Hujan deras, jalanan yang licin, hingga dua kali kecelakaan menjadi latar kemenangan Igor Arrieta (UAE Team Emirates XRG) di etape kelima Giro d’Italia 2026, Rabu (13/5).

Balapan sejauh 203 kilometer menuju Potenza itu menghadirkan salah satu cerita dramatis musim ini. Arrieta bangkit dari dua insiden kecelakaan untuk merebut kemenangan kedua beruntun bagi timnya di Giro d’Italia tahun ini.

Namun kemenangan itu tidak datang dengan mudah. Pembalap asal Spanyol tersebut harus bertarung habis-habisan melawan rival sekaligus partner breakaway-nya, Afonso Eulalio (Bahrain Victorious), dalam duel yang penuh drama hingga detik terakhir.

Etape kelima dimulai dari Praia a Mare di pesisir barat daya Italia menuju Potenza dengan karakter lintasan berbukit dan tanjakan berat di dua sektor berbeda. Sejak awal lomba, 13 pembalap membentuk breakaway, termasuk Arrieta, Eulálio, Ben Turner, Victor Campenaerts, Jhonatan Narváez, hingga Thomas Silva.

BACA JUGA: Polda Jatim Kembali Jadi Titik Start, Bromo KOM 2026 Jadi Rangkaian HUT Ke-80 Bhayangkara

Kelompok terdepan sempat unggul lebih dari tiga menit atas peloton utama. Memasuki 55 kilometer terakhir, Arrieta melakukan serangan solo di kaki tanjakan Monte Grande di Viggiana. Eulalio kemudian menyusulnya, dan sejak saat itu keduanya melaju jauh meninggalkan rombongan utama.

Alih-alih mengejar, peloton justru terlihat kehilangan intensitas. Selisih waktu terus membesar hingga empat menit saat balapan memasuki 35 kilometer terakhir. Situasi itu membuka peluang besar bagi Arrieta dan Eulalio untuk memperebutkan kemenangan etape.

Drama sesungguhnya baru terjadi ketika balapan memasuki turunan menuju Potenza. Jalanan basah membuat kondisi semakin berbahaya. Dengan 13 kilometer tersisa, Arrieta terjatuh dan tertinggal dari Eulalio yang langsung melaju sendirian di depan.

Namun tujuh kilometer kemudian, giliran Eulalio mengalami crash sehingga Arrieta kembali memiliki peluang.

BACA JUGA: Giro d'Italia 2026-Etape 4: Narvaez Menang Sprint, Ciccone Rebut Jersey Pink

Belum selesai sampai di situ, Arrieta kembali kehilangan kendali di tikungan licin ketika balapan tersisa dua kilometer. Banyak yang mengira peluangnya habis. Akan tetapi, pembalap UAE Team Emirates-XRG itu menunjukkan mental luar biasa.

Ia terus menekan hingga akhirnya mampu mengejar Eulalio sekitar 400 meter menjelang finis, sebelum memenangkan sprint penentuan.

"Saya tidak tahu harus berkata apa. Saya sangat senang bisa meraih kemenangan ini. Ini sangat berarti bagi saya karena kecelakaan dan rekan setim yang harus pulang. Giro sangat spesial bagi saya," ujar Arrieta usai balapan.

Ia mengaku tidak pernah menyerah meski sempat terjatuh dan tertinggal cukup jauh.

"Saya tidak berpikir semuanya sudah hilang. Saya harus mencoba sampai akhir. Saya benar-benar kehabisan tenaga di kilometer terakhir dan saya tahu Eulalio juga merasakan hal yang sama. Kami berdua pantas menang, tetapi pada akhirnya saya yang mendapatkannya," terang pembalap 23 tahun itu.

Sementara itu, meski gagal memenangkan etape, Eulalio tetap membawa pulang pencapaian penting dengan mengenakan maglia rosa, jersey pemimpin klasemen umum (GC) Giro d’Italia.

Bagi pembalap Bahrain Victorious tersebut, hasil itu menjadi hiburan besar setelah nyaris meraih kemenangan terbesar dalam kariernya. (mainsepeda)

Populer

Giro d'Italia 2026-Etape 5: Igor Arrieta Menang Dramatis Setelah Dua Kali Crash
Ada Apa di Wdnsdy Café, Kafe Cycling Pertama Indonesia?
Giro d'Italia 2026-Etape 4: Narvaez Menang Sprint, Ciccone Rebut Jersey Pink
Wdnsdy AJ62: Performance Nyaman untuk Cyclist Indonesia
Pesona Selo “Ring of The Fire”, Sensasi Menanjak Membelah Merapi dan Merbabu
Gabung Tim Mapan tak Selamanya Membahagiakan
Bianchi Merilis Sprint, Road Bike dengan Harga Terjangkau
Ritte Rilis Dua Sepeda Steel untuk Segala Medan
Jersey Premium agar Menanjak Lebih Cepat
Pinarello Dogma FS Pakai Suspensi Elektronik Depan dan Belakang