Kolom Sehat: Memburu 2.500 Km, Hujan Bukan Alasan
by - December 04, 2020
Kolom Sehat: Memburu 2.500 Km, Hujan Bukan Alasan
by Johnny Ray - December 04, 2020

"Jangan rindu. Berat. Kamu gak akan kuat. Biar aku saja." Begitu cuplikan kata-kata di film Dylan 1990. Andaikan ada yang bilang seperti itu ke saya: "Kau nggak usah sepedaan. Berat. Biar aku saja." Wow! Alangkah senangnya saya.

Mungkin banyak yang sudah tahu. Di bulan Desember ini saya harus gowes total 2.500 km, untuk memenuhi tantangan Om Azrul "Aza" Ananda, rekan saya di podcast Main Sepeda. Kalau saya berhasil, dia akan menyumbang Rp 25 juta untuk panti asuhan. Pembaca Mainsepeda.com juga bisa ikut menyumbang di atas "penderitaan" saya.

Sayangnya, gowes 2.500 km ini tidak bisa memakai joki. Walau Dylan mau pun, tetap tidak boleh.

Bila pada tulisan sebelumnya saya sangat termotivasi oleh video dari seorang anak yang begitu cute memberikan semangat, kali ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pembaca, pengikut sosmed saya, dan teman-teman yang lain.

Ada begitu banyak yang memberikan dukungan. Kalau di dunia sepak bola, suporter yang heboh seperti pemain ke-12. Nah, bagi saya, segala dukungan ini membuat saya tidak merasa sendirian dalam melakukannya. Maksudnya tidak sendiri itu: Saya selalu terngiang-ngiang dengan dukungan, sehingga mantap harus gowes minimal 80 km sehari.

Pada hari pertama bulan Desember, ada begitu banyak yang datang ke tempat saya gowes. Yaitu di lokasi yang kami sebut "UC Loop," di kawasan Surabaya Barat. Para cicak, bandit, dan kepala sekolah pun hadir. Mereka memberi dukungan sambil memaksa saya untuk terus menambah kecepatan. Kata mereka, ngantuk kalau pelan-pelan. Kata mereka, kalau pelan, kapan target hariannya bisa terpenuhi.

Setelah tiga jam lebih, rampunglah 100 km pertama pada 1 Desember. Lega rasanya untuk hari itu. Banyaknya pendukung membuat penat hari itu hampir tidak terasa. Hampir. Jadi ya masih terasa.

Hari kedua berbeda dengan hari pertama. Karena Surabaya pagi itu hujan gerimis. Hawa jadi dingin, dan meneruskan tidur adalah hal yang sangat wajar dilakukan cyclist rajin maupun tidak rajin.

Tapi itu cyclist kebanyakan. Di grup WA saya ditanya oleh Om Aza. Hari ini mau ke mana. Saya jawab, dari mana kok tahu saya sudah bangun. Dia menjawab lagi: "Kamu nggak punya banyak pilihan."

Terus terang, perbincangan itu membuat saya berpikir. Pilihan apa ya? Baru saya teringat kalau itu sudah pagi yang baru. Saya harus gowes minimal 80 km lagi. Karena masih hujan, saya mencoba nge-Zwift (indoor) sebentar. Tapi karena tidak betah, akhirnya saya tetap keluar untuk menuntaskan target harian.

Bukan hanya pendukung di jalan yang harus saya ucapkan terima kasih. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pendukung yang bersedia menambah jumlah sumbangan. Detailnya ada di rubrik Mainsepeda.com sebelumnya (Klik di sini). Untuk menjamin transparansi, di situs ini akan diumumkan seminggu sekali siapa saja yang sudah mengulurkan sumbangan, berikut jumlahnya.

Bagi Anda yang ingin mendukung aksi ini, sumbangan bisa disalurkan melalui rekening BCA dengan nomor 5120419520 atas nama Pramadi Wardhana.

Uluran tangan Anda akan sangat membantu para anak-anak panti asuhan. Mereka pasti akan sangat berterima kasih atas bantuan Anda.

Nah, ada yang bertanya: Kalau sumbangannya bertambah, apakah kilometernya juga bertambah? Saya jawab tegas: "Tidak." Karena 2.500 km itu kesepakatannya. Apa kalian tidak kasihan ke saya? (johnny ray)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 24

Foto: Dewo Pratomo


COMMENTS