Yohan Hadianto dan Donny Adi Soetjipto sedang gowes santai dengan Brompton. Berdua berhenti di Simpang Lima Semarang untuk sekedar berfoto. Bertemulah mereka dengan dua cyclist pengguna Brompton juga. Mereka memperkenalkan diri sebagai Herry Fathur dan Satrio Hartoko.

“Akhirnya kita sering hang out bersama. Lama kelamaan kita cocok dan sepakat membentuk komunitas Brompton024 (B024) Semarang. 024 adalah kode telepon area kami,” cerita Yohan.

Brompton 024 Semarang, berawal dari empat orang berkembang menjadi 58 anggota. Dari kiri : Denny, Hari, Tanto, Agus, Donny, dan Yohan

Hingga hari ini, komunitas yang tanggal lahirnya disepakati tanggal 8 Maret 2015 ini telah memiliki 58 anggota. “Hampir tiap Sabtu dan Minggu kita ada jadwal gowes bersama untuk mempererat hubungan. Titik kumpul di Simpang Lima depan halte BRT dan tempat finis berpindah-pindah. Tergantung disepakati mau breakfast dan ngopi dimana,” ungkap Donny yang memodifikasi Bromptonnya jadi warna superhero Ironman.

Di luar hari wajib Sabtu dan Minggu, B024 Semarang juga sering melakukan night ride. “Tidak ada jadwal khusus. Biasanya mengajak night ride melalui grup Whatsapp. Anggota yang sedang nganggur langsung menyambut ajakan gowes bareng dan ngopi malam itu,” imbuh Herry.

Jangan remehkan sepeda mungil nan menggemaskan ini. B024 Semarang tidak hanya gowes kuliner. Mereka sering juga turing keluar kota. Tujuannya bisa ke Ambarawa dengan jarak 70 km pergi pulang. Kota Demak juga sering dijadikan tujuan. “Cukup 60 km pergi pulang,” bilang Yohan.

Pernah juga “setengah turing”, jadi Herry dan beberapa anggota B024 Semarang naik kereta api menuju Tegal. Lalu gowes jalan-jalan dan kuliner di kota Tegal.

Saat beristirahat di sebuah mal, Herry memberi undian kejutan buat yang ikut gowes ke Tegal. “Hadiahnya sadel Brooks dan uang sejuta rupiah. Beruntung banget Satrio dapatkan sadelnya dan Tunggal sabet hadiah uangnya!” cerita Yohan tertawa.

Turing ke pulau Karimunjawa di Jepara jadi menu wajib B024 Semarang.

Anggota komunitas yang mempunyai agenda tahunan baksos ke panti asuhan dan panti jompo ini sangat beragam. Mulai pelajar SMP, mahasiswa hingga pensiunan.

Dipastikan kekuatan fisik merekapun tidak sama. Lucunya, saat turing bersama di even J150K, Amik dan Tejo finis jam 7 malam. “Biarpun mereka tidak secepat yang lain, tapi semangatnya tinggi. Mereka finis saat area check point terakhir itu sudah bubar,” tutur Yohan memberi acungan jempol.  

Tidak melulu soal kuliner dan turing. Balapan? B024 Semarang pernah meraih juara harapan di KOM even Boyseli 100K di Boyolali. “Wiwi yang paling kuat nanjak dan endurance di komunitas kami. Wajar kalo dia bisa dapatkan juara harapan,” puji Donny pada rekannya itu.

Wiwi pernah meraih juara harapan KOM di even Boyseli 10K di Boyolali.

Paling unik adalah cara dalam menggaet anggota untuk masuk dalam komunitas B024 Semarang. “Saling meracuni, itu kuncinya!” seru Yohan yang didaulat jadi ketua B024 Semarang.

Yohan bercerita, ada teman bernama Iskandar. Pernah turing keliling pulau Karimunjawa di Jepara menggunakan Brompton pinjaman dan berjanji sepulang turing akan beli Brompton. Tapi, Iskandar masih belum beli juga.

“Teman-teman sepakat, apabila ada Brompton yang dijual di medsos BOGI maka rame-rame ditautkan ke facebook Iskandar. Setelah beberapa bulan akhirnya beliau tidak tahan dan beli Brompton tipe M warna limegreen,” bilang Yohan tertawa.

Iskandar akhirnya menyerah dengan "racun" dan membeli Brompton tipe M warna limegreen.

Hal serupa dialami Rio Herwindo. “Ganas banget racun kawan-kawan. Saya memang demen dengan Brompton karena sepedanya memang enak, tapi belum sempat beli. Eh, tiap hari racun Brompton secondhand masuk ke medsos saya. Akhirnya nggak tahan, beli juga. Dan sekarang saya bahagia jadi keluarga besar B024 Semarang!” celotehnya.

Cerita racun-meracuni belum berhenti. Donny –pun berhasil membuat Wibowo Sutedjo dan Michael Amix mengandangkan Ducati Diavel dan Streetfighter 848!

“Saya ajak mereka hidup sehat dengan bersepeda tapi fun pakai Brompton. Dan berhasil! Malah Amix sekarang sudah punya tiga Brompton, tuh!” tuturnya.

Michael Amix (kiri) mengandangkan Ducati demi gowes Brompton bersama Donny (kanan). 

“Korban” racun yang paling dekat adalah keluarga. Sinar Kumala berhasil meracuni seluruh keluarganya. Sinar mengaku punya sembilan unit Brompton. “Saya, istri dan dua anak saya semuanya keracunan sepeda lipat lucu ini,” bangga Sinar.

Sinar Kumala (tiga dari kiri) bersama istri dan dua anaknya yang semuanya penggemar Brompton.

Di B024 Semarang ada sembilan anggota wanita, tapi jangan macam-macam, semuanya adalah istri dari anggota. “Jadi racun Brompton yang merasuk pelan tapi pasti ini harus disambut, jangan ditentang. Racun ini membuat hidup sehat. Sehat tubuhnya, sehat jiwanya karena happy bisa kumpul-kumpul,” tutup Herry disambut anggukan Yohan dan Donny. (mainsepeda)

 

Agus Dwi (kiri) dan Muji Priyono (kanan) saat seru-seruan berseragam anak sekolah SD di even Brompton Day Out 5 Surabaya beberapa waktu lalu.

 Foto : dok pribadi B024 Semarang

 


COMMENTS