Rute Kejuaraan Dunia Gravel 2022 Akhirnya Dirilis

| Penulis : 


Rute UCI Gravel World Championships 2022 akhirnya terungkap. Inilah Kejuaraan Dunia Gravel edisi perdana usai diresmikan sebagai salah satu nomor lomba di UCI. Balapan akan berlangsung di jalan gravel  putih di wilayah Veneto, Italia pada 8-9 Oktober mendatang.

Balapan akan dimulai dari Situs Warisan Dunia UNESCO Vicenza. Kemudian para pembalap meleintasi medan dekat Kota Padua. Kemudian balapan berakhir di kota berdinding abad pertengahan di Cittadella. Sekitar 25 kilometer di timur laut Vicenza.

Rute UCI Gravel World Championships 2022dirancang oleh Angelo Furlan dan Marco Menin. Mereka adalah mantan pembalap profesional dari Italia. Furlan dan Menin mendapat tugas dari panitia pelaksana Kejuaraan Dunia Gravel, PP Sport Events.

Sekitar 75 persen rute UCI Gravel World Championships 2022 nanti akan melewati gravel putih khas Italia. Mirip dengan yang ditemui di bagian berbatu Strade Bianche. Sementara seperempat rute sisanya melalui rute beraspal.

Balapan akan berlangsung selama dua hari. Pada Sabtu, 8 Oktober, kelompok Women Elite, Kategori Usia Women, dan Men 50+ akan melalui lintasan sepanjang 140 kilometer. Total elevasi 700 meter. Sekitar 69 persen di rutenya adalah bagian gravel.
Keesokan harinya, giliran kelompok Men Elite dan kelompok usia di bawah 49 tahun yang beraksi. Peserta kelompok umur akan menyelesaikan rute sepanjang 165 kilometer dan dengan total elevasi 750 meter. Sementara kategori Men Elite akan gowes sejauh 190 kilometer di mana sekitar 73 persen jalannya melalui medan gravel.

"Dari sudut pandang taktis, rute ini akan menarik bagi pembalap," bilang Erwin Vervecken, mantan juara dunia cyclocross sekaligus penyelenggara seri kualifikasi UCI Gravel World Series. Menurutnya, Kejuaraan Dunia Gravel 2022 lebih mirip dengan balapan road daripada off-road.

"Pada 20 kilometer pertama adalah gravel yang sangat keras dengan start menanjak yang curam di atas gravel. Setelah 20 kilometer, peloton akan terpecah menjadi beberapa kelompok karena rute rolling-nya sudah terlewati," terangnya.

Medan menjelang garis finis juga sangat teknis. Pembalap harus melalui rute full gravel di kilometer terakhir. "Lalu sprint sepanjang 200 meter di jalanan beraspal menuju pusat kota," tutur pria asal Belgia itu. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 107

Foto: @ucigravelworldseries

Populer

Review Sensah Empire Pro 12-Speed setelah 1.000 Km Plus (Seri 2)
Vingegaard Klaim Lebih Kuat dari Sebelumnya, Siap Rebut Gelar Tour de France 2026
SUB Design Gallery, Tempat untuk Wujudkan Jersey Impian
Sepuluh Sepeda Favorit Saya (Hingga Saat Ini) - Seri 1
WCC Surabaya Merayakan HUT Keenam dengan Launching Jersey Mystique
Rem Mercedes Pemicu Cedera Cavendish
Van Aert Menjuarai Gent–Wevelgem 2021
Kolom Sehat: Hari Apes Nggak Ada di Kalender
Ayo Gowes ke Kediri, Ajak Sekalian Keluarga untuk Berwisata
Serang Road Bike Kini Fokus ke Pembinaan Prestasi