Bulan Maret dan April, bagi penggemar balap sepeda dunia, seharusnya menjadi masa-masa paling seru dan mendebarkan. Pada dua bulan "musim semi" inilah, balapan-balapan one-day paling menegangkan diselenggarakan di Belgia, Belanda, dan Prancis.

Para "orang-orang kuat" adu kekuatan menaklukkan medan berbatu, pasir putih, jalanan sempit naik-turun, sambil melawan angin dan dinginnya cuaca.

Bedanya, tahun ini semua menghadapi Spring Classics dengan harap-harap cemas. Ancaman penyebaran virus Covid-19 alias Coronavirus membuat beberapa lomba di ambang pembatalan. Khususnya yang berlangsung di Italia.

Sambil menunggu perkembangan, "Opening weekend" Spring Classics telah diselenggarakan dengan lancar, dan berlangsung seru sesuai harapan. Pembalap Trek-Segafredo, Jasper Stuyven, meraih kemenangan di Omloop Het Nieuwsblad, Sabtu, 29 Februari lalu di Belgia. Kemudian, pembalap Deceuninck-QuickStep, Kasper Asgreen, mencuri Kuurne-Brussels-Kuurne pada hari Minggu-nya (1 Maret).

Kedua lomba itu merupakan ajang pemanasan "Cobbled Classics." Yaitu lomba yang diselenggarakan di Belgia, melewati rute jalanan pedesaan berbatu.

Setelah itu, pada awal hingga pekan ketiga Maret ini, persaingan seharusnya berpindah ke Italia. Dimulai dengan balapan di jalanan kapur, Strade Bianche, pada 7 Maret. Lalu dipuncaki dengan balapan terpanjang, Milan-San Remo, pada 21 Maret. Balapan Milan-San Remo itu termasuk yang paling bergengsi, salah satu dari lima balapan "Monument" terpenting.

Baru kemudian, mulai akhir Maret hingga April, fokus kembali ke Belgia dengan serangkaian balapan di jalanan berbatu. Puncaknya adalah dua balapan Monument lain. Yaitu Tour of Flanders (5 April), plus Paris-Roubaix (12 April) yang diselenggarakan di Prancis tapi dekat perbatasan Belgia.

Dari sana, rangkaian lomba meninggalkan jalanan berbatu, bergeser ke rute naik-turun tanpa henti berjulukan "Ardennes Classics." Puncak ajang ini adalah Monument keempat, Liege-Bastogne-Liege, pada 26 April.

Nah, sementara Opening Weekend berlangsung lancar, tidak demikian dengan lomba lanjutannya di Italia. Hanya seminggu sebelum lomba, ada ancaman Strade Bianche dan Milan-San Remo tahun ini di-cancel.

Ancaman Coronavirus di Italia sedang heboh-hebohnya. Saking parahnya, sampai membatalkan seri pembuka MotoGP di Qatar, mengingat kebanyakan peserta berbasis di Italia.

Bukan hanya itu, banyak staf dan manajemen kedua event itu sekarang masih "nyangkut" di Abu Dhabi, buntut dari karantina di penghujung UAE Tour. Dalam lomba itu, didapati dua staf tim asal Italia telah terinfeksi virus Corona. Akibatnya, semua peserta harus dikarantina dan dilepas sesuai hasil tes dan izin.

Event itu diselenggarakan oleh RCS Sport dari Italia. Penyelenggara yang sama dengan Milan-San Remo!

Kita tunggu saja, semoga saja Strade Bianche dan Milan-San Remo tidak dibatalkan. Karena dua lomba itu tergolong super seru untuk ditonton, dengan medan dan finis yang sangat indah di layar monitor! (mainsepeda)

Kalender Spring Classics 2020 

Sabtu, 29 Februari - Omloop Het Nieuwsblad (Belgia) - 200 km (Cobbled)

Minggu, 1 Maret - Kuurne-Brussels-Kuurne (Belgia) - 200 km (Cobbled)

Sabtu, 7 Maret - Strade Bianche (Italia) - 176 km (White Road, kapur)

Sabtu, 21 Maret - Milan-San Remo (Italia) - 295 km (Monument)

Jumat, 27 Maret - E3 Harelbeke (Belgia) - 200 km (Cobbled)

Minggu, 29 Maret - Gent-Wevelgem (Belgia) - 240 km (Cobbled)

Rabu, 1 April - Dwars Door Vlaanderen (Belgia) - 200 km (Cobbled)

Minggu, 5 April - Tour of Flanders (Belgia), 260 km (Monument)

Rabu, 8 April - Scheldeprijs (Belgia), 155 km (Cobbled)

Minggu, 12 April - Paris-Roubaix (Prancis), 260 km (Monument)

Rabu, 15 April - Brabantse Pijl (Belgia), 205 km (Cobbled)

Minggu, 19 April - Amstel Gold (Belanda), 250 km (Ardennes, hilly)

Rabu, 22 April - Fleche Wallonne (Belgia), 199,5 km (Ardennes, hilly)

Minggu, 26 April - Liege-Bastogne-Liege (Belgia), 260 km (Monument)

Catatan: Ada satu balapan Monument lagi tapi di akhir tahun, yaitu Il Lombardia di Italia, bulan Oktober.

 

Populer

Giro d'Italia 2026-Etape 11: Jhonatan Narvaez Cetak Hattrick Kemenangan Usai Taklukkan Enric Mas
EJJ 2026: Cerita Sepatu Bolong Miswanto dan Tangan Dewa Yusuf Kibar
Karya Terbaru Nurmi Pandit, Mewah dengan Gold Leaf
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
Simon Yates Amankan La Vuelta 2018!
Rute Pedih EJJ 2026 1.500 Km, Terobati Estetika JLS hingga Teksas
Liburan ala Ernest dan Nirina: Bersepeda 12 Hari Jakarta-Bali 1.200 km
Giro d’Italia 2026: Vingegaard Favorit Utama, Siapa Penantangnya?
Giro d'Italia 2026-Etape 9: Jonas Vingegaard Bungkam Felix Gall di Tanjakan Akhir
Kolom Sehat: Saya Harus Menghadap Guru BP