Event balap sepeda Lelogama KOM 2025 telah sukses digelar pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Diikuti puluhan cyclist, event ini mengeksplorasi rute sepeda yang menantang di sekitar Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Jaraknya 110 Km. Start dari Kantor Gubernur NTT pada pukul 05.30 WITA dengan finish di puncak Bukit Lelogama yang scenic. Total elevasinya mencapai 1.849 meter. 

Perwakilan panitia Lelogama KOM 2025, Nanoek Dwiyuliawan, menyebut event ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan jalur bersepeda nanjak yang menantang dan indah di NTT. Peserta diajak bersepeda ke arah timur kota Kupang dengan suasana bersepeda yang minim polusi dan jalanan aspal yang relatif mulus. Sedangkan, start KOM dimulai di Takari, 40 Km menuju titik finish. 

Dari sana keindahan khas NTT terpampang jelas. Pemandangan bukit sabana yang luas dengan dihiasi kuda-kuda berkeliaran menjadi potret yang sulit ditemui di sudut belahan lain Nusantara. 

Lelogama KOM 2025 menempuh rute 110 Km dengan elevation gain 1.849 meter.

Di sisi lain, rute ini juga sangat menantang karena cuaca yang cenderung panas dan terik. Beberapa cyclist bahkan dibuat menyerah sebelum mencapai puncak Lelogama. Tanjakannya pun sangat bervariatif. Ada segmen mirip tanjakan Dholo dengan rute berkeloknya. Sedangkan, gradiens tertinggi mencapai angka di atas 20 persenan. 

Namun, seluruh tantangan itu akan terbayar lunas ketika sudah menuju puncak. Hawa sejuk akan menyapa para cyclist. Ditambah lagi, pemandangannya pun sangat eksotis.

"Nah, Ini yang khas itu yang pasti pas pada waktu nanjak panasnya minta ampun. Iya, yang khas itu ya. Tapi pas pada waktu finish, dinginnya dapat. Waktu finish pun kita juga disuguhi dengan pemandangan atau view yang sangat bagus sekali. Jadi terasa capek ini akan terobati," ungkap Nanoek.

Untuk pemenang dari Lelogama KOM 2025 sendiri adalah Dendy Martin yang merajai kelas Under 45 tahun. Sedangkan, Norita Laksono menjadi juara untuk kelas 45 Up sekaligus jadi finisher tercepat dengan catatan waktu 1 jam 50 menit. Keduanya dihadiahi masing-masing satu frame Wdnsdy bike bertipe Aluminati Disc. 

Co-Founder Wdnsdy Bike, John Boemihardjo, menjadi salah satu peserta Lelogawa KOM 2025.

Nanoek menargetkan event Lelogama KOM menjadi event rutin setiap tahunnya. Terlebih pihak penyelenggara mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. 

"Beliau sangat mendukung sekali. Dan memungkinkan event ini bisa dijadikan event tahunan resmi, mungkin seperti Bromo Kom begitu ya," imbuh pria yang juga kapten di komunitas Sepeda Balap Kupang (SBK) itu. 

"Baik dari Pulau Jawa, mungkin Kalimantan, Sumatra, dan daerah lainya bisa datang ke Kupang untuk ikut. Dan saya pastikan teman-teman pasti puas karena jalannya di sini halus, ya toh, masih sepi, udaranya masih bersih, pemandangannya bagus. Jadi saya kira aman untuk cyclist semuanya yang ada di kota-kota di Indonesia untuk datang ke Kupang," tutupnya. (Mainsepeda)

Populer

Nggravel Blitar 2026: Start dari Kantor Bupati Kanigoro, Finis di Candi Penataran
Pogacar Berambisi Juara Strade Bianche Keempat Kali, Pembalap 19 Tahun Jadi 'Kuda Hitam'
Enam Tahun Bikeberry Konsisten Bikin Baksos 'Kurir Kebikean', Komunitas Vespa pun Turut Serta
Pecah Rekor Lagi, Slot Bromo KOM Sold Out Kurang Dari 7 Jam!
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
UCI World Championship 2025: Pogacar Back to Back Juara Dunia Road Race
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Vee Gusti dan Juwanto Jawara Tour de Manado 2018
Tara: Saya Mencintai Sepeda Baru Olahraganya, Jangan di Balik!
Bentang Jawa Lunas