Tanjakan panjang menuju Paltuding, Ijen, dari arah Bondowoso menjadi ujian mental dan fisik yang luar biasa bagi para peserta East Java Journey (EJJ) 2026. Salah satu peserta yang merasakan kerasnya rute ini adalah Joko Sumalis.

Joko mengakui bahwa strategi agresif pada awal perjalanan, sempat membuatnya mengalami kondisi kehabisan tenaga atau bonking sebelum mencapai CP 1 di Paltuding Ijen.

Joko memang melakukan breakaway sejak start di Sutos pada Senin (2/2/2026) pagi pukul 05.00 WIB. Joko terus memacu kecepatan sejak kilometer awal guna menciptakan jarak dengan peserta lain.

Baca Juga: Zidan Attala Nouval Hidayat yang Pertama Capai "Cima Coppi" EJJ 2026

Joko sempat terpaut kurang lebih 30 kilometer dari John Boemihardjo dan Zidan Attala Nouval Hidayat yang membuntutinya sejak start.

Ketika masuk Senin siang sekira pukul 13.00, Joko sudah berhasil menyentuh Km 227. Joko tiba di kaki Gunung Ijen saat hari beranjak sore.

Ketika mulai nanjak menuju Paltuding Ijen inilah Joko mulai kehabisan tenaga. Joko mengaku bahwa ia sempat mengabaikan asupan nutrisi yang memadai sepanjang perjalanan dari Jolotundo. Ia tidak makan besar. Praktis lemper menjadi amunisi utamanya untuk menambah tenaga.

Akibatnya, ia harus berjuang ekstra keras melewati sisa rute menuju Ijen hanya dengan mengandalkan sisa tenaga yang mulai terkuras.

Sementara Zidan yang berusia lebih muda 21 tahun dari Joko dan terpaut 20 tahun dari John, berhasil menyalip dan tiba pertama di CP 1.

"Saya nikmati saja momen saat fisik mulai lelah. Saya memang tidak makan nasi. Hanya makan lemper saja sebagai bekal," aku Joko saat rehat di CP 1 kawasan Paltuding Ijen.

Menurutnya, rute Ijen via Bondowoso menawarkan sensasi yang berbeda dibandingkan jalur legendaris Erek-Erek di sisi Banyuwangi. Meski tingkat kemiringannya tidak se-ekstrem jalur Banyuwangi, jalur Bondowoso memiliki karakter tanjakan yang sangat panjang.

"Aslinya (tanjakannya) sama saja dengan dari sisi Banyuwangi. Tidak ada yang enak. Semuanya sama-sama miring," kata Joko seraya tertawa.

Joko Sumalis menjadi peserta kedua yang mencapai CP 1 di Paltuding. Menurut catatan panitia, ia tiba pukul 19.17. Joko terpaut setengah jam dari Zidan yang mencapai CP 1 pada Senin pukul 18.47.

John Boemihardjo ketika akan bertolak dari CP 1.

Sedangkan John Boemihardjo menjadi peserta ketiga yang memasuki CP 1. JB, sapaan akrabnya, tiba pukul 20.08 WIB.

Baca Juga: EJJ 2026: Berusia Kepala Enam tapi Tetap Optimistis Tuntaskan Tantangan 1.500 Km

Setelah berhasil mencapai area Paltuding Ijen, Joko memilih tidak bermalam di puncak yang bersuhu ekstrem. Ia langsung turun ke Banyuwangi dan melanjutkan perjalanan ke arah CP 2 di Museum Peta Blitar.

Perjalanan seluruh peserta dapat dipantau melalui Racemap. Fitur itu bisa diakses melalui website Mainsepeda.com. Baik versi desktop maupun mobile. Selain itu, live tracker juga bisa diakses melalui Mainsepeda App. Tinggal masuk ke Mainsepeda App, di halaman utama ada banner live tracker, tinggal klik sudah masuk ke Racemap. (Mainsepeda)

 

Populer

Review Sensah Empire Pro 12-Speed setelah 1.000 Km Plus (Seri 2)
Vingegaard Klaim Lebih Kuat dari Sebelumnya, Siap Rebut Gelar Tour de France 2026
SUB Design Gallery, Tempat untuk Wujudkan Jersey Impian
Sepuluh Sepeda Favorit Saya (Hingga Saat Ini) - Seri 1
WCC Surabaya Merayakan HUT Keenam dengan Launching Jersey Mystique
Rem Mercedes Pemicu Cedera Cavendish
Van Aert Menjuarai Gent–Wevelgem 2021
Kolom Sehat: Hari Apes Nggak Ada di Kalender
Ayo Gowes ke Kediri, Ajak Sekalian Keluarga untuk Berwisata
Serang Road Bike Kini Fokus ke Pembinaan Prestasi