PARA cyclist yang turun di kategori Men Elite wajib mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk merebut podium di ajang KAI Ngebel KOM 2026. Persaingan dipastikan berlangsung sengit. Sebab, sejumlah pembalap sepeda profesional akan unjuk gigi demi menjadi yang terbaik.

Nama-nama besar seperti Abdurrohman dan Abdul Soleh sudah dipastikan turun di event King of the Mountain (KOM) terbaru Mainsepeda tersebut. Abdurrohman merupakan juara Bromo KOM 2026 kategori Men Elite. Sedangkan Abdul Soleh pernah juara Bromo KOM Challenge 2023 dan juara Trilogi Jatim 2022.

Kehadiran mereka jelas membuat persaingan di Ngebel KOM 2026 semakin ketat. Jalannya balapan tentu tidak akan mudah. Sebab kedua pembalap itu akan ditantang oleh sejumlah cyclist muda yang juga memiliki reputasi kuat.

Salah satu nama yang patut diperhitungkan adalah Febrian Muhammad Rizky. Di Bromo KOM 2026, Febri finis di belakang Abdurrohman di posisi kedua.

Baca Juga: Jajal Rute Duluan, Peserta KAI Ngebel KOM 2026 Mantapkan Persiapan Jelang Race

Baca Juga: Para Cyclist Mancanegara Terjun di KAI Ngebel KOM 2026, Tertarik Lanskap Madiun-Ponorogo

Karena itu, KAI Ngebel KOM 2026 adalah kesempatan baginya untuk membidik podium. Cyclist yang tergabung di Komunitas NIB Cycling Team itu memasang target untuk bisa finis pertama di Telaga Ngebel pada Sabtu besok, 1 Agustus 2026.

"Targetnya jelas podium satu. Mudah-mudahan bisa tercapai,” ujar Febrian, usai mengambil race pack di kantor KAI Daop 7 Madiun, Jumat, 31 Juli 2026.


Febrian Muhammad Rizky setelah mengambil race pack di Madiun, 31 Juli 2026. Berbekal podium kedua di Bromo KOM 2026, ia membidik juara KAI Ngebel KOM 2026.

Menghadapi balapan kali ini, Febrian menjalani persiapan yang lebih intensif. Latihan endurance menjadi menu utama. Ditambah sesi recovery dengan easy ride untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.

Dalam seminggu, ia terbiasa gowes selama 3-4 jam, dilakukan lima kali dalam sepekan. Sesi ringan berdurasi satu jam juga rutin dilakukan untuk pemulihan. "Selain latihan fisik, saya menjaga pola makan, istirahat cukup, dan banyak berdoa," ujarnya.

Strategi yang ia siapkan sederhana. Yakni melihat bagaimana permainan lawan, mencari momentum terbaik, juga menjaga tenaga hingga garis finis. Sebab, Febrian sadar betul lawan-lawannya bukan orang sembarangan.

Selain Abdurrohman dan Abdul Soleh, ada banyak pembalap lain dari tim Jakarta Pro Cycling (JPC) dan Ponti Wijaya Racing (PWR) yang perlu diwaspadai. "Peserta lain kencang-kencang semua, jadi strategi harus melihat permainan lawan," ujar Febrian.

Baca Juga: KAI Ngebel KOM 2026 Diserbu Cyclist Luar Jawa, Jauh-Jauh Demi Sensasi dan Tantangan

Baca Juga: Strategi B2C Magetan Taklukkan KAI Ngebel KOM 2026: Yang Penting Gowes Happy

Meski sudah berpengalaman, cyclist berusia 25 tahun itu mengaku masih gugup menjelang start KAI Ngebel KOM yang digelar besok. Namun, ia menjadikannya sebagai motivasi.

Berbekal pengalaman finis kedua di Bromo KOM dan persiapan matang, Febrian berharap bisa menorehkan hasil lebih baik di Ngebel KOM. Apalagi rute yang dilalui kabarnya tidak seberat tanjakan di Bromo. "Tinggal percaya diri dan fokus sama diri sendiri. Bismillah bisa memberikan yang terbaik," papar Febrian.


Pembalap nasional Tomi Hidayah menjadi ancaman baru di kategori Men Elite. Ia akan mengandalkan kerja tim agar anggota tim ada yang juara. 

Nama lain yang siap menjadi penantang serius di kategori Men Elite adalah Tomi Hidayah. Cyclist asal Lumajang itu pernah mencicipi Kejurnas Balap Sepeda dan Balap Sepeda PON.

Artinya, Tomi sudah matang secara mental menghadapi tekanan kompetisi. Juga mengimbangi atlet-atlet sepeda profesional. Di KAI Ngebel KOM 2026, ia akan berusaha maksimal bersama tim NC Pro Cycling untuk memberikan hasil maksimal.

Bagi Tomi, balapan bukan hanya soal capaian individu. Namun, ia ingin dirinya atau salah satu rekan timnya di NC Pro Cycling, ada yang finis pertama di KAI Ngebel KOM 2026.

Baca Juga: Cerita Cyclist Menuju KAI Ngebel KOM Naik Kereta Api, Ada Gerbong dan Bagasi Khusus Sepeda

Baca Juga: Usia Bukan Halangan, 3 Cyclist Senior Siap Taklukkan KAI Ngebel KOM 2026

Saat balapan nanti, para anggota tim akan saling membantu, saling mendorong, dan mengontrol peloton agar strategi berjalan maksimal. "Besok kami kerja tim. Tidak harus semua menang, yang penting ada salah satu dari tim bisa juara satu," katanya.

Sebenarnya, Tomi belum tahu dan belum pernah menjajal rute yang akan dilewati di KAI Ngebel KOM 2026. Namun, cyclist berusia 28 tahun itu sudah mendengar cerita tentang tanjakan akhir yang cukup curam, dengan gradien mencapai 20 persen.

"Jadi untuk strategi akan dibahas saat briefing bersama tim. Kapten kami ada Mas Agung Ali Sahbana yang turun di Men Elite juga. Beliau yang akan mengarahkan," papar Tomi.

Menjelang race yang akan digelar besok, Tomi lebih tenang dan tidak nervous. Pengalaman mengikuti berbagai kompetisi sebelumnya membuatnya terbiasa menghadapi ketatnya persaingan di kategori Men Elite. 

Jika pada awal-awal turun di balapan ia sempat diliputi rasa gugup, kini Tomi sudah mampu mengendalikan diri. Ketenangan itu menjadi modal penting baginya untuk menjaga fokus. Sekaligus membangun mental menghadapi tekanan di jalur tanjakan Telaga Ngebel. "Harapan saya tim NC Pro Cycling bisa tampil maksimal dan podium," tegasnya.

Baca Juga: Persiapan KAI Ngebel KOM: Kepolisian Madiun-Ponorogo Matangkan Rekayasa Jalur

Baca Juga: Sambut KAI Ngebel KOM 2026, Pemkot Madiun Berikan Dukungan Lintas Sektor


Rizky Ridho Riyadianto datang dengan persiapan matang demi target podium di KAI Ngebel KOM 2026.

Sementara itu, Rizky Ridho Riyadiyanto datang ke gelaran KAI Ngebel KOM 2026 dengan persiapan matang. Latihan rutin dan tekun setiap hari menjadi modal utamanya untuk bisa bersaing dengan para atlet lain.

Ia merasa cukup siap menghadapi jalur menanjak Telaga Ngebel yang diprediksi bakal menuntut kekuatan fisik dan mental. "Alhamdulillah, sudah cukup siap menghadapi race besok," katanya.

Ada kebiasaan unik yang selalu ia lakukan sebelum balapan. Ridho menganggap sepedanya sebagai teman sendiri. Karena itu, dia selalu "mengajak ngobrol" sepedanya sebelum start. Tujuannya, memotivasi diri agar bisa finis sesuai target yang diinginkan. "Selain ngobrol dengan sepeda, tentu berdoa yang paling penting," lanjutnya.

Saat balapan dimulai, atlet sepeda berusia 21 tahun itu tidak akan langsung gas pol. Ia memilih menjaga ritme sambil memantau pergerakan para pembalap lain. Dengan cara itu, ia berharap bisa menemukan momentum terbaik untuk menyerang di jalur-jalur krusial.

"Kalau bicara soal target, pastinya target saya podium di sini," tuturnya. (Mainsepeda)

Populer

Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning
Jajal Rute Duluan, Peserta KAI Ngebel KOM Mantapkan Persiapan Jelang Race Day
Usia Bukan Halangan, 3 Cyclist Senior Siap Taklukkan KAI Ngebel KOM 2026
Pengalaman Cyclist Naik Kereta Api ke Ngebel KOM 2026: Ada Gerbong Khusus Sepeda, Praktis dan Hemat
Florian Lipowitz Cedera dan Harus Tinggalkan Tour de France 2026
Para Cyclist Mancanegara Terjun di KAI Ngebel KOM 2026, Tertarik Lanskap Madiun-Ponorogo
Tour de France Terapkan Tes Anti-Doping Massal, Semua Pembalap Diperiksa ITA
Tour de France 2026: UCI Pertahankan Tes Doping Dini Hari Meski Panen Kritik
7 Asupan Carbo Loading Khas Madiun yang Wajib Dicoba buat Peserta KAI Ngebel KOM 2026
KAI Ngebel KOM 2026 "Diserbu" Cyclist Luar Jawa, Jauh-Jauh Demi Sensasi dan Tantangan