Ajang balap sepeda gravel paling bergengsi di dunia, Unbound Gravel, telah merilis rute untuk edisi 2022 yang akan berlangsung pada 4 Juni mendatang. Bila tahun 2021 lalu peserta diajak memutar ke arah utara Kota Emporia di negara bagian Kansas, tahun ini rutenya dibalik ke arah selatan.

Event utama Unbound Gravel, rute 200 mil, akan berlangsung sejauh 204,6 mil atau 329,3 km. Rutenya khas kawasan Flint Hills, terus naik turun hingga menghasilkan elevation gain hampir 3.000 meter (2.957 meter).

"Mereka yang pernah mengikuti rute selatan pada 2016 hingga 2018 akan familiar dengan beberapa bagian lintasan ini," ungkap Ben Sachs, event manager Unbound Gravel yang mendesain rute ini, lewat livestream peluncuran rute, Senin lalu (16 Mei).

Profil rute Unbound Gravel 200 mil

Secara keseluruhan, total menanjak tahun ini sedikit di bawah tahun lalu, yang disebut-sebut sebagai salah satu rute terberat dalam sejarah Unbound Gravel. Dan Sachs menyebut edisi tahun ini akan berlangsung cepat. Tapi cepatnya bukanlah karena rute baru ini. "Karena akan lebih banyak lagi pembalap cepat datang untuk berkompetisi," tegasnya.

Berawal dari event komunitas pada 2006, Unbound Gravel memang tumbuh menjadi event gravel paling bergengsi. Bersifat mass participation, semua bisa bergabung di event ini. Jadi, pembalap kelas dunia akan bercampur dengan amatir atau penghobi.

Tahun ini, sebanyak 4.000 peserta akan hadir dari seluruh dunia. Selain kategori utama 200 mil, juga ada kategori 100, 50, dan 25 mil. Ada pula kelas XL yang berangkat di hari terpisah, dengan total jarak 350 mil atah sekitar 560 km.

Dalam event ini, peserta harus bisa mandiri. Tidak boleh ada support selama di lintasan. Untuk peserta 200 mil, hanya ada dua titik pit stop resmi, di mana peserta boleh mendapatkan support dan suplai. Yaitu di mil 77 dan 164. Di antara keduanya, ada neutral water station di mil 41 dan 119. Di situ hanya disediakan air dan peserta tidak boleh dibantu untuk perbaikan dan lain-lain.

(kiri-kanan) Johnny Ray, Azrul Ananda, dan John Boemihardjo ketika berpartisipasi di Unbound Gravel 2021

Rute semua kategori akan ada overlap-nya, dengan tujuan keselamatan, mempermudah panitia untuk menjangkau peserta yang butuh pertolongan medis. Rute 100 mil misalnya, pada dasarnya menggunakan 40 mil pertama dan 60 mil terakhir dari rute 200 mil.

Tahun lalu, mantan pembalap WorldTour Ian Boswell menjadi juara kategori 200 mil, mencapai garis finis dalam waktu 10 jam 15 menit. John Boemihardjo menjadi peserta dari Indonesia pertama yang finis rute 200 mil, mencapai garis finis dalam waktu 16 jam, setelah sempat mengalami masalah suplai di pertengahan lomba. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 84

Foto: Unbound Gravel, Emka Satya


COMMENTS