Jenno Berckmoes (Lotto-Intermarché) menciptakan kejutan besar pada etape ketiga Renewi Tour 2026, Jumat (21/8). Pembalap Belgia tersebut berhasil mempertahankan keunggulan tipis dari kejaran peloton untuk meraih kemenangan di Geraardsbergen.
Berckmoes melakukan serangan bersama Alec Segaert (Bahrain Victorious) pada tanjakan terakhir Muur van Geraardsbergen. Keduanya kemudian bertahan di depan meski peloton terus mendekat hingga kilometer-kilometer terakhir.
Situasi semakin menegangkan ketika rombongan utama mulai mengejar dengan cepat. Namun, Berckmoes melancarkan serangan penentu sekitar 500 meter sebelum finis dan meninggalkan Segaert.
Segaert akhirnya tertangkap peloton, sedangkan Berckmoes terus mengayuh menuju garis finis yang berada di bagian menanjak De Vesten, tepat di kawasan Geraardsbergen.
Jasper Philipsen (Alpecin-Deceuninck) memenangi sprint dari rombongan untuk finis kedua, tiga detik setelah Berckmoes. Olav Kooij (Decathlon CMA CGM) melengkapi podium di posisi ketiga.
Kemenangan tersebut sekaligus mengubah pemimpin klasemen umum (GC). Philipsen harus menyerahkan jersey pemimpin kepada Berckmoes setelah pembalap Belgia itu mendapatkan bonus waktu besar sepanjang etape.
Berckmoes mengawali etape dengan selisih sembilan detik dari Philipsen. Kini, ia memuncaki GC dengan keunggulan enam detik atas Philipsen. Kooij berada enam detik lebih jauh di posisi berikutnya.
Bonus waktu dari Green Kilometre menjadi salah satu faktor penting. Selain memperoleh 10 detik berkat kemenangan etape, Berckmoes juga mengumpulkan delapan detik bonus dari sprint Green Kilometre di Bosberg.
Dengan selisih yang sangat tipis, persaingan Renewi Tour 2026 memasuki akhir pekan dengan klasemen yang masih terbuka lebar.
Sementara itu, etape ketiga menempuh jarak 182 kilometer dari Celles menuju Geraardsbergen. Rutenya dirancang dengan nuansa klasik Tour of Flanders, melewati sejumlah tanjakan terkenal seperti Paterberg, sebelum memasuki sirkuit penutup di Geraardsbergen.
Sirkuit finis menghadirkan kombinasi Muur van Geraardsbergen dan Bosberg, ditambah tanjakan Onkerzeleberg serta Denderoordberg. Garis finis ditempatkan di De Vesten, sekitar pertengahan tanjakan Muur van Geraardsbergen dan sebelum bagian curam menuju kapel.
Balapan sudah berlangsung keras sejak awal. Setelah upaya pemisahan pertama digagalkan, tiga pembalap akhirnya membentuk breakaway baru, yakni Julius Johansen (UAE Team Emirates-XRG), Frederik Frison (Pinarello-Q36.5) dan Michiel Lambrecht (Flanders-Baloise).
Keunggulan mereka sempat mendekati empat menit setelah melewati tujuh tanjakan dalam perjalanan menuju Geraardsbergen.
Namun, tekanan dari peloton terus meningkat. Ketika balapan memasuki sirkuit penutup, selisih tersebut menyusut menjadi sekitar dua menit.
Lorenzo Milesi (Movistar), Martin Svrcek (Soudal-QuickStep), dan Niklas Behrens (Visma-Lease a Bike) kemudian melakukan serangan dari peloton dan bergabung dengan kelompok terdepan. Breakaway pun berubah menjadi enam pembalap.
Kecelakaan kembali menjadi bagian dari cerita etape ketiga. Biniam Girmay (NSN) terjatuh sebelum terjadi kecelakaan massal besar sekitar satu kilometer sebelum akhir putaran pertama sirkuit.
Insiden tersebut memaksa Magnus Sheffield (Netcompany-Ineos) dan Vlad Van Mechelen (Bahrain Victorious) mengakhiri balapan.
Kecelakaan itu juga memecah peloton. Ketika rombongan memasuki Muur van Geraardsbergen, Berckmoes dan Segaert berada dalam kelompok kecil yang berisi tujuh pembalap.
Keduanya kemudian meningkatkan tempo di bagian curam Kapelmuur dan berhasil melepaskan diri saat melewati puncak. Mereka melanjutkan kerja sama hingga Bosberg dan membagi bonus waktu Green Kilometre.
Sekitar 40 pembalap masih berada dalam kelompok pengejar. Namun, mereka kesulitan membangun kerja sama yang konsisten.
Philipsen bahkan beberapa kali harus menutup celah sendiri. Serangkaian akselerasi terjadi, tetapi tidak ada tim yang mampu mengendalikan pengejaran secara penuh.
Laurence Pithie (Red Bull-Bora-Hansgrohe) sempat melakukan serangan solo dengan 18 kilometer tersisa. Ia berusaha mengejar Berckmoes dan Segaert, tetapi kerja sama kedua pembalap Belgia itu terlalu solid untuk dikejar.
Menjelang tanjakan terakhir Denderoordberg, peloton kembali meningkatkan kecepatan. Jarak dengan dua pembalap terdepan menyusut hingga sekitar 10 detik.
Namun, momentum pengejaran kembali terhenti. Serangan Tomas Kopecky (Unibet-Rose-Rockets) tidak menghasilkan perubahan berarti dan Berckmoes serta Segaert kembali mendapatkan sedikit ruang.
Memasuki kilometer terakhir, jalan menurun sebelum kembali menanjak menuju pusat Geraardsbergen. Peloton mencoba mengejar, tetapi situasi kembali terpecah saat memasuki ruas teknis di kota tersebut.
Pada saat itulah Berckmoes melancarkan serangan terakhir. Dengan tenaga besar di tanjakan dan permukaan jalan berbatu, ia berhasil melepaskan diri dari Segaert.
Segaert akhirnya tersapu rombongan pengejar, tetapi Berckmoes sudah terlalu jauh untuk dikejar. Ia melintasi garis finis dengan kemenangan yang diraih hanya beberapa meter dari kejaran peloton. (mainsepeda)