Tips Bersepeda Aman dan Nyaman dalam Peloton
by Rastra Patria Dinawan - April 06, 2018

Bersepeda memang sendiri, tetapi sebenarnya adalah olah raga sosial. Artinya, kita pasti sering melakukan group ride (bersepeda bersama atau berpeloton). Bisa bersama teman komunitas maupun di even sepeda.

Dalam berpeloton, diperlukan komunikasi dan etika untuk menghargai kenyamanan cyclist lain. Meskipun tidak ada aturan tertulis, tetapi point utamanya adalah harus aman dan efisien.

Aman artinya kita tidak mengganggu kenyamanan cyclist lain yang ada di dalam grup dan juga tidak membahayakan diri sendiri. Efisien artinya menghemat tenaga untuk ketahanan (endurance) yang lebih lama dan pastinya ekstra tenaga saat dibutuhkan.

Bersepeda dalam grup mengajari kita tentang kordinasi di mana posisi terbaik di situasi tertentu dan sharing work out (latihan). Nah, untuk itu, saya akan memberikan teknik dasar etika berpeloton. Manfaatkan weekend anda untuk bergabung dengan komunitas untuk belajar, mencoba dan latihan.

Rastra Patria Dinawan (tengah)

 

1. Rileks dan fokus

Untuk Anda yang baru pertama kali riding dalam grup, harus untuk selalu rileks. Pandangan ke depan dan tangan menggenggam hoods. Juga jari tangan standby di tuas rem agar cepat merespon jika sinyal bahaya datang mendadak. Siku tangan sedikit ditekuk agar lebih santai, pandangan mata fokus pada jarak cyclist di depan Anda. Sesekali melihat jauh ke depan memperhatikan jika ada tanda-tanda bahaya di sekitar.

2. Jangan menyalip roda belakang cyclist depan Anda

Ini yang dinamakan dengan ‘half wheel’ dan ini sangat berbahaya. Ingat! Posisi roda depan Anda jangan berada di samping roda belakang cyclist depan. Jika mereka bergerak ke samping secara tiba-tiba pasti akan menyenggol roda depan Anda, maka terjadilah kecelakaan. Mayoritas cyclist jatuh karena kesalahan ini. Jadi ingat, roda depan Anda harus selalu di belakang roda belakang cyclist depan.

 

3. Kecepatan Konstan

Sangat baik jika kecepatan bisa konstan. Dianjurkan agar tidak melakukan akselerasi berlebih dan juga terlalu cepat menarik rem dalam satu barisan di grup.

Jika anda berada di depan sedang ‘menarik’ peloton dan ritme anda sering menambah atau mengurangi kecepatan pasti membuat cyclist belakang tidak nyaman (dalam konteks bersepeda dalam grup non race). Jika memang tenaga Anda sudah hampir habis dan merasa tidak mampu mengikuti kecepatan peloton, maka beri tanda dengan tangan untuk bergerak perlahan ke samping keluar dari barisan dan pindah posisi ke belakang.

4. Formasi berjajar dua baris

Cara yang efisien berkendara dalam grup adalah bersepeda berjajar dalam dua baris.

Mengapa? Efisien, karena memungkinkan teman di belakang kita untuk menyimpan tenaga berlindung terpaan angin dari depan dan juga samping (slipstream/drafting).

 

 

Di samping itu, dengan dua baris berjajar kita masih memberi space untuk pengguna jalan lain.

Satu baris berjajar atau one line sebaiknya dilakukan jika jumlah orang dalam group itu sedikit, di bawah enam orang. Juga one line memang harus dilakukan ketika dalam situasi tertentu seperti jalan menyempit.

5. Rotasi dan posisi

Dalam berpeloton pasti ada suatu masa saat cyclist berada di depan ‘menarik’ rombongan. Idealnya berapa lama ‘narik’ peloton itu? Tidak ada jawaban yang pasti, tergantung kemampuan dari cyclist tersebut.

Biasanya yang kuat akan ‘menarik’ atau memimpin grup lebih lama. Meskipun begitu, saya sarankan lima menit adalah waktu yang terbaik. Tidak terlalu sebentar dan tidak terlalu lama. Terlalu lama di depan, membuat cyclist lain merasa bosan karena harus berlama-lama di belakang. Dengan memberi waktu berada di depan, kita memberi kesempatan cyclist lain untuk menaikkan kemampuan mereka. Karena harus mengontrol kecepatan grup tersebut. Inilah yang disebut sebagai sharing work out.

6. Komunikasi dan tanda peringatan

Komunikasi di dalam peloton sangatlah penting. Gunanya untuk mengingatkan cyclist lain di belakang kita bahwa ada sesuatu yang membahayakan atau sesuatu yang sedang terjadi. Seperti jalan berlubang, batu, pasir, pecahan kaca, paku, tikungan, rel kereta api, ada teman yang terjatuh atau benda benda lain yang yang bisa membahayakan diri kita dan orang lain. Bisa juga kendaraan di samping grup yang kita salip atau kendaraan dari arah berlawanan. Berkomunikasi bisa dengan cara verbal (bersuara) atau dengan tanda sinyal gerakan tangan.

7. Cyclist pemula sebaiknya di belakang

Bagi cyclist pemula yang belum pernah bersepeda bersama-sama dalam grup, saya sarankan berada di posisi paling belakang dulu. Belajar dan mengamati bagaimana cara cyclist lain berkendara dalam peloton.


COMMENTS