Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG) menunjukkan dominasinya pada etape keenam Tour de France 2026, Kamis (9/7). Ia tampil luar biasa di rute pegunungan Pyrenees dengan menaklukkan Col du Tourmalet sebelum melaju sendirian hingga finis di Gavarnie-Gèdre.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi pernyataan tegas bahwa Pogacar masih menjadi kandidat terkuat untuk mempertahankan gelar Tour de France. Ia meninggalkan rival utamanya, Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike), dengan selisih waktu yang sangat mencolok.

Memanfaatkan kerja sama tim yang solid, Isaac del Toro membuka jalan bagi Pogacar sekitar lima kilometer menjelang puncak Col du Tourmalet. Serangan itu langsung memecah kelompok favorit.

Vingegaard berusaha mempertahankan ritme, tetapi tidak mampu mengikuti akselerasi sang juara dunia. Sementara itu, debutan muda Paul Seixas (Decathlon CMA CGM) juga gagal memberikan respons terhadap kecepatan Pogacar.

Setelah melancarkan serangan penentu di Tourmalet, Pogacar melanjutkan aksinya seorang diri selama sekitar 43 kilometer menuju garis finis di Gavarnie-Gèdre. Ia akhirnya mengamankan kemenangan etape dengan keunggulan 2 menit 38 detik atas Vingegaard.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 5: Olav Kooij Menang Sprint, Træen Pertahankan Jersey Kuning

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 4: Pedersen Menang Dramatis, Pogacar Kehilangan Jersey Kuning

Hasil tersebut membuat Pogacar kembali mengenakan kaus kuning untuk ke-56 kalinya sepanjang kariernya. Setelah enam etape, ia memimpin klasemen umum dengan keunggulan 2 menit 42 detik atas Vingegaard, sedangkan Isaac del Toro berada di posisi ketiga dengan selisih 3 menit 27 detik.

"Ini salah satu kemenangan yang paling manis," ujar Pogacar ketika diminta menilai kemenangan etape tersebut dibandingkan dengan total 123 kemenangan yang telah ia raih sepanjang kariernya.

Pembalap asal Slovenia itu mengungkapkan bahwa dirinya sudah merasakan antusiasme tinggi sejak pagi sebelum balapan dimulai.

"Hari ini saya bangun sekitar pukul tujuh pagi dan pikiran saya sudah melayang-layang. Saya sangat, sangat bersemangat menghadapi etape ini," katanya.

Menurut Pogacar, keberhasilan tersebut tidak lepas dari penampilan luar biasa seluruh anggota UAE Team Emirates-XRG.

"Semua pembalap sangat bersemangat. Kami berkomitmen penuh dan balapan seolah tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kalau kami gagal, ya gagal saja. Namun akhirnya semuanya berjalan sesuai rencana. Saya sangat bangga kepada seluruh tim. Kerja sama kami hari ini benar-benar luar biasa," ujarnya.

Selain unggul saat menanjak, Pogacar juga tampil agresif ketika melintasi turunan teknis Col du Tourmalet. Di sektor tersebut ia mampu memperlebar jarak hingga sekitar 40 detik dari para pesaingnya.

Sebaliknya, Jonas Vingegaard mengakui dirinya tidak berada dalam kondisi terbaik saat menghadapi etape pegunungan pertama Tour de France tahun ini.

"Ini adalah hari yang sangat berat. Tentu saja bukan hasil yang saya inginkan. Mereka melakukan serangan besar di Tourmalet dan saya tidak mampu mengikutinya. Saya harus mempertahankan ritme saya sendiri," kata juara Tour de France dua kali tersebut.

Ia juga mengakui karakter turunan tidak menguntungkannya sehingga semakin kesulitan mengejar Pogacar.

"Ini memang bukan hari terbaik saya. Saya kecewa, tetapi saya masih percaya diri. Saya yakin kondisi saya akan semakin baik sepanjang balapan, sehingga pertarungan ini belum berakhir," ucap Vingegaard.

Sementara itu, pemegang jersey kuning sebelumnya, Torstein Træen (Uno-X Mobility) mengalami hari yang buruk. Setelah tertinggal jauh di pendakian Tourmalet, ia terjatuh saat menuruni gunung dan kehilangan waktu sekitar 20 menit meski akhirnya mampu melanjutkan perlombaan.

Pogacar mengaku prihatin mendengar kabar kecelakaan yang dialami Træen.

"Saya sebenarnya tidak menyangka akan mengenakan kaus kuning hari ini karena baru mendengar Torstein Træen mengalami kecelakaan saat menuruni Tourmalet. Turunannya memang sangat berbahaya. Saya berharap dia baik-baik saja. Saya bahkan berharap dia bisa mempertahankan kaus kuning hari ini. Semoga dia segera pulih dan bisa melanjutkan balapan," ujar Pogacar.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 3: Pogacar Menang dan Rebut Yellow Jersey

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 2: Del Toro Menang, Vingegaard Pertahankan Jersey Kuning

Etape keenam Tour de France 2026 menempuh jarak 186,2 kilometer dari Pau menuju Gavarnie-Gèdre dengan melewati dua tanjakan legendaris, Col d'Aspin dan Col du Tourmalet.

Sebelum memasuki pegunungan, persaingan memperebutkan poin sprint lebih dahulu memanaskan jalannya lomba. Victor Campenaerts bersama Huub Artz dan pemegang jersey hijau Mads Pedersen membentuk kelompok terdepan demi mengejar poin sprint antara.

Namun upaya tersebut tidak bertahan lama setelah peloton kembali menyatukan rombongan. Sejumlah serangan lain yang dilakukan Ben O'Connor, Xabier Azparren, Valentin Paret-Peintre, hingga Lenny Martinez juga berhasil dipatahkan menjelang pendakian utama.

Memasuki Col du Tourmalet, UAE Team Emirates-XRG meningkatkan tempo secara konsisten hingga satu per satu pesaing mulai kehilangan kontak. Adam Yates mengambil alih kendali sebelum menyerahkan tugas kepada Isaac del Toro.

Momentum penentu hadir lima kilometer menjelang puncak. Del Toro meningkatkan kecepatan secara drastis hingga hanya Pogacar yang mampu bertahan di belakangnya.

Beberapa saat kemudian, sang juara dunia langsung melancarkan serangan yang tidak mampu diimbangi Vingegaard maupun para pesaing lainnya. (mainsepeda)

Populer

Tour de France 2026-Etape 6: Pogacar Kuasai Tourmalet dan Rebut Jersey Kuning
Vingegaard Selamat dari Kecelakaan, Siap Hadapi Etape Pegunungan Tour de France
Tour de France 2026-Etape 5: Olav Kooij Menang Sprint, Træen Pertahankan Jersey Kuning
Bagaimana Memilih Sepeda dan Ukurannya?
Tour de France 2026-Etape 4: Pedersen Menang Dramatis, Pogacar Kehilangan Jersey Kuning
Tour de France 2026-Etape 3: Pogacar Menang dan Rebut Yellow Jersey
Inilah yang Membuat Bentang Jawa 2024 Sangat Berkesan
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Gila! Victor Bosoni Pecahkan Rekor Dunia Tour Divide 2026, Libas 4.300 Km dalam 11 Hari
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal