Pebalap muda asal Meksiko, Isaac Del Toro, membuka balapan UAE Tour 2026 dengan kemenangan sensasional. Ia meraih hasil dramatis pada Etape 1 yang berlangsung Senin, 16 Februari, setelah meluncurkan serangan tak terduga di kilometer terakhir.

Del Toro tampil di luar kebiasaannya. Profil rute yang cenderung flat awalnya diprediksi akan menjadi santapan empuk bagi para sprinter, sedangkan Del Toro adalah seorang climber. Namun, tanjakan landai (draggy finish) jelang garis finish justru menjadi panggung bagi pembalap UAE Team Emirates-XRG itu untuk memamerkan kekuatannya.

Baca Juga: HRV di Atas 200! Rahasia Kebugaran dan Recovery Supernya Mathieu van der Poel

Cees Bol (Decathlon CMA CGM Team) mencoba mengejar ketertinggalannya, tapi Del Toro sudah terlalu dekat dengan garis akhir sehingga usaha pembalap Belanda itu sia-sia. Sementara itu, Antonio Tiberi (Bahrain-Victorious) mengamankan posisi podium terakhir. 

"Ini luar biasa, gila. Saya tidak tahu pasti bagaimana itu terjadi, tetapi saya melihat peluang dan tidak ingin menyesalinya," ujar Del Toro usai balapan.

Pada etape pembuka UAE Tour, panitia harus memangkas panjang rute sebanyak 26 Km, dari 144 Km menjadi 118 Km. Dua putaran di lintasan sepeda di bukit pasir Moreeb dibatalkan karena alasan keselamatan usai terjadi angin kencang.

Efek lain dari angin kencang dari arah padang pasir membuat peloton tidak banyak terurai di sepanjang rute. Akan tetapi, pertarungan sesungguhnya terjadi ketika memasuki kilometer terakhir. 

Del Toro berhak memakai jersey merah pemimpin klasemen GC di UAE Tour 2026. (Source: @uae_team_emirates)

Tim Ineos Grenadiers sebenarnya sempat memegang kendali untuk mengantar sprinter andalannya, Sam Welsford, ke garis terdepan. Namun, saat Axel Huens (Groupama-FDJ) membuka celah kecil, Del Toro langsung bereaksi. Pebalap berusia 22 tahun itu melakukan akselerasi eksplosif dari tengah peloton yang membuat para sprinter kehilangan momentum.

"Sejujurnya saya sempat berpikir ini adalah kesempatan, tapi momen itu seperti mimpi yang tidak nyata. Jadi ini gila," imbuhnya. 

Baca Juga: Alumni Nggravel Blitar Datang Lagi: Ada Pilih Race, Ada yang Ingin Sekadar Nikmati View

Nasib sial menimpa salah satu favorit juara etape, Jonathan Milan (Lidl-Trek). Pebalap asal Italia tersebut terlibat kecelakaan saat melewati bundaran tepat sebelum flamme rouge, tanda 1 km terakhir. Meski berhasil menyentuh garis finis, Milan tampak mengalami kesakitan yang cukup serius.

Kemenangan ini jadi modal penting dan keunggulan psikologis bagi Del Toro untuk meraih gelar juara umum. Saat ini, ia memimpin sementara klasemen general classification (GC) sekaligus mengenakan jersey merah di balapan selanjutnya. Ia juga mengantongi bonus 10 detik yang sangat krusial untuk bersaing dengan pesaing GC lain, Remco Evenepoel. 

Evenepoel punya kans besar merebut klasemen GC karena etape 2 akan berupa balapan time-trial. Pembalap Red Bull-Bora-Hansgrohe itu sangat merajai nomor tersebut ditandai dengan hat-trick gelar juara dunia beruntun ITT sejak 2023. (Mainsepeda)

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Pogacar Penuh Percaya Diri, Siap Merajai Tour de France 2026
Rute Tour de France 2026 Hadirkan Dua Kali Finis Alpe d'Huez
Tour de France 2026-Etape 1: Visma-Lease a Bike Menang TTT, Vingegaard Rebut Jersey Kuning
Review Sensah Empire Pro 12-Speed setelah 1.000 Km Plus (Seri 2)
Gila! Victor Bosoni Pecahkan Rekor Dunia Tour Divide 2026, Libas 4.300 Km dalam 11 Hari
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal
Bagaimana Merakit Sepeda Weight Weenie alias Super Ringan
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
Wdnsdy Bike Luncurkan AJ1 Disc Brake 2020
Shimano GRX, Grupset Khusus untuk Gravel Bike