Paul Magnier merebut kemenangan ketiganya di Giro d’Italia 2026 usai menjadi yang tercepat pada etape ke-18 yang berlangsung di Pieve di Soligo, Kamis (28/5). Pembalap Soudal Quick-Step itu sukses menaklukkan sprint massal di lintasan basah dan licin.

Kemenangan ini sekaligus mengakhiri penantian Magnier selama 15 hari sejak terakhir kali naik podium tertinggi pada etape ketiga di Sofia, Bulgaria. Tambahan poin dari hasil tersebut juga membuat pembalap 22 tahun tersebut kembali merebut maglia ciclamino jersey sebagai pemuncak klasemen poin.

Magnier kini unggul nyaman 37 poin atas rival terdekatnya, Jhonatan Narvaez dari UAE Team Emirates-XRG.

Etape sepanjang 171 kilometer yang melintasi wilayah timur laut Italia sejatinya tidak sepenuhnya ramah bagi para sprinter. Rute menantang dengan tanjakan kategori empat Muro Ca'del Poggio pada 10 kilometer terakhir sempat memunculkan keraguan apakah sprinter mampu bertahan hingga finis.

Situasi balapan berubah ketika mantan pemilik maglia rosa, Alfonso Eulalio (Bahrain Victorious), melancarkan serangan agresif meski sebelumnya sempat terjatuh. Aksi Eulalio memaksa kelompok pembalap unggulan klasemen umum (GC) meningkatkan tempo dan membuat peloton terpecah.

BACA JUGA: Jamin Kelancaran Bromo KOM 2026, Ratusan Personel Kepolisian Siap Amankan Rute

Namun, rombongan utama kembali menyatu sekitar 3,5 kilometer menjelang garis finis, membuka peluang bagi para sprinter untuk bertarung.

Dalam tikungan terakhir yang teknis dan licin, Magnier mengambil inisiatif setelah mendapatkan pengawalan sempurna dari rekan setimnya, Jasper Stuyven. Ia kemudian melesat meninggalkan para pesaing dan memastikan kemenangan dengan selisih meyakinkan.

“Saya benar-benar tidak menyangka bisa menang hari ini, dan itu membuat kemenangan ini terasa lebih istimewa,” ujar Magnier seusai balapan.

Ia mengaku sempat kehilangan kepercayaan diri setelah tertinggal di tanjakan awal. Namun dukungan rekan-rekan setim membuatnya mampu kembali fokus hingga akhirnya memenangkan sprint.

“Saya harus berterima kasih kepada tim karena terus memberi kepercayaan. Pagi ini saya bahkan tidak percaya diri. Saya sempat tertinggal di tanjakan pertama, tetapi rekan-rekan setim membantu saya kembali ke posisi sprint,” katanya.

BACA JUGA: Usia Bukan Alasan, Peserta Kategori Men 60+ Ini Punya Menu Latihan Serius Menuju Bromo KOM 2026

Magnier juga mengaku hampir tidak mengingat bagaimana proses sprint terakhir berlangsung karena intensitas balapan yang sangat tinggi. "Saya sudah pernah mengenakan jersey merah muda dan kini kembali memakai maglia ciclamino. Semua ini di luar ekspektasi saya sebelum Giro dimulai,” tambahnya.

Sementara itu, Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike) masih mempertahankan maglia rosa sebagai pemimpin klasemen umum. Pembalap asal Denmark itu unggul 4 menit 3 detik atas Felix Gall (Decathlon CMA CGM). (mainsepeda)

Populer

Giro d’Italia 2026-Etape 18: Magnier Menang Lagi, Rebut Kembali Maglia Ciclamino
EJJ 2026: Cerita Sepatu Bolong Miswanto dan Tangan Dewa Yusuf Kibar
Giro d’Italia 2026-Etape 17: Michael Valgren Raih Kemenangan Grand Tour Perdana
Rekor Bersepeda Tercepat di Dunia, 296 km/jam!
Peserta Disambut Tari Kabasaran di Danau Linow
Rute Pedih EJJ 2026 1.500 Km, Terobati Estetika JLS hingga Teksas
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Chris Froome Pensiun di Akhir Musim 2025
Kolom Sehat: Transparan tapi tak Telanjang
Vee Gusti dan Juwanto Jawara Tour de Manado 2018