel. “Ini memang paling praktis dan tinggal pasang juga ada banyak pilihan merek,” bilang Pram.

4. Puli dan tensioner

Harus diganti dengan yang berbahan aluminium dan dilengkapi bearing sehingga memperingan perputaran rantai.

5. Diet Brompton

Karena rute menanjak, idealnya sepeda dibuat seringan mungkin. Lepas semua tas dan dudukannya, juga spatbor. Itu membantu. Pram menganjurkan beberapa parts diganti dengan parts aftermarket berbahan karbon. Seperti handlebar dan seatpost. Untuk rim belakang dan velg depan bisa menggunakan produk aftermarket Joseph Kousac, ORZ, atau hubsmith. Semua ini berbahan karbon yang ringan.

Joseph Kousac carbon wheelset.

Hingga pertengahan bulan Desember ini, sudah lebih dari 750 cyclist terverifikasi bisa mengikuti Herbana Bromo KOM Challenge 2019 yang akan digelar 16 Maret 2019.

“Artinya tinggal sekitar 250 slot lagi yang available. Dan jangan lupa, akhir tahun 2018 ini adalah batas akhir untuk harga early bird. Sebaiknya segera daftar untuk mendapatkan slot,” bilang Azrul Ananda, penggagas even menanjak paling bergengsi ini.

Herbana Bromo KOM Challenge 2019 didukung juga oleh Pangdam V Brawijaya. Jadi pemenang KOM Challenge untuk kategori Brompton dan sepeda lipat akan mendapatkan trofi Pangdam V Brawijaya.

Even hasil kerjasama Azrul Ananda School of Suffering (AA SoS) dan Strive Nutritions Product bersama OtakOtak Even Organiser, SUB jersey, dan Mainsepeda.com ini akan start dari Surabaya dan pitstop pertama akan di GOR Untung Suropati Pasuruan sejauh 60 km.

Pitstop pertama ini sekaligus jadi tempat start kategori sepeda lipat dan Brompton. Lalu semuanya akan berangkat menyelesaikan sisa 40 km menuju finis di ketinggian 2.000 meter di Wonokitri, Bromo. (mainsepeda)

Foto : Dewo Pratomo dan dokumentasi           

                       

 

 

 

 

 

 


COMMENTS