Komunitas Sepeda Banyuwangi Sampai Madiun Siap Sambut Peserta EJJ 2024

Perhelatan East Java Journey 2024 di depan mata. Event ultra cycling yang mengajak cyclist menjelajah wilayah Jawa Timur itu digelar mulai 26 Februari 2024. Adanya live race tracker di event itu membuat masyarakat bisa mengikuti perjalanan para peserta, dari km ke km-nya.

Sejak tahun lalu, banyak masyarakat mengikuti fitur live race tracker di East Java Journey (EJJ). Tak sedikit dari masyarakat yang melihat live race tracker untuk menyambut kedatangan para peserta di kota mereka.

Cara mereka menyambut para peserta bermacam-macam. Dari yang sekadar mendokumentasikan sampai memberikan rekomendasi tempat kuliner, tempat menginap, bahkan ada yang menawarkan bantuan mekanik.

Nah, tahun ini momen serupa tak menutup kemungkinan terjadi lagi. Cyclist dari berbagai komunitas sepeda di Jawa Timur siap menyambut EJJ 2024 dan menikmatinya lewat live race tracker.

Dari ujung timur Jatim, cyclist dari Banyuwangi Road Cycling Community (BRCC) siap menyambut dan meramaikan kedatangan para cyclist. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh  Founder BBRC Guntur Priambodo.

Pak G, begitu Guntur akrab disapa, menyebut perhelatan EJJ 2024 sudah menjadi perbincangan di BRCC. Apalagi kota yang dijuluki Sunrise van Java itu kembali menjadi checkpoint bagi para peserta EJJ 2024. 

"Teman-teman siap menyambut para cyclist saat mereka sampai di Banyuwangi," kata pria yang juga menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi itu.

Guntur sendiri mengaku sebenarnya ingin terlibat sebagai peserta EJJ 2024. Sayangnya, ada pekerjaan yang tak bisa ia tinggalkan. "Saya sebenarnya ingin sekali ikut. Apalagi saya punya rekor 510 km one day," imbuh Guntur. 

Member BRCC nanti akan aktif memantau live race tracker. Tak sekadar menyambut, mereka siap memberikan rekomendasi-rekomendasi yang diperlukan.

Baca Juga: East Java Journey 2024 Lewati 24 Kabupaten/Kota di Jatim

Jika di ujung timur ada BRCC, di ujung barat ada Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Madiun yang menyatakan kesiapannya menyambut para peserta EJJ 2024.

Kota Madiun juga menjadi salah satu lokasi yang dipilih sebagai checkpoint bagi para peserta untuk beristirahat sejenak. Di kota pendekar itu, para peserta bisa beristirahat sejenak sebelum mengakhiri perjalanan di titik finis, di Surabaya Town Square (Sutos).

Ketua ISSI Kota Madiun Faizal Rachman bahkan menyebut East Java Journey sudah terbukti turut membantu mempromosikan pariwiasata. Sehingga ISSI Kota Madiun ingin turut berpartisipasi menyukseskan gelaran event tersebut.

"Menurut saya EJJ itu membuka potensi pariwisata kota yang dilalui, jadi tidak hanya sekedar izin lewat saja," jelas Faizal. ISSI Kota Madiun siap berkoordinasi dengan komunitas-komunitas sepeda yang ada di sana untuk menyambut para peserta.

Baca Juga: Menunggu di Checkpoint Madiun Demi Bertemu Koh Hay

Bahkan Faizal mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemkot Madiun. Ia merekomendasikan beberapa jalan diperbaiki demi kenyamanan para peserta.

Tahun lalu, cukup banyak masyarakat yang mendatangi checkpoint EJJ di Madiun. Mereka mengabadikan kedatangan peserta. Bahkan ada yang secara khusus datang untuk menyambut peserta tertua di EJJ, Go Suhartono alias Koh Hay.(mainsepeda)


COMMENTS