Calon Superteam? Red Bull Akuisisi Bora-Hansgrohe!

| Penulis : 

Primoz Roglic tampaknya telah memilih tim yang punya masa depan supercerah. Tim barunya, Bora-Hansgrohe, sekarang punya pemilik baru yang dikenal ambisius dan punya track record luar biasa. Pemilik baru itu adalah Red Bull. Ya, Red Bull. Perusahaan minuman berenergi asal Austria yang sangat dikenal lewat dominasinya di ajang Formula 1!

Menurut dokumen dari pemerintah Austria, Red Bull telah mengakuisisi 51 persen saham dari RD Pro Cycling GmbH, perusahaan pengendali tim WorldTour Bora-Hansgrohe yang didirikan oleh Ralph Denk. Nilai akuisisinya tidak diungkapkan.

Dengan hadirnya Red Bull ini, peta kekuatan masa depan WorldTour bisa berubah drastis. Sudah bukan rahasia, Red Bull selalu berani dalam melakukan pengembangan, dengan cara yang memikirkan jangka lebih panjang. Sebelum ini, Red Bull sudah mencicipi dunia balap sepeda dengan mensponsori secara pribadi dua bintang: Wout van Aert dan Tom Pidcock (logo helm mereka).

Anton Palzer pembalap yang disponsori Red Bull dan membela Bora Hansgrohe.

Di Bora sendiri sudah ada pembalap yang disokong Red Bull, Anton Palzer, seorang mantan pembalap ski.

Untuk jangka pendek, Red Bull lewat Bora-Hansgrohe akan memburu sukses lewat Primoz Roglic. Superstar Slovenia itu baru saja pindah dari Jumbo-Visma (kini Visma-Lease a Bike), dan akan mendapatkan sokongan penuh untuk memburu ambisi utamanya. Yakni menjuarai Tour de France. Tim akan dibentuk spesifik untuk kebutuhannya. Dia tidak lagi harus berbagi sukses seperti tahun-tahun sebelum ini.

"Beberapa tahun lalu, saya mengajari Jonas (Vingegaard) dan Sepp (Kuss) segalanya. Sekarang mereka nomor satu dan dua", ujar Roglic seperti dilansir media AD. "Saya punya kesempatan lebih besar di tempat lain untuk mengejar apa yang saya inginkan. (Pindah) bukanlah keputusan yang berat. Itu keputusan alami", tandasnya.

Kini, dengan hadirnya Red Bull, Roglic bisa menatap masa depan lebih tenang. Apalagi, di tim lamanya, ancaman masalah finansial masih ada. Di penghujung 2023, Visma terancam masalah anggaran (terlalu ambisius) dan sempat akan merger dengan QuickStep. Mereka diselamatkan oleh Pon Holding, perusahaan pemilik merek sepeda Cervelo, Cannondale, Santa Cruz, dan lain-lain. Pon membantu dengan menambahkan sponsor lewat perusahaan kredit pembelian sepeda: Lease a Bike. (mainsepeda)

Populer

Menikmati Oase Toleransi Pura Beji Antaboga di Checkpoint 2 Nggravel Glenmore 2026
Pimpin ICF Jatim, Pasma Royce Tekankan Penguatan Prestasi dan Regenerasi Atlet
ART Cycling Team, Komunitas yang Dikelola Layaknya Perusahaan Demi Sustainability
2 Cyclist Muda Pasang Target Berbeda di Nggravel Glenmore 2026
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Rekor Bersepeda Tercepat di Dunia, 296 km/jam!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam