Membahagiakan pasangan adalah alasan utama Ferryzal Okvianda Mundrajat mengikuti ajang ultra cycling East Java Journey (EJJ) 2024. Maklum, sang istri, Ratna Kartini, adalah penggemar road bike, terutama ajang bersepeda ultra. Ferry sendiri lebih menggemari sepeda gunung (MTB) yang sudah dia tekuni sejak 2010 lalu.

Ketika Ratna memutuskan untuk turun di EJJ kategori 600 km, Ferry tak lantas diam. Instingnya sebagai suami siaga terpanggil. Cyclist yang berprofesi sebagai dokter ini pun ikut bergabung menjadi peserta.

"Kebetulan yang suka ultra itu malah istri, kalau saya basic-nya malah MTB. Nah, istri pas pandemi coba ikut sepeda malah suka. Sekarang ketagihan sepedaan jauh. Jadi saya ikut mendampingi istri," ujar Ferryzal. 

 

Ferryzal dan sang istri, Ratna Kartini, tengah melepas penat saat mengikuti event EJJ 2024 600 Km.

Dokter spesialis orthopedi dan traumatologi ini mengakui, ultra cycling jauh berbeda dengan MTB. Di ajang ini, dibutuhkan kekuatan fisik dan mental yang luar biasa. Ketahanan tubuh juga sangat diuji.

Sepanjang rute 600 km, dia harus menghadapi berbagai medan yang berbeda. Tidak hanya jalan datar dan tanjakan, tapi juga perbedaan iklim ekstrem antara daerah pesisir dan pegunungan. Mulai panas terik daerah pesisir hingga daerah tanjakan pegunungan. 

Mereka yang mampu menyelesaikan ajang ultra cycling adalah mereka yang mampu menguji diri sendiri hingga batas pertahanan tubuh paling akhir. Ferryzal mengakui, ajang ultra bukanlah acara bersepeda biasa. Dibutuhkan ketahanan mental dan fisik yang luar biasa. "Kalau mental sudah down, sepedaan jadi ga nyaman, buyar semua," imbuhnya.

Baca Juga: Sukses Tampil di EJJ 600 Km, Nandy Syafiek Ingin Naik Kelas 1.500 Km Tahun Depan

Meskipun begitu, bukan berarti Ferryzal tak menikmati ultra cycling. Bersepeda jarak jauh bermanfaat untuk menyegarkan pikiran dan bersosialisasi dengan rekan-rekan pesepeda lain. Dengan konsep unsupported ride alias bersepeda secara mandiri, mereka jadi bisa saling membantu antar sesama pesepeda. "Karena cut-off time (COT) panjang, kita jadi lebih bisa menikmati momen bersepedanya meskipun memang sangat berat," katanya.

 

Potret pasangan suami istri, Ferryzal dan Ratna, ketika berhasil finis di bawah COT di gelaran EJJ 2024.

Sebagai dokter, Ferryzal sangat menyarankan olahraga bersepeda untuk menjaga kesehatan lutut. Apalagi bagi yang sudah berusia 40-50 tahun yang rentan pengapuran pada sendi lutut. Selain itu, bersepeda juga bagus untuk kardio dan latihan jantung. "Sepeda juga untuk latihan kardio, melatih jantung juga. Jadi bisa dapat manfaat dobel, selain latihan untuk jantung, juga latihan untuk lutut," jelasnya. 

Ferryzal menuntaskan EJJ 2024 kategori 600 km dengan finis bareng sang istri. Mereka berhasil membukukan catatan waktu 58 jam 58 menit 34 detik. 

Sejauh ini, Ferryzal dan Ratna belum ada agenda bersepeda lagi. Ia pun menanti event-event dari Mainsepeda yang bertipikal jarak jauh. Sebelum mengikuti EJJ 2024, Pasangan ini ikut ambil bagian pada event Three Island Journey (TIJ) 2023. (Mainsepeda)

Populer

Giro d'Italia 2026-Etape 12: Alec Segaert Raih Kemenangan Terbesar dalam Kariernya
United Bike dan Patrol Mengincar Amerika – Eropa, Polygon Riset E-Bike
Bromo KOM 2026: Ketika Para Remidial Tak Pernah Kapok Tuntaskan Misi Finis Bahagia
Giro d'Italia 2026-Etape 11: Jhonatan Narvaez Cetak Hattrick Kemenangan Usai Taklukkan Enric Mas
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Giro d’Italia 2026: Tanjakan Brutal, ITT Panjang dan Dolomites
Bentang Jawa 2025: 181 Peserta, 47 DNF, Rekor 119 Finisher!
Menjajal L-TWOO RX 12-Speed, seperti Apa Lawan Sensah?
Abadikan Momen Menantang Nggravel Blitar 2026, Unduh Fotonya di Mainsepeda App!
Pogacar Cetak "Quattrick" di Liege-Bastogne-Liege, Mendekati Rekor Eddy Merckx