Kediri Dholo KOM 2025 pada 20 Juli nanti akan "mengenang" rute orisinalnya. Sebelum adu kecepatan menanjak ke Dholo, peserta akan diajak mampir dulu ke Pos 1 Gunung Kelud. Menanjak halus sedikit untuk "pemanasan".

"Total rute tahun ini adalah 82,1 kilometer. Dengan total elevation gain mencapai 1.700 an meter. Yaitu tanjakan Dholo plus bonus sekitar 300 meter rute ke Pos 1 Kelud", ungkap Azrul Ananda, founder Mainsepeda.

Di antara tiga tanjakan Mainsepeda Trilogy, tanjakan Kediri Dholo KOM memang yang paling pendek. Hanya sekitar 17 km, tidak sampai di atas 20 km seperti Bromo atau Paltuding, Ijen. Tapi ada bagian "pedas", yaitu Kelok 9 dan Gigi 1.

Gigi 1 jadi segmen tanjakan ikonik dengan kemiringan mencapai 24 persen.

Ketika kali pertama diselenggarakan dulu, Kediri Dholo KOM ditempuh dalam dua hari. Pada hari pertama, peserta gowes dari Surabaya ke Kediri, tapi belok dulu menanjak ke Pos 1 Kelud. Baru pada hari kedua tantangan KOM. 

Untuk 2025, rutenya dijadikan satu. Start di Simpang Lima Gumul, peserta akan menempuh jarak hampir 30 km sebelum mencapai Pos 1 Kelud.

"Tanjakan ke Pos 1 Kelud itu sangat baik untuk pemanasan kaki. Peserta tidak perlu ngebut. Jarak segmen hanya sekitar 6-7 km, dan kemiringannya relatif ramah. Hanya kilometer terakhir ada yang menyentuh sepuluh persenan", tutur Azrul. "Nanti, pit stop-nya di Pos 1 Kelud itu", tegasnya.

Rute Kediri Dholo KOM 2025 akan kembali ke jalur orisinilnya, yakni menuju ke Pos 1 Gunung Kelud. 

Dari Pos 1 Kelud, peserta "turun" kembali ke arah Kediri. Kali ini langsung mendekat ke kawasan Mojo, tempat start KOM. Tahun lalu, peserta berkumpul di pendopo kabupaten, dan harus menempuh jarak 15 km sebelum KOM Start. Tahun ini, pit stop persiapan terakhir geser ke Jordan Food di kilometer 61. Jadi, dari situ, hanya perlu perjalanan sekitar 3 km sebelum KOM Start. "Akan jauh lebih efisien bagi panitia dan peserta", ujar Azrul.

Finishnya masih sama, di "Jembatan Jomblo" sebelum turun ke area wisata Air Terjun Dholo.

Profil tanjakan menuju puncak Dholo akan melintasi panjang rute 17,5 Km dan elevasi 1.200 meter.

Di sisi lain, perubahan rute ini diapresiasi oleh juara bertahan Kediri Dholo KOM di kelas Men Elite, Abdul Soleh. Menurut, pembalap 33 tahun ini rute menuju Kelud dapat dimanfaatkan untuk pemanasan. 

Selain itu, jalur yang menjauh dari jalanan perkotaan membuat nyaman bersepeda. Minim polusi dan pemandangannya pun indah. 

"Kalau buat saya dikasih pemanasan sebelum nanjak di Dholo jadi memang bagus. Apalagi kalau saya lebih suka rute menjauh dari kota. Di sisi lain, pemandangannya bagus dan kepadatan kendaraan bermotor juga sedikit," jelasnya. (Mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 6: Pogacar Menang Lagi Meski Sempat Keluar Jalur
Vuelta a Espana 2026-Etape 5: Brennan Menang Lagi, Pogacar Pertahankan Jersey Merah
Dari Nanjak ke Off-Road, 2 Langganan Event KOM Ikut Nggravel Glenmore 2026
Zidan Nouval Juara Bentang Jawa 2026, Kawinkan Gelar Ultra-Cycling 1.500 Km
Vuelta a Espana 2026-Etape 4: Pogacar Menang dengan Aksi Solo 50,3 Km!
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal
John Boemihardjo: Sepeda Minimalis untuk London-Edinburgh-London 1.500 Km!
Dramatis, Tadej Pogacar Taklukkan Milano-Sanremo 2026
Review Sensah Empire Pro 12-Speed setelah 1.000 Km Plus (3-Habis)