Sepuluh Tips Agar Gowes Tetap Efektif di Musim Hujan
by - December 23, 2019
Sepuluh Tips Agar Gowes Tetap Efektif di Musim Hujan
by Azrul Ananda - December 23, 2019

Musim hujan telah tiba. Tinggal menghitung hari, bakal ada serangkaian pagi berturut-turut di mana hujan akan "mengancam" efektifitas dan kesenangan dalam bersepeda.

Haruskah kita berhenti bersepeda? Adakah cara supaya kegiatan menyenangkan ini tetap efektif sebagai latihan?

Kalau mengikuti aturan Velominati #9, seharusnya hujan tidak menghalangi niatan kita untuk gowes. Bunyi aturannya: "If you are riding in bad weather, it means you are a badass. Period." Artinya, kalau Anda tetap gowes di saat cuaca buruk, itu tandanya Anda adalah seseorang yang tangguh. Titik.

Memang, sekarang ada opsi jadi "hamster" di rumah. Menggunakan indoor trainer dan berbagai aplikasi untuk berlatih di bawah lindungan atap rumah. Namun, tetap tidak bisa menggantikan keasyikan gowes yang sebenarnya: Menikmati suasana di luar rumah.

Kalau kita rajin buka artikel online, ada banyak tips supaya gowes saat hujan tetap seru dan aman. Tapi, kebanyakan artikel itu dari negara barat, di mana cuacanya bukan sekadar hujan, tapi juga dingin. Juga, kondisi jalannya mungkin jauh lebih baik dari kita di Indonesia.

Berdasarkan pengalaman, berikut beberapa tips gowes saat hujan yang bisa diterapkan secara praktis di negeri sendiri:

1. Topi di Bawah Helm

Topi sepeda termasuk sangat penting kalau cuaca hujan. Bagian depannya bisa membantu mencegah air hujan langsung menghantam bagian wajah, khususnya mata. Selain itu, topi juga bisa membantu membuat kepala lebih hangat kalau memang hawanya agak dingin.

 

2. Kacamata Clear atau Photochromic

Saat hujan, suasana cenderung gelap. Belum lagi air hujan terus menerpa menghantam wajah. Memakai kacamata jadi lebih penting, mencegah supaya air tidak langsung menghantam mata.

Ingat, kalau kita sering menutup mata, itu membuat situasi sangat berbahaya. Akan lebih aman lagi kalau menggunakan kacamata dengan lensa clear atau photochromic. Sehingga pandangan tetap jelas dan terang. Agak konyol kalau memakai kacamata gelap saat cuaca gelap.

 

3. Jaket Hujan (Hanya Kalau Dingin)

Biasanya, disarankan memakai jaket anti air saat hujan. Selain membuat badan lebih kering, juga membantu menjaga kehangatan. Masalahnya, di negeri tropis seperti Indonesia, kadang hawa tetap hangat walau hujan. Jadi, mungkin tidak seefektif kalau di negara yang punya musim dingin. Pilihan ini murni selera masing-masing. Tiap orang memiliki ketahanan suhu yang beda-beda.

Aturan ini juga berlaku untuk sarung tangan. Tergantung ketahanan masing-masing. Kalau memang dingin, baru pakai full glove. Atau kalau sangat dingin, bisa pakai sarung tangan karet di bawah sarung tangan penuh.

 

4. Penutup Sepatu Tahan Air

Badan boleh basah, tangan boleh basah, tapi sangat tidak nyaman ketika kaki kita basah. Ada banyak merek penutup sepatu (overshoes) untuk cuaca hujan. Idealnya yang tahan air. Ada yang dari karet seperti Velotoze, ada yang dari material lebih mahal. Percayalah, kaki kering jauh lebih penting dari badan kering.

Kalau tidak ingin beli, ada trik yang saya lakukan saat gowes musim dingin di luar negeri: Bungkus kaki dengan kantong plastik, baru pakai kaus kaki dan sepatu! Dijamin kering dan hangat!

 

5. Lampu Depan dan Belakang

Andai tidak hujan pun, aksesori lampu ini seharusnya wajib. Ketika hujan, lampu kelap-kelip sangatlah efektif. Merah di belakang, putih di depan. Membantu pemakai jalan lain untuk lebih hati-hati ketika berada di dekat Anda.

 

6. Pasang Mud Guard/Fender

Penggemar road bike mungkin tidak ingin sepedanya kelihatan cupu dengan dipasangi spakbor. Tapi, aksesori yang satu ini tergolong penting. Selain melindungi bagian belakang Anda dari air dan kotoran berlebih, juga membantu supaya air tidak menyemprot dan membuat marah teman/orang di belakang.

Untung, sekarang sudah ada banyak mud guard kecil dan sederhana. Yang terbuat dari plastik, bisa diselipkan di sela-sela railing sadel!

 

7. Ban Lebih Tangguh

Sebenarnya tidak ada ban road bike khusus untuk hujan. Dan ban yang permukaannya halus sebenarnya sama saja dengan yang sedikit ber-pattern. Karena lebar ban road bike hanyalah 23-28 mm. Atau mungkin 30 mm. Itu masih cukup tipis untuk "membelah" genangan air. Tidak cukup lebar untuk mengalami aquaplaning, alias "terbang" terpental ketika menghantam genangan air.

Kalau pun ada risiko ekstra, itu biasanya pada risiko pecah. Saat hujan, genangan air bisa menutupi kerikil atau benda tajam lain. Atau bahkan lubang-lubang yang bisa mengakibatkan ban pecah.

Biasanya, ban "musim hujan" bukanlah untuk menaklukkan air, melainkan untuk lebih tahan pecah. Contohnya Continental 4 Season atau Gatorskin, Pirelli P Zero Velo 4S, Schwalbe Durano, dan lain-lain. Lagipula, saat hujan, ringan bukanlah yang utama. Ketangguhan adalah yang utama!

 

8. Bawa Parts dan Tool, Lindungi dari Air

Gowes saat hujan sering menghasilkan masalah lebih. Pastikan bawa ban dalam ekstra, serta pompa kecil. Bawa multitool kecil untuk jaga-jaga kalau harus melakukan perbaikan pada komponen-komponen lain.

Tantangannya, adalah melindungi itu semua dari air. Pastikan semuanya terlindungi dari air, misalnya dibungkus dalam kantong plastik. Masalahnya bukan hanya saat gowes, tapi kalau dibiarkan alat-alat itu bisa mudah berkarat.

Oh ya, tentu saja pastikan handphone, uang, dan bawaan Anda yang lain juga terbungkus bahan tahan air!

 

9. Rajin Bersihkan Sepeda

Saat musim hujan, yang menyebalkan mungkin bukan gowesnya. Yang lebih menyebalkan mungkin membersihkan dan merawat sepedanya. Setelah gowes hujan-hujan, secepat mungkin bersihkan lalu keringkan sepeda dengan kain atau kanebo. Bagian-bagian sensitif seperti rantai, sproket, dan hub, pastikan bersih dan kalau perlu diberi lubricant (banyak untuk musim hujan).

Selalu ingat, dalam hobi sepeda, yang utama bukan sekadar "Badan Sehat dan Jiwa Sehat." Kesehatan sepeda bisa menentukan ketenangan batin dan kesehatan jiwa!

 

10. Atau Tetap di Rumah dan Jadi Hamster!

Apa pun yang terjadi, hujan atau tidak, latihan harus berlanjut. Walau hanya untuk menjaga kesehatan, apalagi kalau ingin menjaga atau meningkatkan performa.

Kalau memang tidak ingin repot gowes hujan-hujan, zaman sekarang paling enak. Apalagi kalau punya smart indoor trainer dan berlangganan aplikasi seperti TrainerRoad, Zwift, atau Sufferfest.

Yang penting tetap gowes! (azrul ananda)

Foto: Dewo Pratomo, Bike Rumor, dan Wiggle.


COMMENTS