Tadej Pogacar kembali menunjukkan dominasinya di Tour de Romandie 2026 dengan cara yang khas: menyerang sendirian dan meninggalkan para rival jauh di belakang.
Pada etape ke-4 yang digelar Sabtu (2/5/2026), Pogacar sukses merebut kemenangan sekaligus memperkokoh posisinya di puncak klasemen umum (GC).
Etape empat dikenal sebagai queen stage dalam Tour de Romandie 2026. Tahapan ini menghadirkan tantangan berat dengan lintasan pegunungan, termasuk tanjakan kategori 1 di Jaunpass yang harus didaki hingga tiga kali.
Momen penentu terjadi saat Pogacar melancarkan akselerasi sekitar tiga kilometer sebelum puncak tanjakan terakhir. Serangan itu langsung memecah kelompok GC.
Baca Juga: Tour de Romandie 2026-Etape 3: Dorian Godon Hentikan Dominasi Pogacar
Satu-satunya pembalap yang mampu bertahan cukup lama di roda belakangnya adalah Florian Lipowitz (Red Bull–Bora–Hansgrohe). Namun ia hanya bertahan hingga sekitar satu kilometer jelang puncak. Kemudian Pogacar kembali meningkatkan tempo dan meninggalkan rivalnya sendirian.
Setelah melewati puncak, Pogacar melanjutkan aksinya di turunan menuju garis finis di Charmey dan akhirnya meraih kemenangan etape secara solo. Lipowitz finis di posisi kedua dengan selisih 14 detik.
Persaingan untuk posisi ketiga berlangsung lebih ketat. Kelompok pengejar yang sempat berisi sekitar 15 pembalap, akhirnya pecah di fase akhir.
Lenny Martinez (Bahrain Victorious) berhasil melakukan serangan kecil di kilometer-kilometer terakhir dan mengamankan podium ketiga, mengungguli Lorenzo Fortunato (XDS Astana).
Baca Juga: Ketika Cyclist Asing Penasaran Istilah "Naik Haji" dan Siksaan Tanjakan Wonokitri
Usai balapan, Pogacar mengakui bahwa kemenangan kali ini tidak diraih dengan mudah. Ia menyoroti kekuatan para pesaingnya, terutama Lipowitz yang memberikan perlawanan hingga akhir tanjakan.
“Ini jelas tidak mudah. Sangat sulit untuk menjatuhkan Florian di bagian akhir, dia benar-benar sangat kuat, dan bahkan di turunan ia membuat saya kesulitan besar dengan terus menjaga jarak tetap sama sepanjang waktu," ujar Pogacar.
Kemenangan ini juga membawa dampak besar pada klasemen umum. Pogacar memperlebar keunggulannya dari 17 detik, menjadi 35 detik atas Lipowitz. Dengan hanya tersisa satu etape dan satu finis tanjakan, peluang perebutan gelar praktis mengerucut menjadi duel dua pembalap terdepan.
Di belakang mereka, jarak semakin melebar. Martinez yang sebelumnya sempat mencoba mengikuti serangan Pogacar, kini tertahan di posisi ketiga dengan selisih 2 menit 23 detik. (Mainsepeda)