Komunitas Bike Baik Community (B2C) asal Magetan baru saja merilis jersey terbarunya. Tepatnya pada Minggu, 19 Januari 2025 lalu.  

Seperti biasa, lauching jersey ditandai dengan gowes bareng. Namun, sekali dayung dua pulau terlewati, gowes B2C Magetan ini dimaksimalkan pula sebagai ajang melatih diri untuk Bromo KOM 2025. Mereka bersepeda sejauh 250 Km dari Magetan ke Bromo. Lalu nanjak ke Wonokitri lewat Pasuruan, melewati rute yang dilalui event Bromo KOM. 

"Hampir setiap tahun kalau launching jersey pasti ke Bromo. Sambil menghitung waktu bagi para pejuang COT (Cut Of Time)," kata Ketua B2C Magetan, Sukarno Hatta. 

Baca Juga: Santos Tour Down Under, Etape 3: Javier Romo Mencipta Kejutan

"Tanjakan paling eksotis ya Bromo, Wonokitri via Pasuruan," imbuhnya. 

Tanjakan Wonokitri memang istimewa. Jarang ditemui di belahan dunia lain. Hal ini karena tanjakan ini punya lintasan yang sangat panjang, yakni 25 Km. Namun, segmen pendakiannya naik secara konsisten. Tanpa ada jalur flat atau turunan.

Rombongan B2C Magetan tiba di pendopo Wonokitri yang juga menjadi lokasi akhir event Bromo KOM. 

Meski langganan ke Wonokitri, para cyclist B2C tetap 'jatuh cinta' dengan Bromo KOM. Menurut Sukarno, rasanya berbeda, walau jalurnya sama. B2C sendiri akan mengirim 20 anggotanya untuk ikut ambil bagian di Bromo KOM 2025. Event signature Mainsepeda itu akan digelar 17 Mei mendatang. 

"Rasanya berbeda. Ada tantangan kalau ikut Bromo KOM," imbuhnya.

Di sisi lain, seragam terbaru B2C Magetan dihiasi dengan kombinasi warna biru dan oranye. Terlihat cerah dengan desain yang abstrak. Menggambarkan semangat mendalam, meski sudah berusia satu dekade. B2C sendiri lahir pada tahun 2015 silam. 

Komunitas B2C menempuh jarak sekitar 250 Km, dari Magetan ke Bromo.

"Jersey ini kita bikin cerah. Melambangkan semangat untuk terus mencari kesehatan. Selain itu, biar lebih keliatan saja waktu jalan gelap atau malam," jelas pria yang sering disapa Cak Shu ini. 

Baca Juga: Sensasi Adiksi, KHCC Singapura Kirim 30 Cyclist ke Bromo KOM 2025

B2C Magetan awalnya terbentuk untuk mewadahi para cyclist 'bentang warung'. Tidak suka kecepatan. Bersepeda dengan santai. Saat ini, komunitas ini berisi 32 cyclist

"Tapi seiring waktu, ya jadi kebut-kebutan juga," canda Cak Shu. 

Rutinitas gowes B2C Magetan berlangsung empat hari sepekan. Yakni Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Tapi bagi pekerja ASN, biasanya bergabung di akhir pekan. Selain itu, mereka juga ada agenda long ride setiap dua pekan sekali. Rute paling sering dilalui ialah nanjak ke Cemoro Sewu. (Mainsepeda)

Populer

Dwars door Vlaanderen 2026: Filippo Ganna, Patah Kemudi, dan "Pencurian" di Detik Akhir
EJJ 2026: Cerita Sepatu Bolong Miswanto dan Tangan Dewa Yusuf Kibar
Fantastic CC Gowes Tanpa Bidon, Tak Lupa Beramal!
In Flanders Fields 2026: Jasper Philipsen Menaklukkan 'Kutukan' Gent-Wevelgem
Tara: Saya Mencintai Sepeda Baru Olahraganya, Jangan di Balik!
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Nggravel Blitar 2026: Antisipasi Hujan Parah, Siapkan Rute Plan B
Indahnya CLBK Bersepeda
Rekor Bersepeda Tercepat di Dunia, 296 km/jam!
Volta a Catalunya 2026-Etape 6: Skenario Sempurna Jonas Vingegaard, Selangkah Lagi Juara Umum