Brompton Day Out (BDO) kembali terselenggara setelah dua tahun absen. BDO ketujuh berlangsung meriah pada Sabtu (12/11) di Jakarta. Kegiatan ini merupakan acara tahunan yang digagas oleh komunitas Brompton Owners Group Indonesia (BOGI).

BDO kali terakhir terselenggara pada Oktober 2019 lalu. Berlangsung di Pulau Bali dengan peserta mencapai 825 orang. Hampir dua kali lipat dari peserta BDO kelima di Surabaya pada 2018. Kemudian agenda tahunan ini harus terhenti selama dua tahun terakhir.

Founder BOGI Baron Martanegara mengungkapkan bahwa BDO tahun ini memang berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya. Sebelum pandemi Covid-19 menerjang dunia pada 2020 lalu, BDO diadakan dalam dua hari. Tapi kali ini hanya berlangsung sehari saja. Seperti BDO edisi pertama dan kedua.

"Ini baru pertama setelah tiga tahun dan dalam kondisi masih pandemi. Jadi, masih menghindari kerumunan yang terlalu banyak. Makanya acara BDO tahun ini hanya dilaksanakan dalam sehari saja," terang Baron, sapaan akrabnya.

Founder Brompton Owners Group Indonesia (BOGI) Baron Martanegara

Pemangkasan hari diyakini Baron tidak mengurangi keseruan BDO itu sendiri. Bahkan tidak mereduksi antusias peserta. Baron mengungkapkan bahwa BDO ketujuh diikuti sebanyak 410 cyclist. Meski dilangsungkan di Ibu Kota, peserta tidak didominasi oleh cyclist dari Jakarta saja.

Peserta berasal dari seluruh Indonesia. Mulai dari Palembang, Balikpapan, Makassar, Surabaya, Bali, Palu, Tasikmalaya, Jogjakarta, Solo, Semarang hingga Lombok. "Seru sekali. Sebenarnya teman-teman itu sudah kangen dengan acara ini. Sehingga antusias mereka sungguh luar biasa," terang Baron.

BACA JUGA: Kehebohan dan Keseruan Brompton Day Out 6 2019 di Bali

Seperti ciri khas BDO, setiap tahun selalu ada tema khusus. BDO ketujuh kali ini mengambil tema Rock N’ Roll. Mereka melakukan Rock N’ Ride sejauh sepuluh kilometer di kawasan Sudirman dan Kuningan, Jakarta. Setelah melakukan gowes itu, berbagai games seru.

Berbagai permainan seru meramaikan Brompton Day Out ketujuh di Jakarta

Mulai dari adu cepat melipat sepeda, lomba Brompton teringan, dan lomba modifikasi Brompton. Selain itu, tak ketinggalan lomba kostum terbaik untuk perorangan maupun grup. Rangkaian acara yang menarik membuat DBO tahun ini benar-benar meriah.

"Gowesnya memang tidak jauh. Sebab cuma nge-loop saja di kawasanm Sudirman dan Kuningan. Selain itu kami juga pakai kostum. Nanti gowes jarak jauhnya akan diadakan di acara lain. Untuk BDO, acaranya dibuat yang seru-seruan saja. Untuk kumpul bareng," terang Baron.

BDO ketujuh, sekaligus yang pertama setelah dua tahun absen karena pandemi, diharapkan membuka keran event BOGI berikutnya. Baron berharap situasi pandemi makin landai. Sehingga BDO tahun depan bisa digelar lebih meriah daripada tahun ini.

"Tentunya juga bisa kembali digelar kembali dengan format dua hari. Kalau yang sekarang kan masih awal. Untuk berkumpul lagi. Saya senang sekali karena animo peserta juga bagus," ujarnya puas.

Setelah Brompton Day Out tuntas, BOGI bersiap menggelar acara gowes di Banyuwangi

Setelah BDO ketujuh sukses digelar di Jakarta, BOGI sedang berancang-ancang untuk membikin acara gowes di Banyuwangi. Namanya B70K. Gowes menarik di ujung timur Pulau Jawa itu akan dilangsungkan pada 21 Januari tahun depan.

Baron menjelaskan, kegiatan ini merupakan acara gowes jarak jauh yang rutin diadakan oleh BOGI. Sebelumnya mereka menggelar acara serupa di Bali pada Juni lalu. Pada saat itu mereka gowes sejauh 100 kilometer.

"Karena medan di Banyuwangi yang rolling, jadi kami ambil jarak 70 kilometer. Tapi rasanya tetap seperti 100 kilometer. Pendaftaran akan dibuka mulai 14 November. Buruan daftar," ajak Baron. (mainsepeda)

Podcast Mainsepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 115

Foto: Dokumentasi BOGI


COMMENTS