Gagal mendapatkan emas pada disiplin sepeda gunung (MTB) membuat tim balap sepeda Indonesia harus memutar otak. Kini, mereka mengharapkan kejutan dari nomor road race. Salah satunya di Individual Time Trial (ITT) putri.

Indonesia hanya membawa satu rider road race putri di SEA Games 2019. Dia adalah Ayustina Delia Priatna. Selain di ITT, pembalap asal Jawa Barat (Jabar) ini bakal tampil di disiplin Individual Road Race (IRR).

“Peluang untuk meraih medali masih sangat terbuka. Sebab peta kekuatan pembalap putri di ASEAN, menurut kami masih berimbang,” bilang manajer tim balap sepeda Indonesia, Budi Saputra. 

Balapan ITT putri seharusnya dilangsungkan Rabu (4/12). Race harus ditunda karena cuaca buruk. Budi mengungkapkan, rival terberat Ayu adalah rider asal Vietnam bernama Nguyen Thị That. Nguyen mendapat emas road race putri di SEA Games 2017. Sedangkan Ayu memperoleh perunggu. 

Selain itu, Nguyen adalah pembalap profesional yang bergabung dengan tim Lotto Soudal Ladies. Serangkaian prestasi hebat ditorehkan rider 26 tahun ini sepanjang 2019. Nguyen adalah juara Tour of Zhoushan Island I, dan GP de Fourmies. 

Nguyen menempati posisi kedua di Erondegemse Pijl (Erpe-Mere). Selain itu, dia juga merebut peringkat ketiga di Vuelta a la Comunitat Valenciana Feminas 2019. Nguyen juga tercatat sebagai Asian Cycling Championships WE 2018.

“Lawan terberat memang dari Vietnam. Meski demikian kami optimsitis dengan performa Ayu dalam persiapan ke SEA Games ini. Semoga dia tampil maksimal, dan meraih medali,” harap Budi.

Faktor cuaca juga menentukan hasil akhir nomor road race di SEA Games 2019 adalah cuaca. Badai Kammuri yang melanda Manila, dan sekitarnya membuat tim road race harus berlatih di hotel. “Cuaca sedang tidak bagus. Angin kencang sekali,” ungkap Budi.

Masalahnya, Indonesia tidak memiliki banyak kesempatan menjajal medan. Apalagi pihak panitia baru menyampaikan rute pada 29 November lalu. “Semua partisipan baru tahu rutenya pada 29 November. Selama ini disembunyikan,” sebut Budi.

Bukan hanya Indonesia, peserta SEA Games lain seperti Thailand juga mengeluhkan hal serupa. Budi mengungkapkan, Thailand sudah tiga kali datang ke Filipina untuk melakukan survei rute.

“Akan tetapi, mereka tidak pernah menemu rute yang sebenarnya. Jadi banyak hal non teknis yang harus kami lawan juga. Inilah kompetisi. Apa pun yang terjadi, kami harus fight,” tutup Budi.(mainsepeda)

FOTO: Instagram PB ISSI, dan Ayustina Delia Priatna

Populer

Giro d'Italia 2026-Etape 5: Igor Arrieta Menang Dramatis Setelah Dua Kali Crash
Ada Apa di Wdnsdy Café, Kafe Cycling Pertama Indonesia?
Giro d'Italia 2026-Etape 4: Narvaez Menang Sprint, Ciccone Rebut Jersey Pink
Pesona Selo “Ring of The Fire”, Sensasi Menanjak Membelah Merapi dan Merbabu
Kevin dan Chika Juara Go West Gantasan 22
Simak Cara dan Biaya Registrasi Bromo KOM 2023
Helm-Helm Baru Abus: Aero dan Lebih Terjangkau
Ada Bus dan Truk Untuk Pulang dari Wonokitri
Wdnsdy AJ62: Performance Nyaman untuk Cyclist Indonesia
Rio Akbar Sabet Emas di Balap BMX Asia 2018