Beberapa jam setelah tampil mengecewakan di gelaran Amstel Gold Race pada Minggu, 14 April 2024, pembalap Alpecin-Deceuninck, Mathieu van der Poel, langsung terbang dari Belanda menuju negeri matador tersebut. Hal ini dilakukan oleh juara dunia road race 2023 ini sebagai persiapan jelang balapan Liege-Bastogne-Liege akhir pekan ini. 

Latihan khusus di Spanyol terbukti membawa tuah bagi dirinya. Setelah berlatih di Spanyol, pembalap Belanda itu pulang membawa gelar Tour of Flanders dan Paris-Roubaix. 

Mathieu van der Poel saat menjuarai Paris-Roubaix

Van der Poel memang tidak bisa menganggap remeh Liege-Bastogne-Liege. Balapan terakhir di rentetan Ardennes Classic tersebut merupakan satu dari lima balapan monument classic yang sangat bergengsi di level UCI WorldTour. Ambisinya semakin memuncak karena dari enam gelar monument classic yang dia raih, Liege-Bastogne-Liege tak pernah dia menangkan. Tour of Flanders menjadi yang paling sering dia juarai, sebanyak tiga kali, diikuti Paris-Roubaix sebanyak dua kali, dan Milan-San Remo sekali.

Baca Juga: Jelang Paris-Roubaix, Mathieu van der Poel Terbang ke Spanyol

Akan tetapi, balapan tidak akan mudah bagi Van der Poel. Ia akan mendapatkan penantang sepadan dari UAE Team Emirates, Tadej Pogacar. Pembalap Slovenia merupakan pesaing tunggal bagi Van der Poel pasca cederanya Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike) dan Remco Evenepoel (Soudal Quick-step). 

Musim ini, pengoleksi brace gelar Tour de France ini sukses mengangkat dua trofi dari tiga event yang diikuti. Pogacar menjuarai Strade Bianche pada awal Maret dan tampil luar biasa di Volta a Catalunya di bulan yang sama. Di ajang tersebut, Pogacar menyabet seluruh kategori baik pimpinan klasemen alias general classification (GC), point classification, dan King of Mountain (KOM). 

Baca Juga: Kolom Sehat: MVDP dan Nuntun Sopan di Koppenberg

Demi mempersiapkan tubuh dan pikirannya menghadapi pertarungan sengit tersebut, Van der Poel dilaporkan berlatih khusus di Alicante, Spanyol, untuk menempa dirinya di bawah sinar matahari. 

Mathieu van der Poel saat turun di ajang Tour of Flanders.

“Saya akan menikmati cuaca bagus dan beberapa upaya terakhir menanjak,” kata Van der Poel. 

Cyclist 29 tahun ini membutuhkan fisik lebih baik jika ingin berbicara banyak di ajang Liege-Bastogne-Liege. Terlebih lawannya saat ini, Pogacar, yang bakal jadi unggulan utama. Jika dibandingkan Van der Poel, Pogacar memang lebih ahli dalam menaklukan trek tanjakan. 

"Ya, itu akan dibutuhkan. Balapan kali ini akan lebih sulit. Dan tentu, ada juga seorang Pogacar," imbuhnya. 

Rute Liege-Bastogne-Liege penuh dengan jalur tanjakan dengan elevasi mencapai dua digit. Sebut saja tanjakan Cote de Saint-Roch, Côte de Stockeu dan Côte de la Roche-aux-Faucons yang memiliki elevasi di atas 11%. (Mainsepeda)

Populer

Review Sensah Empire Pro 12-Speed setelah 1.000 Km Plus (Seri 2)
Vingegaard Klaim Lebih Kuat dari Sebelumnya, Siap Rebut Gelar Tour de France 2026
SUB Design Gallery, Tempat untuk Wujudkan Jersey Impian
Sepuluh Sepeda Favorit Saya (Hingga Saat Ini) - Seri 1
WCC Surabaya Merayakan HUT Keenam dengan Launching Jersey Mystique
Rem Mercedes Pemicu Cedera Cavendish
Van Aert Menjuarai Gent–Wevelgem 2021
Kolom Sehat: Hari Apes Nggak Ada di Kalender
Ayo Gowes ke Kediri, Ajak Sekalian Keluarga untuk Berwisata
Serang Road Bike Kini Fokus ke Pembinaan Prestasi