Awal tahun, belum banyak even balap sepeda bergengsi yang digelar di Indonesia. Dan Herbana Bromo KOM Challenge dijadikan incaran oleh tim-tim balap sepeda papan atas Indonesia.

KFC Cycling Team (KCT) dan PGN Road Cycling Team (PRCT) yang tercatat sebagai UCI Continental Team asal Jakarta menjadikan even yang digelar tanggal 16 Maret ini sebagai ajang latihan sekaligus pembuktian kemampuan tim.

“Tim kami akan berlaga di Tour of Thailand tanggal 1-6 April. Di Thailand medannya juga menanjak. Jadi sangat pas timing latihannya di Bromo ini,” tutur Mat Nur, manager KFC Cycling Team.

KCT akan menurunkan tujuh cyclist terbaiknya. Muhammad Abdurrohman, Selamat Juangga, Abdul Soleh, Mahrus Ali, Abdul Gani, dan Firman Hidayat akan berlaga di kategori Men Elite. Sedangkan sang menejer, Mat Nur akan berlaga di kategori Men Master usia 35-40.

Tidak main-main, pembalap KCT yang turun di Men Elite kerap meraih podium di kejuaraan balap internasional. Abdul Soleh pernah juara di Tour de Singkarak stage 5 dan 6 tahun 2017, Selamat Juangga pernah juga juara stage di Tour de Ijen.

“Abdul Gani juara satu stage dua Tour de Indonesia dan juara satu Jelajah Malaysia stage satu tahun 2017,” imbuh Mat Nur. Menanjak konstan sepanjang sekitar 25 kilometer untuk meraih elevasi setinggi 2.000 meter Herbana Bromo KOM Challenge, menurut Mat Nur, sangat cocok untuk melatih climbing endurance.

PGN Road Cycling Team (PRCT) juga menurunkan tujuh pembalapnya. “Semua turun di kategori Men Elite,” tutur Rastra Patria, menejer PGN Road Cycling Team. Beberapa nama dari PRCT ini sudah berlaga di Bromo KOM 2018.

Sebut saja, Robin Manullang, Jamal Hibatullah, Bambang Suryadi, Sandy Nur Hasan, Odie Purnama Setiawan, dan Aiman Cahyadi. Semua ini adalah pembalap-pembalap top Indonesia.

“Robin Manullang dan Jamal Hibatullah menduduki peringkat empat dan lima kategori Men Elite Bromo KOM 2018. Tahun ini, prestasi harus lebih baik,” harap Rastra.

Senada dengan Mat Nur, Herbana Bromo KOM Challenge ini dijadikan sarana latihan oleh PRCT sebelum berlaga di Tour Iskandar Johor tanggal 17-24 April.

Herbana Bromo KOM Challenge memang menarik perhatian banyak pembalap papan atas. Karena pemenang di 13 kategori (11 kategori usia plus kategori sepeda lipat dan Brompton) akan mendapatkan hadiah yang menggiurkan berupa fresh money, medali, dan piagam.

“Untuk peraih juara satu KOM dan QOM berhak mendapatkan piala bergengsi, piala Pangdam V/Brawijaya,” tutur Azrul Ananda, penggagas even menanjak paling bergengsi ini.

Even yang diselenggarakan oleh Azrul Ananda School of Suffering (AA SoS), Strive Nutrition Products didukung oleh SUB Jersey, OtakOtak event organiser dan Mainsepedacom ini akan menempuh total jarak 100 km dan start dari Surabaya.

Perjalanan menempuh 60 km menuju pitstop pertama di GOR Untung Suropati Pasuruan. “Di sini akan dijamu oleh Pemerintah Kota Pasuruan. Sebagai bentuk dukungan Pemkot terhadap even yang masuk dalam agenda rangkaian ulang tahun kota Pasuruan ke-333,” bilang Cipto. S. Kurniawan, bos Strive Nutrition Products yang sekaligus pengusaha asal Pasuruan.

Di GOR Untung Suropati, akan dilepas 1.000 cyclist pengguna road bike, MTB, sepeda lipat, dan Brompton menuju finis di Wonokitri, Bromo di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut.

“Selepas GOR, rute akan flat sekitar 15 km. Lalu semua peserta akan melewati gate yang dilengkapi sensor timing chip sebagai pencatat waktu otomatis. Dari situlah, sekitar 25 km menanjak konstan hingga finis dan balapan untuk menjadi yang tercepat dimulai,” tutup Yan Christanto, panitia Herbana Bromo KOM Challenge 2019. (mainsepeda)

 

           


COMMENTS