Dua hari lalu, setelah bersepeda pagi, saya membaca pesan terusan dari grup sepeda. Beritanya mengagetkan. Seorang cyclist wanita meninggal di tempat karena kecelakaan dengan kendaraan besar (truk). Saya berusaha baca dengan teliti. Saya berharap ini bukan berita baru. Siang hari berita-berita yang melengkapi kabar pagi itu menyusul mengkonfirmasi. Jadi terenyuh. Saya memang tidak kenal secara pribadi. Tetapi setiap membaca atau mendengar berita seperti ini, pasti membuat saya sedih. Serta membuat keder bila ingin bersepeda jauh.

Belum lagi jika teman dan orang lain yang tidak sehobi tahu tentang kabar ini. Pasti mereka akan mengingatkan. Berita duka ini hanya sebagian dari beberapa berita duka yang terjadi dalam waktu yang berdekatan. Maafkan saya bila mengulang-ulang membahas ini. Tetapi biar bagaimanapun kita hanya bisa waspada untuk mencegah hal seperti ini tidak terjadi lagi. Apa yang saya tulis ini berlaku untuk saya, teman-teman pesepeda, dan pembaca sendiri.

Memang, sebagai pesepeda dan pemakai jalan, risiko itu selalu ada. Apa pun jenis kendaraannya. Tetapi seperti yang sudah beberapa kali saya utarakan tentang piramida kekuatan di jalan raya, pesepeda hanya selevel lebih tinggi daripada pejalan kaki. Kendaraan lain seperti sepeda listrik, sepeda motor, mobil, pikap, truk, trailer, dan forklift, jauh lebih kuat daripada sepeda.

Bila kita bersenggolan dengan pemotor saat macet, biasanya akan beradu mulut atau, amit-amit, berantem. Tapi bila kita bersenggolan dengan kendaraan besar, kemungkingan celaka itu sangat tinggi. Serta cenderung fatal.

Menurut saya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan menyangkut kendaraan besar di jalan raya:

1. Jenis dan Panjang Kendaraan 
Walaupun sama-sama truk, tetapi panjang kendaraan itu berbeda-beda. Truk tronton dan semi trailer 20 feet, panjangnya mencapai tujuh hingga sembilan meter, trailer 40 feet sekitar 14 meter, dan truk gandeng sekitar 16 meter. Mungkin ini bukan ukuran pasti. Tapi yang mau saya tekankan di sini adalah ketika ingin mendahului kendaraan ini, pastikan Anda aware atau mengerti konsekuensinya. Sebab mendahului kendaraan besar ini butuh lebih banyak effort.

2. Pelan di Tanjakan
Karena beban muatan biasanya kendaraan besar akan sangat lambat ketika menanjak. Ini akan membuat gemas pesepada sehingga mau mendahului. Pastikan kalau jalur yang ingin Anda pakai untuk mendahului cukup lebar, cukup sepi, dan aman dari kendaraan yang berlawanan arah. Sebab terkadang kendaraan dari arah berlawanan memakai jalur kita. Apabila ingin mendahului, jangan lupa memberi tanda agar kendaraan di belakang paham akan tujuan kita. Juga bila mendahului, usahakan tidak terlalu dekat dengan truk tersebut

3. Haluan
Haluan kendaraan besar tidak seperti kendaraan kecil. Apabila mereka mau belok kiri, mereka akan ke kanan sedikit, baru belok kiri. Selain itu, terkadang bagian muatannya tidak menyatu dengan penggeraknya. Seperti truk trailer dan truk gandeng. Bak muatan mereka bergerak tanpa bisa dikontrol, hanya dikaitkan dengan penghubung besi. Jadi bak muatan ini akan bergerak ke kiri dan kanan mengikuti gerakan penggeraknya. Khusus untuk truk gandeng, ada bagian kosong di tengah. Jangan sampai masuk ke bagian yang berbahaya itu karena pengemudi tidak akan melihat Anda.

4. Beban dan Rem 
Kendaraan berat akan sulit berhenti mendadak karena beban yang diangkut. Apalagi di jalan yang menurun. 

5. Blind Spot 
Kendaraan besar memiliki lebih banyak blind spot daripada kendaraan kecil. Coba perhatikan spion mereka, begitu besar dan banyak. Tetapi pengendaranya tidak mungkin juga melihat semua spion setiap saat.

Lima hal di atas adalah hal yang bisa saya tambahakan untuk lebih waspada mengenai kendaraan berat. Intinya, kita tidak mungkin menang saat beradu fisik dengan kendaraan besar. Baik ketika naik mobil, apalagi saat naik sepeda. Jadi mengalah dan sabar adalah hal bijak yang bisa dilakukan untuk menjaga keselamatan. 
Saya turut berdukacita untuk keluarga yang ditinggalkan. Semoga diberi ketabahan. Kiranya hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Semoga semua aman di jalan. Sekian. (johnny ray)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 65

Foto: @motretsport, @h_dalijono


COMMENTS