Salah salah satu pembalap top dunia, Jakob Fuglsang diduga bekerja sama dengan dokter yang di-banned akibat kasus doping, dr Michele Ferrari. Tapi dugaan ini dibantah oleh Fuglsang, dr Ferrari, dan Astana sebagai klub yang menaungi sang pembalap.

Surat kabar asal Denmark, Politiken, melansir laporan Cycling Anti-Doping Foundation (CADF), menuliskan bahwa dr Ferrari berada di Vuelta a Catalunya 2019 bersama Fuglsang, dan rekannya di Astana, Alexey Lutsenko. Fuglsang juga disebut-sebut bertemu dengan dr Ferrari di Monaco.

Laporan ini menjadi heboh. Sebab dr Ferrari sudah dilarang berkecimpung di dunia olahraga sejak 2012. Ia terjerat kasus doping. Sang superstar asal Denmark akhirnya merespon melalui akun Instagram-nya. Fuglsang membantah tuduhan tersebut .

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa tidak ada prosedur yang bahkan telah dibuka oleh otoritas anti-doping yang kompeten terhadap saya. Oleh karena itu, saya tidak punya kasus untuk dijawab. Saya sangat prihatin bahwa desas-desus seperti ini dapat menyebar di media," tulisnya.

Klub yang menaungi Fuglsang, Astana juga membantah tuduhan itu. Astana tetap mematuhi komitmen untuk memerangi doping. Mereka juga memastikan seluruh pembalapnya mematuhi semua peraturan anti-doping. Termasuk larangan bekerja sama dengan individu atau dokter yang di-banned.

"Kami tidak bekerja sama dengan dokter yang mencurigakan, seperti dr Michele Ferrari. Pembalap kami juga tidak berwenang untuk berkonsultasi dengan dokter di luar tim. Baik untuk aktivitas apa pun, atau untuk diberi resep diet, dan perawatan apa pun," tegas Astana dalam keterangan resminya.

Astana juga percaya, jika CADF dan UCI memiliki bukti kesalahan oleh pengendara dari tim mana pun, maka proses disipliner akan segera dimulai sesuai dengan peraturan anti-doping, dan kode anti-doping dunia.

Setelah Fuglsang, dan Astana, giliran dr Ferrari yang membantah laporan yang dibuat Politiken. Menurut dr Ferrari, laporan yang dibuat oleh Politiken adalah bohong. Alias hoax. "Saya belum berhubungan dengan pembalap dari Astana selama sepuluh tahun," tegasnya.

Menurut dr Ferrari, laporan Politiken ditulis berdasarkan pada laporan palsu dari pihak-pihak yang mungkin berkepentingan. "Saya juga belum pernah ke Monaco atau Nice selama setidaknya 12 tahun. Secara fisik, saya belum pernah hadir di satu balapan sejak tahun 1994," ujarnya.(mainsepeda)

Foto: AFP

Populer

Hadiah Rp 10 Juta untuk Juara KOM Elite
Dilarang Gowes Berjajar Lebih dari Dua Sepeda
2 Cyclist Muda Pasang Target Berbeda di Nggravel Glenmore 2026
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam
ISN Siap Mewujudkan Ambisi Chris Froome
Isaac del Toro Perpanjang Kontrak dengan UAE Team Emirates-XRG hingga 2031
Shimano GRX, Grupset Khusus untuk Gravel Bike
Jonas Vingegaard Comeback di Paris-Nice 2026
Vuelta a Espana 2026 - Etape 1: Pogacar Menang ITT, Rebut Jersey Merah Pertama
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan