Tour de France 2026-Etape 2: Del Toro Menang, Vingegaard Pertahankan Jersey Kuning
UAE Team Emirates-XRG mengirim pesan tegas kepada para rivalnya pada etape kedua Tour de France 2026, Minggu (5/7). Mereka tampil dominan hingga mengantar pembalap muda Meksiko, Isaac del Toro, meraih kemenangan etape setelah finis berdampingan dengan rekan setim sekaligus juara bertahan, Tadej Pogacar.
Del Toro memastikan kemenangan pada etape sejauh 168,5 kilometer dari Tarragona menuju Barcelona, usai melancarkan akselerasi kuat sekitar 700 meter menjelang garis finis. Pogacar memilih tidak menyalip rekan setimnya dan justru menyusul tepat di garis akhir untuk merayakan kemenangan bersama.
Remco Evenepoel (Red Bull-BORA-Hansgrohe) menempati posisi ketiga, disusul pemegang jersey kuning Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike) di peringkat keempat.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti kekuatan kolektif UAE Team Emirates-XRG setelah sehari sebelumnya kehilangan waktu pada etape pembuka nomor team time trial. Saat itu, Pogacar tertinggal 12 detik dari Vingegaard sehingga timnya harus puas finis di posisi ketiga.
Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 1: Visma-Lease a Bike Menang TTT, Vingegaard Rebut Jersey Kuning
Baca Juga: Kenakan Masker, Vingegaard Antisipasi Penyakit di Tour de France 2026
Pada etape kedua, skenario balas dendam berjalan sempurna. UAE mengendalikan jalannya balapan sejak memasuki rangkaian tanjakan di kawasan Montjuïc, Barcelona.
Brandon McNulty, Adam Yates, hingga Del Toro bergantian menjaga tempo tinggi yang membuat para pesaing kesulitan melakukan serangan.
Momentum penentu hadir pada tanjakan terakhir. Del Toro memanfaatkan tenaga yang masih tersisa untuk melakukan sprint panjang menuju garis finis. Tidak ada pembalap yang mampu menandingi ledakan kecepatannya.
PogaÄar yang terus mengawal dari belakang memilih membiarkan Del Toro meraih kemenangan etape, sementara dirinya mengamankan posisi kedua sekaligus memangkas selisih waktu dari Vingegaard dalam klasemen umum.
Hasil tersebut membuat Vingegaard masih mempertahankan jersey kuning, namun keunggulannya kini hanya tersisa enam detik atas PogaÄar. Evenepoel berada di posisi ketiga dengan selisih 15 detik, sedangkan Del Toro naik ke peringkat keempat dengan jarak 16 detik dari pemimpin lomba.
Bagi Del Toro, kemenangan itu menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya sekaligus kemenangan etape Grand Tour kedua yang berhasil ia raih.
"Ini berarti segalanya bagi saya. Kami bekerja sangat keras sebagai sebuah tim untuk bisa berada di titik ini. Kepercayaan dari seluruh tim, dukungan keluarga, dan teman-teman membuat momen ini terasa luar biasa," ujar Del Toro usai balapan.
Pembalap asal Meksiko itu mengaku bangga dapat berbagi momen bersejarah bersama PogaÄar yang dianggapnya sebagai pembalap terbaik di dunia.
"Bisa berada satu tim dengan Tadej dan membela tim terbaik di dunia adalah sesuatu yang penuh emosi. Saya hampir tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaan saya saat ini, terutama untuk negara saya. Semua ini berkat kerja keras rekan-rekan setim," katanya.
Del Toro menjelaskan strategi tim berjalan sesuai rencana. UAE memang menargetkan balapan agresif di tanjakan terakhir demi membuka peluang merebut kemenangan etape sekaligus memangkas waktu dari pesaing utama.
"Kami melaju sangat cepat pada bagian akhir. Kami sudah memperkirakan situasi seperti ini bisa terjadi. Kami memiliki rencana untuk etape hari ini dan saya berhasil menjalankannya. Kesempatan seperti ini tidak datang setiap saat, jadi saya sangat bangga bisa memanfaatkannya," terang Del Toro.
Baca Juga: Rute Tour de France 2026 Hadirkan Dua Kali Finis Alpe d'Huez
Etape kedua dimulai dari Tarragona dengan rute menyusuri pesisir Catalonia sebelum memasuki sejumlah tanjakan. Tantangan utama hadir di Côte de Begues serta tiga kali pendakian Côte du Château de Montjuïc yang selama ini dikenal sebagai lintasan ikonik pada Volta a Catalunya.
Sejumlah pembalap sempat membentuk kelompok terdepan pada awal lomba, termasuk Frank van den Broek, Felix Engelhardt, dan Alex Molenaar. Namun, keunggulan mereka terus dipangkas oleh peloton yang dikendalikan UAE Team Emirates-XRG hingga akhirnya tertangkap sekitar 30 kilometer menjelang finis.
Memasuki pendakian terakhir, UAE kembali mengambil alih kendali melalui McNulty dan Adam Yates sebelum Del Toro melancarkan serangan penentu. Upaya Mathias Skjelmose untuk melepaskan diri berhasil dipatahkan, membuka jalan bagi Del Toro menciptakan jarak yang tidak lagi mampu dikejar para pesaing.
Finis satu-dua yang diraih Del Toro dan Pogacar sekaligus menegaskan status UAE Team Emirates-XRG sebagai tim terkuat pada awal Tour de France musim ini. (mainsepeda)