ANTUSIASME peserta Nggravel Glenmore 2026 tidak hanya datang dari pesepeda berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari cyclist tuan rumah. Komunitas sepeda gravel lokal asal Banyuwangi, Samar Wulu, siap meramaikan sekaligus menyambut cyclist luar daerah yang akan berpartisipasi menaklukkan rute eksotis di kawasan lereng Gunung Raung tersebut.
Nama Samar Wulu diambil dari istilah bahasa Osing, bahasa yang digunakan masyarakat asli Banyuwangi. Frasa itu menggambarkan waktu senja, atau peralihan dari terang menuju gelap. Kalau di Jawa, maknanya setara dengan "wayah surup".
Filosofi itu memotret kebiasaan awal terbentuknya komunitas pada pertengahan 2024. Yakni rutinitas gobar (gowes bareng) di Rabu malam yang sarat dengan rute "blusukan".
"Komunitas kita terbuka untuk segala jenis sepeda. Namun, untuk rute, khasnya Samar Wulu pasti ada unsur blusukannya," ujar perwakilan Samar Wulu, Ryan Rahman.
Baca Juga: 3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Baca Juga: Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026