Bersepeda termasuk olahraga paling kompleks. Di satu sisi beautiful, karena bisa memberikan kesehatan dan opsi menikmati alam. Di sisi lain juga menyakitkan, karena bisa menuntut komitmen penghobinya untuk merasakan siksaan menaklukkan tantangan.

Banyak merek apparel biasanya menekankan “sisi keras” olahraga ini. Mengajak untuk “menikmati siksaan” atau memaksakan diri melaju lebih kencang dan lebih berani.

Tentu saja, tidak semua penghobi seperti itu. Di mana ada yang serius, pasti ada yang menginginkan sisi “sejuk.” Bahkan sisi lucu.

Sekarang, di Indonesia, sudah ada merek yang siap menyalurkan aspirasi tersebut. Namanya Johnny Ray Cycling. Dari Indonesia, 100 persen buatan Indonesia.

Johnny Ray lahir dari kelucuan dan keunikan seorang Raymond Siarta. Dia sangat hobi sepeda, suka koleksi berbagai jenis. Dia juga sangat suka gowes. Tidak segan mengikuti even-even terberat di berbagai negara walau kemampuan dipaksakan. Dan satu lagi: Dia sangat suka makan. Yang bagi cyclist “serius” bisa dianggap sebagai pantangan.

Atas desakan dan paksaan teman-teman, Johnny Ray pun lahir. Untuk mewakili kalangan pesepeda yang belum tentu ingin kelihatan seperti atlet sepeda.

Mission statement-nya saja sudah keren: “To provide quirky cycling clothing and accessories for all cyclists of different shapes and sizes.”

Artinya kurang lebih: Untuk menyediakan pakaian dan aksesori sepeda yang unik untuk semua cyclist dengan berbagai bentuk dan ukuran.

“Kebanyakan koleksi awal kami adalah apparel untuk penggemar Brompton dan sepeda lipat. Bahannya modern, membantu kenyamanan bersepeda. Desainnya unik, membantu keseruan bersepeda. Tapi ada juga desain-desain kartun yang lucu dan menggelitik,” kata Raymond.

Salah satu desain kartun yang dimaksud: Jersey warna-warni dengan gambar pesepeda sedang rakus makan (seperti sang pendiri). Tulisannya memelesetkan kutipan kondang legenda balap, Eddy Merckx.

Pembalap Belgia berjulukan “Kanibal” itu terkenal dengan ucapan “Ride Lots.” Maksudnya, kalau ingin kuat, ya harus “ride a lot” alias banyak bersepeda.

Pada jersey Johnny Ray, kutipan itu diekspansi menjadi: “Ride Lots, Eat Lots More” alias “Gowes yang banyak tapi juga makan lebih banyak”!

Raymond menegaskan, harga koleksi Johnny Ray tetap akan dibuat terjangkau. “Salah satu niat dibuatnya merek ini juga untuk mengajak semakin banyak orang gowes, dan menjaga yang sudah gowes supaya tetap asyik gowes,” pungkasnya.

Johnny Ray apparel ini sudah mulai bisa didapatkan sekarang. Galerinya baru dibuka, terdapat di Surabaya Town Square (Sutos), Jalan Hayam Wuruk Surabaya, Street Level. Tentu saja bisa lewat akun Instagram resmi @johnny_ray_sports. (mainsepeda)

 

 

Populer

Tour de Romandie 2026-Etape 2: Pogacar Tak Terbendung, Rebut Kemenangan Beruntun
Tour de Romandie 2026-Etape 3: Dorian Godon Hentikan Dominasi Pogacar
Bromo KOM 2026: Ketika Cyclist Asing Penasaran Istilah "Naik Haji" dan Siksaan Tanjakan Wonokitri
Eschborn-Frankfurt 2026: Zimmermann Taklukkan Pidcock dalam Sprint Dramatis
Bintaro Loop: Trek Menantang dan Fasilitas Lengkap
Bakal Debut di Bromo KOM 2026, Puluhan Cyclist Asal Kupang Mulai Persiapkan Fisik dan Strategi
Lintang Flores, Ultra-endurance Cycling Pengeliminasi Separuh Peserta
Tour de Romandie 2026-Etape 1: Pogacar Rebut Jersey Kuning Lewat Aksi Sprint Langka
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Alex Zanardi Kembali ke Rumah setelah 18 Bulan di Rumah Sakit