brompton
Brompton Monas Cyclist Taklukkan Paris-Brest-Paris 1.200 km Dalam 82 Jam
Total 6.500 cyclist. Jarak 1.200 km. Elevasi 12.000 meter. Time limit 90 jam. 13 cyclist dari Indonesia. 2 cyclist Indonesia menggunakan Brompton. Dan… mereka lulus Paris-Brest-Paris tanggal 16-19 Agustus lalu dalam waktu 82 jam 53 menit! Beri tepuk tangan pada Hendriyanto Wijaya dan Sandy Adila!
Brompton Explore, Senjata Baru untuk Penggemar Turing
Kali ini, sepeda lipat asal Inggris, Brompton yang identik dengan city ride, commuter ride atau social ride ingin mengajak cyclist meninggalkan hiruk-pikuk perkotaan sejenak. Untuk itu, di even Eurobike 2019 di Jerman, Brompton meluncurkan varian special edition terbarunya, Explore. Brompton
Romantisme Erry-Rina Dalam Tiap Kayuhan Sepeda
Kisah cinta Erry Akbar Panggabean dan Siti Syahrina Sari berawal dari sepeda. Saat mereka pacaran tahun 1988 silam, keduanya menggunakan sepeda sebagai alat transportasi di Medan. Inilah nostalgia, kebersamaan, kekompakan, romantisme mereka dalam berbagi sukacita, makan, ngopi. Banyak menemukan hal baru di perjalanan berdua saat tersesat. Rasanya mereka sudah bersatu dalam tiap kayuhan sepeda.
Tas dan Cover Brompton untuk Traveling
Travelling membawa Brompton itu seru. Bisa eksplor daerah baru sekaligus menjalankan bisnis atau liburan bersama keluarga. Bila perginya dengan mobil pribadi, pasti tidak ada masalah membawa Brompton kesayangan.
Brompton Limegreen “Menghancurkan” Kolesterol Ichan
Harus olahraga! Hanya dua kata pendek itu yang diterima Iman Chandra dari dokter tahun 2007 lalu. Akibat dari “rapor merah” kondisi kesehatannya. Kolesterol berada jauh di atas batas normal.
Cerita Seru Baron dengan Brompton Berpedal Anak-Anak dan “Helm Elpiji Melon”
Tidak mau ribet, tidak mau repot. Itu yang jadi dasar Baron Martanegara dalam memilih gowes dengan sepeda lipat. Sepedanya simpel, mungil, mudah dibawa-bawa. Apparelnya bejibun pilihan, tidak perlu pake jersey khusus yang ketat, tidak perlu pakai sepatu khusus yang kaku. Baron pernah mencoba olahraga lain, untuk menjaga kebugaran. Tetapi semuanya tidak bertahan lama. “Saya mudah bosan!” alasannya.
“Meditasi” ala Endot, Turing Ribuan Kilometer dengan Sepeda Lipat
Awas, bersepeda bisa membuat adrenalin tertantang untuk lebih jauh dan lebih jauh lagi! Seperti yang dialami oleh Endy Anitiyarsa. Cyclist asal Jakarta Timur ini awalnya tidak ada niat bersepeda. Bermula dari B2W, Endot malah gowes ratusan bahkan ribuan kilometer di atas sepeda lipatnya menjelajah berbagai kota di Indonesia.