Ambil Starter Kit Bromo KOM dengan Tekad Lunasi Hutang

Rabu, 13 Maret, adalah hari pertama pengambilan starter kit untuk even menanjak paling bergengsi, Herbana Bromo KOM Challenge. Hingga jam 9 malam, tercatat sudah 280 cyclist yang mendatangi Wdnsdy Café untuk mengambil jersey dan nomor BIB-nya.

Memang, mayoritas yang mengambil masih dari cyclist lokal Surabaya dan sekitarnya. Terjauh masih dari Banyuwangi yakni tim BRCC (Banyuwangi Road Cycling Community).

“Saya datang bersama teman-teman Rainbow dan HCT sengaja di hari pertama ini biar tidak ramai. Karena kami mengambil 15 starter kit jadi pasti panitia memerlukan waktu,” tutur Hari Fitrianto, pengguna Wdnsdy AJ1 warna chartreuse.

Komunitas RatjoenCC Malang juga hadir beramai-ramai mengambil starter kit-nya. Total 33 cyclist RatjoenCC ikut berpartisipasi di Herbana Bromo KOM Challenge.

Peserta individual, Agus Mardi Santoso asal Surabaya, tercatat sebagai cyclist pertama yang mengambil starter kit. “Saya mengajak istri makan pagi dan menikmati kopi di Wdnsdy Café. Kebetulan tim registrasi udah siap, jadi sekaligus ambil starter kit. Eh, malah tercatat sebagai orang pertama, nih! Bangga sekaligus kaget!” tuturnya lantas tertawa.

Senada dengan Hari, Agus Mardi sengaja mengambil jersey di hari pertama agar tidak ramai dan antri. “Kebetulan ada booth Wdnsdy bike, SUB jersey, dan Strive bisa lihat-lihat produk terbaru asal Indonesia ini. Jadi lebih semangat mengambil jersey pagi-pagi,” bilang pria yang berprofesi sebagai kapten kapal.

Sebagai cyclist sejati, Yunus Asyary menunggangi Brompton-nya di sore hari sepulang kantor ke Wdnsdy Café Surabaya Town Square untuk mengambil starter kit. Anggota BroW (Brompton Waskita) ini memang doyan bersepeda sejak 2013. Awalnya gowes dengan road bike, sekarang menambah hobi gowes dengan Brompton.

“Saya pakai Cervelo S5 dan ini akan saya gunakan untuk menanjak ke Wonokitri, Bromo. Ada hutang yang harus saya bayar karena saya tidak lulus hingga finis tahun 2017 lalu,” tekadnya.

Selama dua tahun, Yunus melatih diri, mental, dan ototnya. Sering gowes menanjak ke Jatijejer, Tretes, dan Taman Dayu, Pandaan jadi menu latihan menghadapi Bromo KOM Challenge.

Di kelas Brompton, Drg. Amalia Astrid tercatat sebagai cyclist pertama yang mengambil starter kit. Kebetulan pagi itu, Lia, sapaan akrabnya janjian ngopi bersama Leviny Zachreina dan Maya Anggraini.

“Saya sangat bersemangat karena ada kategori baru, Brompton jadi ini adalah tantangan,” bilang dokter Lia.

Pengambilan starter kit even yang diselenggarakan oleh Azrul Ananda School of Suffering (AA SoS), Strive Nutrition Products, SUB Jersey, OtakOtak even organiser dan didukung oleh Kodam V/Brawijaya, Pemkot Pasuruan, dan Mainsepeda.com ini masih berlanjut hari ini hingga besok Jumat, 15 Maret jam 10 pagi hingga 9 malam.

Untuk memeriahkan acara, di Wdnsdy café terdapat juga booth dari Wdnsdy Bike, SUB Jersey, Strive, dan Herbana. (mainsepeda)

Jadwal Pengambilan Starter Kit

Hari : Rabu – Jumat

Tanggal : 13 – 15 Maret 2019

Jam : 10.00 – 21.00

Lokasi : Wdnsdy Café Surabaya Town Square street level

Info : Farid  081 2162 29816 atau Yan 0822 34 777 004

Jadwal Even

Start                : Lapangan Makodam Surabaya (non sepeda lipat dan Brompton)

                       : GOR Untung Suropati Pasuruan (khusus sepeda lipat dan Brompton)

Jam start        : 06.00 dari lapangan Makodam Surabaya

                     : 08.30 dari GOR Untung Suropati Pasuruan

Pitstop 1         : GOR Untung Suropati Pasuruan (60 km dari Surabaya)

Start KOM      : Pasrepan (15 km dari GOR Untung Suropati)

Feeding zone 1          : lapangan desa Puspo (22 km dari GOR Untung Suropati)

Feeding zone 2          : jembatan beton Baledono (33 km dari GOR Untung Suropati)

Finis               : Wonokitri, Bromo

Time limit       : jam 13.00

acara selesai  : jam 14.00

 

 

 

 

 

 


COMMENTS