Kejutan, Brandon McNulty Juara Dunia Road Race 2026

| Penulis : 

Brandon McNulty mengukir pencapaian terbesar dalam kariernya setelah merebut gelar juara dunia road race 2026 di Montréal, Kanada, Senin (28/9) dini hari WIB.

Pembalap Amerika Serikat itu membuat kejutan lewat serangan pada 33 kilometer terakhir. Meski tenaganya mulai terkuras pada fase akhir lomba, McNulty mampu mempertahankan keunggulan hingga garis finis dan membawa pulang jersey pelangi.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi gelar juara dunia pertama bagi McNulty. Lebih dari itu, ia menjadi pembalap Amerika Serikat pertama yang memenangi nomor road race putra di Kejuaraan Dunia dalam 33 tahun.

Nama terakhir dari AS yang mengenakan jersey pelangi di nomor ini adalah Lance Armstrong, yang menjadi juara dunia pada 1993 di Oslo.

“Saya kehilangan kata-kata,” kata McNulty setelah finis.

Pembalap berusia 28 tahun asal Phoenix itu mengaku sudah berada di batas kemampuan pada putaran terakhir. Namun, ia terus mempertahankan ritme untuk menghindari kejaran para rival.

“Pada lap terakhir saya berada di zona dua, saya benar-benar sekarat, tetapi saya terus mendorong,” ujar McNulty.

Ia bahkan sempat bercanda dengan istrinya pada pagi sebelum perlombaan mengenai peluang meraih kemenangan. Saat itu, McNulty tidak menganggap dirinya sebagai kandidat utama.

“Saya tahu sesuatu bisa terjadi, tetapi dibutuhkan keajaiban. Dan hari ini, saya kira, keajaiban memang terjadi,” tuturnya.

Di balik kemenangan McNulty, Amerika Serikat memainkan peran penting dalam perlombaan yang berlangsung sangat agresif di Montréal itu. Mereka terus menempatkan pembalap di bagian depan peloton secara bergantian.

Quinn Simmons menjadi salah satu pembalap AS yang lebih dulu tampil aktif. Setelah itu, Matteo Jorgenson mengambil peran sebelum McNulty menjadi penentu pada fase akhir.

McNulty sendiri tidak datang sebagai salah satu favorit utama. Namun, persaingan yang berlangsung terbuka membuat sejumlah nama unggulan ikut terkuras.

Remco Evenepoel, yang baru saja merebut gelar juara dunia time trial, tampil agresif. Mathieu van der Poel juga berulang kali menyerang. Sementara pembalap muda Meksiko Isaac del Toro menunjukkan performa kuat.

Namun, seluruh kandidat tersebut akhirnya gagal menghentikan McNulty.

Balapan Montréal berlangsung dalam tempo tinggi sejak kilometer pertama. Tak lama setelah start, 17 pembalap berhasil melepaskan diri dari rombongan utama.

Salah satu nama besar dalam kelompok tersebut adalah Biniam Girmay dari Eritrea. Namun, karakter lintasan yang dipenuhi tanjakan membuat peluang sprinter tersebut untuk bertahan hingga akhir relatif kecil.

Sisa kelompok pelarian akhirnya tertangkap ketika perlombaan menyisakan 106 kilometer. Setelah itu, Prancis mencoba memecah peloton dan membentuk kelompok berisi 11 pembalap.

Mathieu van der Poel, Oscar Onley, Ben Healy, Maxim van Gils, Alex Baudin, Jørgen Nordhagen, Santiago Buitrago, Anthon Charmig, Andreas Kron, Christian Scaroni, dan Giulio Pellizzari sempat berada di dalam kelompok tersebut. Namun, pergerakan itu kembali dinetralisir.

Dengan 87 kilometer tersisa, Wout van Aert melancarkan serangan. Van der Poel dan Onley mengikuti pergerakannya sebelum kelompok tersebut berkembang dengan bergabungnya Charmig, Primož Roglič, dan Quinn Simmons.

Saat enam putaran tersisa, kelompok terdepan memiliki keunggulan sekitar 40 detik.

Di sisi lain, Tom Pidcock sempat mengalami kecelakaan ketika tempo perlombaan sedang tinggi. Isaac del Toro kemudian mengambil inisiatif di tanjakan dan memangkas keunggulan kelompok depan menjadi hanya 15 detik.

Van der Poel kembali menyerang. Simmons dan Onley merespons hingga ketiganya akhirnya menjadi tiga pembalap terdepan dengan 73 kilometer tersisa.

Di belakang mereka, Evenepoel dan del Toro berada sekitar 27 detik dari pimpinan lomba. Van Aert, Charmig, dan Roglič berada di antara kedua kelompok tersebut.

Serangan demi serangan terus terjadi hingga memasuki tiga putaran terakhir. Ben Healy kemudian berhasil bergabung dengan kelompok depan sebelum kelompok pengejar akhirnya menyatu.

Matteo Jorgenson langsung mengambil kesempatan dengan melancarkan serangan. Giulio Ciccone dan Pidcock ikut bergerak bersamanya, tetapi upaya tersebut berhasil diredam.

Saat kelompok kembali menyatu, McNulty justru melancarkan serangan yang menentukan.

Ia dengan cepat membangun jarak sekitar 30 detik dari para pengejar. Minimnya kerja sama di kelompok belakang membuat keunggulan McNulty terus bertambah hingga mendekati satu menit.

Pada tanjakan utama terakhir, Ciccone dan Pidcock mencoba melepaskan diri dari kelompok pengejar untuk memperebutkan medali yang tersisa.

Namun, keduanya tidak mampu menciptakan jarak yang cukup besar.

McNulty mulai kehilangan tenaga pada kilometer-kilometer terakhir. Meski demikian, ia tetap menjaga jarak dari para pengejar dan tidak membiarkan mereka mendekat hingga kurang dari 10 detik.

Ketika McNulty akhirnya melintasi garis finis dan menoleh ke belakang, kelompok pengejar justru harus menentukan peraih medali melalui sprint.

Michael Matthews keluar sebagai yang tercepat untuk merebut medali perak, sedangkan Mathieu van der Poel finis ketiga dan membawa pulang perunggu. (mainsepeda)

Populer

Kejutan, Brandon McNulty Juara Dunia Road Race 2026
Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2025: Start 06.00 WIB Demi Nikmati Sunrise, Cut off Time 13.30
Cerita EJJ 2024 1500: Meski Jatuh dan Terluka, Hendri Setiawan Percaya Diri Rampungkan EJJ 2024
Victory Perdana Almeida untuk The Wolfpack
"Curi Start", 2 Cyclist Gowes Lintas Pulau Menuju Nggravel Glenmore 2026
Praktis, Satu Pedal Bisa untuk Cleat Look, Shimano Road, dan MTB!
Kompak ala TNT Magelang, Meracuni Main Road Bike dengan Sistem Arisan
Giro d'Italia 2026-Etape 7: Jonas Vingegaard Tampil Superior di Blockhaus
Demi Vollering Juara Dunia Road Race Putri Usai Kalahkan Niewiadoma
Astana Menang Team Time Trial, Jumbo-Visma Jatuh Terpeleset