Olav Kooij (Decathlon CMA CGM) mengamankan kemenangan etape pertamanya di Tour de France 2026 setelah tampil sebagai pembalap tercepat pada etape keenam yang berakhir di Pau, Rabu (8/7).

Sprinter asal Belanda itu memanfaatkan momentum dengan sempurna untuk mengalahkan para rivalnya dalam finis massal yang berlangsung dari kelompok terdepan berisi sekitar 20 pembalap.

Kooij melintasi garis finis di depan Max Kanter (XDS-Astana), sementara Tim Merlier (Soudal-QuickStep) harus puas menempati posisi ketiga.

Kemenangan ini menjadi catatan istimewa bagi Kooij yang menjalani debutnya di Tour de France, sekaligus menandai kemenangan etape pertamanya di ajang balap sepeda paling bergengsi di dunia itu.

Etape sejauh 158,3 kilometer dari Lannemezan menuju Pau sejak awal memang diprediksi menjadi panggung bagi para sprinter. Rute relatif datar dengan hanya satu tanjakan kategori tiga di Côte de Baleix membuat tim-tim pemburu kemenangan etape mengontrol jalannya perlombaan sepanjang hari.

Alpecin-Premier Tech bersama Soudal-QuickStep bergantian memimpin peloton untuk menjaga peluang sprinter mereka. Namun, situasi berubah menjelang finis setelah kecelakaan yang terjadi sekitar 5,5 kilometer sebelum garis akhir membuat sejumlah pembalap pendukung Tim Merlier tertahan sehingga formasi lead-out mereka terganggu.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 4: Pedersen Menang Dramatis, Pogacar Kehilangan Jersey Kuning

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 3: Pogacar Menang dan Rebut Yellow Jersey

Kesempatan itu dimanfaatkan XDS-Astana yang mengambil alih kendali di kilometer terakhir. Aaron Gate dan Mike Teunissen menyiapkan Max Kanter sebagai andalan sprint setelah sebelumnya berhasil mengantarkannya meraih hasil baik pada sprint antara.

Meski demikian, Kooij tampil lebih cerdik. Pembalap berusia 24 tahun tersebut memilih menempel roda Kanter hingga memasuki lintasan lurus terakhir sebelum melancarkan akselerasi. Kecepatannya tidak mampu diimbangi para pesaing sehingga ia melesat menuju kemenangan dengan selisih yang meyakinkan.

Huub Artz (Lotto-Intermarché) finis di urutan keempat, disusul Jasper Philipsen (Alpecin-Premier Tech), Biniam Girmay (NSN), serta pemegang jersey hijau Mads Pedersen (Lidl-Trek).

"Setelah beberapa hari yang berat, kami akhirnya mendapat kesempatan pertama untuk sprint di Tour dan langsung meraih kemenangan. Rasanya luar biasa," ujar Kooij usai balapan.

Ia mengakui hasil tersebut menjadi jawaban atas perjuangan yang dilaluinya sepanjang musim ini.

"Musim semi saya berjalan cukup sulit. Bisa kembali ke performa terbaik dan terus percaya kepada diri sendiri, ditambah dukungan orang-orang yang selalu percaya kepada saya, itulah yang paling penting," katanya.

Menurut Kooij, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh anggota tim yang terus memberikan dukungan hingga kilometer terakhir.

"Saya datang ke sini dengan dukungan penuh dari tim dan mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa. Finis hari ini memang sangat menegangkan karena ini sprint pertama di Tour dan semua pembalap ingin menunjukkan kemampuan terbaiknya," ucapnya.

Sementara itu, persaingan klasemen umum (GC) tidak mengalami perubahan berarti. Pemimpin lomba Torstein Træen (Uno-X Mobility) bersama para kandidat juara lainnya tetap mempertahankan posisi setelah finis bersama kelompok utama dengan selisih 14 detik dari rombongan sprinter terdepan.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 2: Del Toro Menang, Vingegaard Pertahankan Jersey Kuning

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 1: Visma-Lease a Bike Menang TTT, Vingegaard Rebut Jersey Kuning

Sejak start, jalannya etape berlangsung relatif tenang. Pembalap Prancis Baptiste Veistroffer (Lotto-Intermarché) menjadi satu-satunya pembalap yang melakukan serangan solo pada kilometer pertama dan sempat menciptakan keunggulan hingga empat menit atas peloton.

Veistroffer berhasil mempertahankan aksinya hingga sprint antara di Vic-en-Bigorre yang berjarak sekitar 45 kilometer dari finis. Ia mengumpulkan poin maksimal, sedangkan Max Kanter meraih posisi kedua di depan Mads Pedersen, Biniam Girmay, dan Jasper Philipsen.

Memasuki 30 kilometer terakhir, peloton mulai meningkatkan tempo. Soudal-QuickStep dan Alpecin-Premier Tech memperkecil jarak dengan Veistroffer, sementara upaya serangan lanjutan yang dilakukan Kasper Asgreen (EF Education-EasyPost), Fred Wright (Bahrain Victorious), dan Valentin Paret-Peintre (Soudal-QuickStep) berhasil dipatahkan sebelum memasuki 20 kilometer terakhir.

Drama kembali terjadi ketika kecelakaan di dalam peloton pada 5,5 kilometer terakhir memecah rombongan dan mengganggu sejumlah tim sprinter. Meski tidak melibatkan kandidat utama klasemen umum, insiden tersebut berdampak pada persiapan sprint beberapa tim, termasuk Soudal-QuickStep.

Dalam situasi itu, XDS-Astana sempat menguasai posisi terdepan menjelang garis finis. Namun, Kooij yang memilih menghemat tenaga dengan tidak memaksakan diri pada sprint antara mampu memanfaatkan peluang secara maksimal dan memastikan kemenangan etape yang bersejarah pada penampilan perdananya di Tour de France. (mainsepeda)

Populer

Tour de France 2026-Etape 5: Olav Kooij Menang Sprint, Træen Pertahankan Jersey Kuning
Vingegaard Selamat dari Kecelakaan, Siap Hadapi Etape Pegunungan Tour de France
Tour de France 2026-Etape 4: Pedersen Menang Dramatis, Pogacar Kehilangan Jersey Kuning
Tour de France 2026-Etape 3: Pogacar Menang dan Rebut Yellow Jersey
Tour de Suisse 2026-Etape 5: Dominasi Berlanjut, Tadej Pogacar Juara Overall
Rohan Dennis Juara Dunia ITT Pakai Sepeda Kontroversi
Tahun Baru, Lutut Baru
Jersey Baru HCC Terinspirasi Jubah Raja Salman
Hiyaaaaa, Sudah Muncul Pinarello Dogma F12
Gowes Bareng Wdnsdy AJ62: Supaya Makin Banyak Orang Bersepeda