“Cikeas diambil dari nama wilayah sekitar Cibubur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kebetulan dekat dengan kediaman mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jadi numpang beken dikit, klub gowes kami namakan Cikeas Cycling Team,” buka Didin Kusnandar, ketua Cikeas Cycling Team (CCT).

Yang spesial, sejak 2006, CCT fokus pada pembinaan atlet. Karena menurut pendiri CCT yakni Asep A. Halim, Heru Yulianto, dan Norman Benny hanya dengan prestasi atlet-lah bisa membuat nama CCT dikenal banyak orang.

“Jadi misi utama kami adalah mempersatukan atlet-atlet muda berprestasi di balap sepeda. Juga menyatukan penggemar sepeda balap di sekitar Cibubur,” bilang Didin.

Tak jarang, CCT mengirimkan perwakilan di even balap sepeda berskala lokal maupun nasional. Salah satu agenda balap yang rutin diikuti adalah Tour de Indonesia sejak 2011 hingga 2015. Juga Tour de Singkarak.

“Banyak pembalap kami yang menempati posisi lima besar di TdI itu,” bangga Didin. Prestasi lain diukir oleh Kurniawan Timbul, atlet CCT yang menjadi King of Mountain di Tour de Lombok. Paling baru, Dewa Hutomo Aji berhasil menyabet sebagai juara 1 King of Mountain di even Tour de Ambarukkmo 2019.

Saat ini, CCT membina 5 orang atlet yaitu Dewa Hutama Aji, Sardiana, Cliff Syauta, Arief B Lubis, dan Teddy Andrian. “Mereka mempunyai pelatih yaitu Hery Yulianto. Dan latihannya kadang bersama anggota CCT lain,” bilang Didin.

Memang, selain membina atlet, banyak anggota CCT adalah penghobi, karyawan swasta, anggota TNI, dan pengusaha yang senang gowes. setiap hari Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu mereka kerap latihan nge-loop di perumahan Kota Wisata Cileungsi mulai jam 6 hingga 9 pagi.

“Lumayan juga, bisa menempuh jarak 80 – 100 km,” bilang Hery. Sedangkan tiap akhir bulan, CCT mengadakan gowes keliling Jakarta dengan endurace pace sejauh 100 km.

“Kadang juga latihan nanjak ke Gunung Batu dan Ciherang Jonggol, Carita, KM0 Sentul, atau Puncak Pass. Rute Cibubur-Cirebon, Cibubur-Pantai Carita Banten, Cibubur-Bandung, Majalengka dijabani juga sebagai program latihan,” tutur Hery.

Saat ini CCT memiliki anggota sekitar 85 cyclist. Dan mereka semua disatukan dalam Whatsapp Group untuk update info jadwal latihan maupun even gowes. Mengakrabkan antar anggota, setiap selesai ride pasti berkumpul untuk makan dan ngobrol.

Didin sangat mengharapkan CCT terus eksis sebagai klub sepeda yang bisa menghasilkan atlet balap sepeda berkualitas. “Selain mencetak atlet, CCT juga bisa memasyarakatkan olahraga sepeda di Jabodetabek dan mempererat silahturami demi bersatunya Indonesia lewat sepeda,” tutup Didin. (mainsepeda)

 

Populer

Giro d'Italia 2026-Etape 5: Igor Arrieta Menang Dramatis Setelah Dua Kali Crash
Ada Apa di Wdnsdy Café, Kafe Cycling Pertama Indonesia?
Giro d'Italia 2026-Etape 4: Narvaez Menang Sprint, Ciccone Rebut Jersey Pink
Kevin dan Chika Juara Go West Gantasan 22
Simak Cara dan Biaya Registrasi Bromo KOM 2023
Pesona Selo “Ring of The Fire”, Sensasi Menanjak Membelah Merapi dan Merbabu
Helm-Helm Baru Abus: Aero dan Lebih Terjangkau
Tren Sadel Hidung Pendek
Wdnsdy AJ62: Performance Nyaman untuk Cyclist Indonesia
Bianchi Merilis Sprint, Road Bike dengan Harga Terjangkau