MainSepeda -
May 17, 2024
Kedatangan Squad Baja Cycling Club (Squba CC) dan Grand Lake City Cycling Club saat pengambilan race pack Antangin Bromo KOM X di Surabaya Town Square (Sutos) mencuri perhatian, karena menggunakan bus modifikasi dengan bike stand.
MainSepeda -
May 17, 2024
Tak hanya kegiatan olahraga biasa, founder Mainsepeda Azrul Ananda mengklaim Antangin Bromo KOM X memberikan efek ekonomi yang besar bagi Jawa Timur. Khususnya bagi Surabaya dan Pasuruan, dua kota yang dilalui oleh para cyclist nantinya.
MainSepeda -
May 17, 2024
Tahun ini ada cyclist asing yang datang dari 17 negara. Jasper Jan Kuizenga dari Belanda serta David Mark Wiles dari Australia salah satunya. Jasper dan David datang dengan semangat yang sama: remedi!
MainSepeda -
May 17, 2024
Antangin Bromo KOM X bagi banyak cyclist tidak hanya gowes dari Surabaya ke Puncak Wonokitri di Bromo. Banyak cyclist dari luar kota datang ke Kota Pahlawan sekaligus liburan. Karena itu, meski lomba baru diselenggarakan Sabtu, 18 Mei 2024, mereka sudah datang di Surabaya Kamis (16/5). Termasuk para cyclist dari Kalimantan.
MainSepeda -
May 17, 2024
Setelah 12 etape mencoba, pembalap Soudal Quick-Step Julian Alaphilippe menunjukkan kembali kapasitasnya sebagai cyclist kelas dunia. Ia memenangkan balapan Giro d'Italia pertama kali dalam karirnya usai finis solo di Fano.
MainSepeda -
May 16, 2024
Trio cyclist berparas rupawan asal Manado bakal meramaikan event Antangin Bromo KOM X yang digelar Sabtu, 18 Mei 2024. Ketiganya ialah Ahmad Fajar Ghassani, Alphinstar Aprilia Hanserta Worotitjan, dan Kenzo Kimi Manoppo. Mereka berumur 18 tahun.
MainSepeda -
May 16, 2024
Maribeth Jelita dan Ida Bagus Alit Narendra menjadi dua debutan di Bromo KOM. Keduanya ikut karena banyak keistimewaan di edisi spesial Antangin Bromo KOM X ini. Maribeth berpartisipasi karena ada kelas baru women under 29, Narendra ikut karena banyak layanan dan item istimewa dalam edisi spesial ini.
MainSepeda -
May 16, 2024
Keputusan penyelenggara Antangin Bromo KOM X untuk memulai start lebih awal dipuji oleh cyclist asal Malang, Dwi Triyanto. Jebolan East Java Journey (EJJ) 2024 ini mengaku merasakan bahaya dari cuaca panas eksterm dan kelembapan di tinggi yang terjadi di Indonesia belakangan ini saat berlatih ke Bromo.