Komunitas sepeda yang seluruh anggotanya perempuan, Women Cycling Community (WCC) Nusantara merayakan ulang tahun keempat. Seluruh chapter yang tersebar di berbagai kota di Indonesia merayakannya meskipun tidak serentak di tanggal yang sama.

WCC chapter Jawa Timur yang beranggotakan WCC Surabaya, Malang, dan Kediri ini merayakannya hari Minggu, 20 Januari. Malang dan Batu dipilih jadi tempat acaranya.

Meskipun puncak acara digelar hari Minggu, tapi beberapa cyclist perempuan WCC Surabaya berangkat hari Sabtu, 19 Januari. Naik mobil? Tidak! Digowes dari Surabaya menuju Malang!

Rombongan WCC Surabaya berjumlah 9 orang berangkat jam 5 pagi dari Surabaya. Pitstop pertama di Taman Dayu, Pandaan sekitar jam 7 pagi. Lalu setelah istirahat, perjalanan WCC Surabaya dilanjutkan. "Jam 8 pagi sampai di Kebon Raya Purwodadi dan menunggu dijemput WCC Malang,” tukas Isna Iskan, kordinator WCC Surabaya

“Salut dengan semangat dari WCC Surabaya yang gowes berangkat. Kita sambut mereka di Kebon Raya Purwodadi,” tutur Yosvina diamini oleh Rina Harjianto, kordinator dari WCC Malang.

Tepat jam 10.40 pagi itu, mereka masuk Malang. “Perjalanan yang seru. Berangkat sudah ditemani hujan, lalu ada banjir di poros Sidoarjo-Porong, sempat kepanasan di Purwodadi. Lalu bermacet-macet ria di Karanglo dan memasuki Malang disambut dengan hujan lebat. Klop dah!” cerita Maya Anggraeny, kordinator WCC Surabaya.

WCC Surabaya ride ke Malang di hari Sabtu, 19 Januari.

Cerita tak kalah serunya dari WCC Malang. Berangkat dua orang yakni Yosvina dan Rina mereka melewati tol Malang Pandaan (Mapan) yang masih ditutup meskipun sudah beroperasi saat liburan natal tahun baru lalu.

“Meskipun semua anggota kami perempuan, tapi pasti ada WCC Bro saat turing jauh seperti ini. Mereka yang membuka jalan untuk kami juga menjaga keselamatan kami,” tutur Isna.

Sesampai di Malang, makan siang di depot ayam goreng Dempo telah menunggu. Beberapa anggota WCC Surabaya kembali ke Surabaya karena ada keperluan lain. Sisanya menginap di Malang.

Hari Minggu, puncak acara ulang tahun WCC Nusantara keempat. Pagi-pagi jam 5, seluruh anggota WCC Malang, Surabaya, dan Kediri sejumlah 18 cyclist perempuan mulai kumpul di H1, markas RatjoenCC Malang.

Pagi itu, rute menuju Goa Pinus di Pujon, Batu. “Jaraknya 60 kilometer pergi pulang dan menanjak setinggi 850 meter,” tutur Rina saat memberi briefing.

Rute yang dilewati adalah Dau, Tlekung, Museum Satwa, patung sapi Pujon, Goa Pinus, dan finis kembali ke H1. “Karena kita turis dan kita perempuan, foto-foto jadi menu wajib. Museum Satwa dan Goa Pinus jadi spot utama,” pinta Maya dan disetujui oleh seluruh peserta.

Paling favorit adalah spot foto Goa Pinus karena pemandangannya spektakuler bisa lihat kota Batu dari atas dan gunung Penanggungan jadi background.

“Ini nih, yang membuat gowes itu menyenangkan meskipun kadang menyiksa. Selalu ada tujuan yang indah dan keren buat difoto!” tukas Lucia Megawati, anggota WCC Surabaya.   

Widoretno, salah satu anggota WCC Surabaya juga antusias dengan acara ini. “Bisa menambah teman dan bisa saling mengukur kemampuan. WCC Surabaya harus lebih kompak untuk latihan bersama sebulan dua kali. Terima kasih WCC Malang atas undangan dan jamuannya,” tutur Widoretno.

Setelah finis di H1, markas RatjoenCC itu, seluruh peserta disambut dengan makanan yang lezat. Ada bakso, getuk, orem, dan es degan. Yang tak kalah spesialnya adalah nasi bancakan tidak berbentuk biasa. Tapi berbentuk logo dan tulisan WCC. “Ini ide dari WCC Bro, Yen-Yen yang ingin memberikan tampilan sempurna dan mengesankan untuk tamu WCC Surabaya dan Kediri,” kekeh Yosvina.

“Kami, WCC Jawa Timur ingin menjalin keakraban dengan gowes bersama. Kami juga ingin jadi inspirasi buat para perempuan di seluruh Nusantara untuk hidup sehat dengan bersepeda. tentunya bersepeda cantik, nyaman, dan aman. Kami juga siap memeriahkan even Herbana Bromo KOM Challenge,” tutup Yosvina saat memberi sambutan sesaat sebelum makan siang. (Yudy Hananta)

           

   Foto : tim RatjoenCC        


COMMENTS