Wout van Aert kembali menjadi pahlawan Visma-Lease a Bike setelah memenangkan etape ke-15 Vuelta a España 2026 di Córdoba, Minggu (6/9). Pembalap Belgia tersebut mengungguli Alessandro Romele dan Thibau Nys dalam sprint menuju garis finis.

Van Aert dan empat pembalap lain berhasil lolos dari peloton dalam fase akhir balapan. Setelah mengontrol kelompok itu sepanjang sekitar lima kilometer terakhir, pembalap Visma-Lease a Bike ini merespons serangan awal Nys sebelum melancarkan akselerasi penentu.

Nys menjadi pembalap pertama yang membuka sprint. Namun, Van Aert mampu melewati kompatriotnya dan melaju menuju kemenangan. Romele kemudian menyusul di posisi kedua, sedangkan Nys harus puas di tempat ketiga.

Kemenangan tersebut menjadi kemenangan etape kelima Visma-Lease a Bike di Vuelta a España 2026. Empat kemenangan sebelumnya juga menunjukkan betapa efektifnya tim tersebut dalam mengontrol balapan dan memanfaatkan peluang yang mereka incar.

"Kami mencoba mengejutkan kelompok utama. Kami mengendalikan balapan sepanjang hari dan masih memiliki beberapa pembalap kuat yang bisa membantu," kata Van Aert.

Van Aert mengaku melihat peluang ketika balapan memasuki intermediate sprint. Dengan Matthew Brennan masih berada di belakang, ia merasa cukup aman untuk mengambil risiko menyerang.

"Saya tahu orang-orang tidak akan menyangka kami memilih menyerang, dan saya merasakan momennya di intermediate sprint. Dengan Matthew di belakang, tidak ada risiko sama sekali untuk mencoba karena kami selalu memiliki pilihan bagus di kelompok utama. Begitulah cara saya suka balapan," ujarnya.

Van Aert juga harus menghadapi serangkaian serangan dari para pesaing dalam kilometer-kilometer terakhir. Namun, ia memilih menjaga kelompok lima pembalap tetap bersama hingga sprint.

"Agak sulit karena banyak serangan di akhir. Rekan-rekan Belgia saya sangat kuat dan membantu dengan sangat baik, begitu juga Romele dari Astana. Saya pikir Leknessund sedikit berjudi untuk rekan setimnya yang berada di belakang, jadi kami mengharapkan serangan darinya," tutur Van Aert.

"Namun, mereka mulai menyerang cukup terlambat, dalam beberapa kilometer terakhir. Saya hanya ingin menjaga semuanya tetap bersama dan memastikan kami menuju sprint," lanjutnya.

Sementara itu, etape ke-15 awalnya dijadwalkan berlangsung sepanjang 189,7 kilometer dari Palma del Río menuju Córdoba. Namun, suhu ekstrem di wilayah Andalucía membuat penyelenggara menerapkan Extreme Weather Protocol.

Jarak balapan akhirnya dipangkas menjadi hanya 110,2 kilometer. Salah satu tanjakan kategori tiga yang semula masuk rute juga dihapus, sehingga para pembalap menempuh jalur yang lebih langsung menuju Córdoba.

Meski jarak dipangkas secara signifikan, rute tetap menghadirkan tantangan. Total tanjakan yang tersisa mencapai 1.797 meter, sementara suhu tinggi membuat kondisi balapan tetap sangat berat.

Sejak awal, balapan berlangsung agresif. Banyak pembalap mencoba membentuk breakaway, tetapi Visma-Lease a Bike kembali menjadi tim yang paling aktif mengendalikan situasi setelah sebelumnya meraih empat kemenangan.

Sebelas pembalap sempat lolos dan membangun keunggulan lebih dari satu menit. Namun, Visma tidak membiarkan jarak tersebut berkembang terlalu jauh. Cofidis juga membantu mengatur tempo di peloton.

Kelompok tersebut beranggotakan Frederik Wandahl, Ivo Oliveira, Xabier Azparren, Enzo Paleni, Ethan Hayter, Andreas Leknessund, Rudy Porter, Alastair MacKellar, Fabian Weiss, Reuben Thompson, dan Gijs Leemreize.

Keunggulan mereka bahkan turun di bawah 30 detik setelah melewati tanjakan pertama, Puerto de la Forestal. Situasi kembali berubah ketika UAE Team Emirates-XRG meningkatkan tempo di tanjakan berikutnya.

Michael Gogl kemudian berhasil menjembatani jarak menuju kelompok depan. Setelah sejumlah serangan terjadi, Leknessund akhirnya melaju sendirian dan melewati tanjakan kategori terakhir seorang diri.

Pada turunan, Ramses Debruyne berhasil mengejar Leknessund. Namun, dengan peloton hanya berjarak sekitar 25 detik, posisi mereka masih belum aman.

Van Aert kemudian melakukan akselerasi untuk menyusul ke depan. Sekitar 30 kilometer sebelum finis, terbentuk kelompok lima pembalap yang terdiri dari Van Aert, Leknessund, Debruyne, Nys, dan Romele.

Kelompok tersebut kemudian mampu mempertahankan keunggulan dari peloton dan kelompok pengejar. Memasuki lima kilometer terakhir, situasi semakin jelas: kemenangan akan diperebutkan oleh lima pembalap tersebut.

Van Aert akhirnya memastikan dirinya sebagai yang terkuat. Ia menuntaskan strategi Visma-Lease a Bike dengan kemenangan kedua di Vuelta 2026 sekaligus membawa timnya mencapai lima kemenangan etape.

Tidak ada perubahan pada klasemen umum (GC). Enric Mas tetap memimpin setelah finis bersama para rivalnya di peloton, sekitar 2 menit 44 detik di belakang kelompok pemenang. (mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 15: Wout van Aert Menang Sprint di Córdoba
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
“Perang Bintang”, Jagoan Ultra Cycling Indonesia Telah Daftar East Java Journey
Pogacar Akhiri Musim Lebih Cepat, Pemulihan Cedera Jadi Prioritas
EJJ 2026: Finish Strong 1.500 Km! John Boemihardjo Segel Podium Men 40 and Up untuk Kali Ketiga
Kolom Azrul Ananda: Misteri Tanjakan Bromo
Ayo Gowes di Jayapura, Komunitas JCC Siap Menemani
Tips Perlengkapan untuk Gowes 250 Km (Journey To TGX)
Janu Joni - Wahyu Soal East Java Journey 2023 1.200 Km: Mewah dan Unik!
Schwinn Rayakan Ultah 125 Tahun dengan Sepeda Made in USA