Akhirnya, Ada Pelindung Rear Derailleur!

| Penulis : 

 

Salah satu komponen paling berharga pada sepeda kita terletak di belakang. Yaitu rear derailleur (RD), yang berfungsi memindah gigi para sproket di belakang. Komponen ini juga termasuk rentan rusak, karena sering jadi korban saat terjadi kecelakaan. Padahal, harganya juga termasuk yang paling mahal.

Bahkan, RD bisa rusak karena kejadian-kejadian konyol. Misalnya, pemiliknya buang air di pinggir jalan, dan tergesa-gesa menyandarkan sepeda ke mana saja. Eh, karena angin atau karena kurang pas, sepeda ambruk ke sisi kanan. Alhasil, RD pun rusak.

Perusahaan aksesori sepeda dari Belanda, Tacx, kini punya solusinya. Mereka mengeluarkan barang kecil bernama Tacx Crashpad. Aksesori ini terbuat dari alloy, dipasangkan di ujung kanan quick release (skewer). Dengan aksesori yang menonjol ini, kalau sepeda jatuh ke kanan, RD tidak akan terkena hantaman. Benturan akan ditahan oleh Tacx Crashpad.

Aksesori ini tersedia dalam dua ukuran. Yang standar panjang untuk hampir semua RD, lalu ada yang versi pendek untuk Shimano versi terbaru (2018+). Versi terbaru RD Shimano memang menerapkan desain “shadow,” maksudnya posisinya sudah lebih ke dalam supaya tidak mudah terhantam kalau jatuh (tapi yang kena hantam frame-nya!). (mainsepeda)

foto : tacx 

 

Populer

Rekor Baru di Clasica de San Sebastian, Remco Evenepoel Raih Gelar Keempat
Kategori Men Elite KAI Ngebel KOM 2026 Superseru, M Imam Arifin Kalahkan Noufal Setengah Roda!
Women Elite KAI Ngebel KOM 2026: Maghfirotika Ratu Tanjakan, Crismonita Kram Jelang Finis
7 Asupan Carbo Loading Khas Madiun yang Wajib Dicoba buat Peserta KAI Ngebel KOM 2026
Cerita Peserta KAI Ngebel KOM ke Madiun Naik Kereta Api, Gerbong Khusus Sepeda Praktis dan Htmat
Persaingan Men Elite KAI Ngebel KOM 2026 Sengit, Runner-Up Bromo KOM Ingin Cetak Sejarah
KAI Ngebel KOM 2026: Ramah buat Pemula, Peserta Langsung Nge-Boom
Cyclist Kategori 21 and Under Debut di KAI Ngebel KOM 2026, Siap Berebut Podium!
Kolom Sehat: Banyuwangi dan Nanjak ke Paltuding
Kolom Azrul Ananda: Misteri Tanjakan Bromo