Bromo KOM Challenge 2020 ternyata menjadi dambaan Siti Atikoh, istri Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo. Setelah berlatih keras selama bertahun-tahun, Atikoh siap menaklukan 'siksaan' menuju Gunung Bromo. 

Selama bertahun-tahun, Atikoh memendam keinginan untuk ikut ke event disebut sebagai 'kenduri'-nya cyclist di Indonesia. Atikoh meletakkan Bromo KOM Challenge 2020 dalam daftar teratas tantangan yang harus dia taklukkan.  “Itu cita-cita saya dari dulu,” katanyi.

“Kalau untuk lari, suatu hari nanti, dalam sekali seumur hidup, saya ingin ikut full marathon. Kalau bersepeda ya ikut Bromo KOM sebagai finisher,” bilang ibu satu putra tersebut.

Atikoh baru empat tahun menjadi cyclist yang aktif. Sebelumnya dia hanya bersepeda ketika car free day. Bersepeda juga menjadi tunggangan saat menemani sang suami, Ganjar Pranowo berdinas pada akhir pekan. 

“Biasanya, pas Jumat, Sabtu, Minggu itu bapak kerjanya pakai sepeda. Jadi bike to work,” cerita Atikoh kepada Mainsepeda.com.

Pada 2015 dia mulai tertarik untuk menjajal Mountain Bike (MTB). Kemudian ia beralih ke sepeda hybrid. Atikoh lantas mencoba road bike pada setahun terakhir. Kepada jenis sepeda terakhir lah Atikoh menambatkan hatinyi.

“Road bike itu bisa berlari kencang di medan. Awalnya saya takut saat turunan. Sebab pada dasarnya saya memang takut ketinggian. Kalau sekarang sudah tidak ada masalah,” ucapnyi.

Atikoh semakin aktif gowes sejak memakai road bike. Berbagai ajang sepeda mulai diikuti. Terbaru, Atikoh ambil bagian dalam Tour de Borobudur (TdB). Dia berhasil finis di dua etape. Menaklukkan rute sejauh lebih dari 250 kilometer.

Pencapaian di TdB membuat Atikoh semakin percaya diri. Kini, ia hanya tinggal mempersiapkan mental untuk menghadapi rintangan terberat, yaitu Bromo KOM Challenge 2020 pada 14 Maret mendatang.

“Banyak orang mengatakan ini horor. Apalagi pada delapan kilometer terakhir. Namun, justru hal ini yang membuat saya semakin penasaran. Tapi kalau tidak dicoba, saya tidak akan tahu. Itu obsesi saya,” tegasnyi.

Atikoh bukan satu-satunya cyclist yang berkeinginan untuk mengikuti Bromo KOM Challenge 2020. Walaupun pendaftarannya belum dibuka, banyak cyclist yang sudah berancang-ancang untuk mengikuti event ini.

“Saya sudah dihubungi banyak orang, dan banyak komunitas. Semuanya bertanya kapan pendaftaran Bromo KOM dibuka. Minat cyclist terhadap Bromo KOM Challenge sungguh luar biasa,” ucap Yan Christanto dari AASoS, Azrul Ananda School of Suffering.(mainsepeda)

Foto: Dewo Pratomo


COMMENTS