Pinarello, merek yang berpusat di Treviso, Italia, resmi terjun all-out ke arena gravel bike. Mereka merilis Grevil dan Grevil+, dengan geometri all-new khusus untuk kategori yang booming dari Amerika Serikat itu.

Sebelum ini, mereka terjun “tanggung” di arena gravel lewat Gan GR-S, yang “hanya” bisa menampung ban hingga lebar 38 mm.

Grevil dan Grevil+ mengikuti perkembangan terbaru, di mana sebuah sepeda gravel harus bisa melewati medan yang benar-benar off-road. Karena itu, Grevil dan Grevil+ bisa menerima ban 700c hingga lebar 42 mm. Kalau masih kurang, bisa menerima ban 650b hingga 2,1 in.

Untuk mengakomodasi ban ekstra lebar itu, bottom bracket dan chainstay kanan sepeda dibuat lebih “turun” dari yang kiri. Seperti kebanyakan sepeda-sepeda gravel termutakhir.

Sebagai sentuhan tambahan, baik Grevil maupun Grevil+ memiliki karakter “aero.” Bentuk dasarnya adalah penularan dari Dogma F10, yang sudah memenangi Tour de France. Fitur detailnya antara lain concaved down tube yang membantu “menyembunyikan” botol minum dari angin. Juga fork flap yang membantu aliran udara melewati garpu depan.

Apa beda Grevil dan Grevil+? Bedanya ada pada bahan karbon.

Grevil adalah versi standar, menggunakan karbon Torayca T700. Bukan berarti ini karbon “rendah.” Karena medan gravel menuntut bahan karbon yang tangguh, dan itu sebenarnya justru didapat dari bahan kisaran T700 ini.

Pinarello Grevil.

Kalau memang ingin benar-benar high end, pilihannya jatuh pada Grevil+, yang memakai Torayca T1100 ala Dogma F10.

Hebatnya, Pinarello konsisten menggunakan Italian threaded bottom bracket sebagai standar BB. Sepeda ini bisa disetel menggunakan grupset 1x atau 2x (satu atau dua chainring di depan).

Pinarello Grevil+.

Di saat yang sama, Pinarello juga merilis senjata cyclocross terbaru: Crossista+. Sepeda ini lebih punya hubungan dekat dengan sepeda road, karena cyclocross juga menuntut kelincahan dan bobot yang ringan. (mainsepeda)

Pinarello Crossista+. 

Foto : Pinarello

Populer

Zidan Attala Nouval Hidayat yang Pertama Capai "Cima Coppi" EJJ 2026
Peserta Tertua dan Termuda Bentang Jawa 2026 Terpaksa DNF di Hari Kedua
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
Bentang Jawa 2025: 181 Peserta, 47 DNF, Rekor 119 Finisher!
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Inilah yang Membuat Bentang Jawa 2024 Sangat Berkesan
Preview Bentang Jawa 2025: Para Unggulan Target Finish Rabu Siang
EJJ 2026: Three-Peat! Zidan Raih Gelar ’Sarjana S3 Ultra'
Bentang Jawa Lunas