Berharap Jadi One-Man Team di Alpecin-Fenix

| Penulis : 

Mathieu van der Poel memperpanjang masa bakti bersama Alpecin-Fenix. Pembalap asal Belanda ini baru saja menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi empat musim. Berlaku ​​hingga 2025. Van der Poel berharap menjadi one-man team di skuad asal Belgia itu.

Van der Poel telah bergabung dengan tim ini sejak 2014. Saat Alpecin-Fenix masih mengusung nama BKCP–Powerplus. Semula ia meneken kontrak berdurasi empat tahun. Kemudian kesepakatan ini diperpanjang dua kali. Membuat Van der Poel bertahan hingga 2023

Sebelum kontrak itu kedaluwarsa, Van der Poel meneken kesepakatan baru berdurasi empat musim, hingga 2025. "Saya sangat senang menandatangani kontrak jangka panjang dengan tim yang terasa seperti keluarga kedua ini," kata Van der Poel.

Alpecin-Fenix sebenarnya berstatus ProTeam. Tapi mereka berhasil masuk ke acara WorldTour setelah menghuni ranking pertama dalam klasemen ProTeam pada musim 2020. Hebatnya, mayoritas kemenangan tim adalah kontribusi Van der Poel.
Berkat keberhasilan mereka menjadi ProTeam nomor satu, Alpecin-Fenix berkesempatan tampil Tour de France 2021. Tentus aja Van der Poel menjadi salah satu jagoan yang diturunkan di Prancis. Ia menguasai jersey kuning selama enam hari.

"Saya benar-benar menikmati waktu di Alpecin-Fenix. Tim telah berkembang secara fantastis dalam beberapa tahun terakhir. Bersamaan dengan kemajuan saya pula. Kami masih bisa menjadi lebih baik dan lebih kuat setiap tahun," bilang pembalap 26 tahun ini.

Sepertinya, cinta dan pengabdian Van der Poel hanya untuk Alpecin-Fenix. Ia ingin menjadi Paolo Maldini-nya balap sepeda. Mengharuskan Van der Poel hanya membela satu tim sepanjang kariernya.

"Cukup unik karena saya telah membalap untuk tim yang sama begitu lama. Kini saya akan terus melakukannya selama empat tahun ke depan. Siapa yang tahu saya hanya akan membalap untuk satu tim sepanjang karier saya?" ucap pria kelahiran Flanders, Belgia itu.

Kesepakatan anyar ini membuatnya makin termotivasi. Van der Poel bahkan bercita-cita menjadi juara dunia di tiga disiplin yang berbeda, yakni cyclocross, sepeda gunung (MTB), dan road. "Kemungkinan besar saya akan tampil di tiga disiplin ini hingga Olimpiade Paris 2024," terangnya. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 54

Foto:

Populer

Review Sensah Empire Pro 12-Speed setelah 1.000 Km Plus (Seri 1)
Tara: Saya Mencintai Sepeda Baru Olahraganya, Jangan di Balik!
Tiga Komunitas di Salatiga Bikin Gowes 300 Km ke Surabaya
Menyandang Nama Van Aert, Pembalap Indonesia Menarik Perhatian Media Belgia
Berkah Diajak Teman, Pulang Bawa Frame Wdnsdy AJ62
Selamat Datang Grupset Termewah: Campagnolo Super Record Wireless
Gresik Criterium 2023, Rangkaian Road to Kemala dengan Peserta Terbanyak
Tour de Pologne 2024, Etape 6: Nys Cetak Hat-trick, Vingegaard Kembali Gigit Jari
Antangin Bromo KOM 2025: Butuh Pulihkan Memori Tanjakan Bromo
Bagaimana Memilih Sepeda dan Ukurannya?