Gelaran balap sepeda WorldTour kembali menyambangi wilayah Swiss bagian barat melalui edisi ke-79 Tour de Romandie. Balapan yang akan berlangsung selama enam hari, mulai 28 April hingga 3 Mei 2026 ini, menjadi sorotan utama menyusul kepastian debut bintang dunia, Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG).

Bagi Pogacar, Tour de Romandie tahun ini bukan sekadar mengejar poin peringkat, melainkan panggung perdana baginya di ajang stage race musim 2026. Setelah fokus pada kampanye balapan klasik satu hari di awal tahun, juara dunia ini mengalihkan bidikan untuk mematangkan persiapan menuju target ambisius: menyamai rekor lima gelar Tour de France.

Baca Juga: Pogacar Cetak "Quattrick" di Liege-Bastogne-Liege, Mendekati Rekor Eddy Merckx

Tantangan Finansial dan Prestise Balapan

Sejak didirikan pada 1947 untuk memperingati hari jadi ke-50 Uni Balap Sepeda Swiss, Tour de Romandie telah berkembang menjadi salah satu dari tujuh balapan multi etape non-Grand Tour paling bergengsi di dunia. Balapan ini juga terbukti menjadi indikator kuat bagi calon pemenang Tour de France; nama-nama besar seperti Cadel Evans, Bradley Wiggins, dan Chris Froome tercatat menjuarai Romandie sebelum meraih kejayaan di Paris pada tahun yang sama.

Namun, edisi ke-79 ini juga dibayangi tantangan organisasi. Penyelenggara mengakui adanya kesulitan dalam mencari mitra finansial baru. Selain itu, empat tim WorldTour, yakni Alpecin-Premier Tech, Decathlon CMA CGM, Lotto-Intermarché, dan Uno-X Mobility memutuskan untuk absen tahun ini.

Meski demikian, kehadiran Pogacar dan deretan pembalap papan atas lainnya tetap menjaga martabat Tour de Romandie. Balapan ini juga sebagai ujian pamungkas yang vital sebelum dimulainya Giro d'Italia pada pekan berikutnya. Pogi, sapaan Pogacar, akan absen di Giro dan memilih rehat panjang demi maksimal mengejar trofi kelima di Tour de France pada awal Juli mendatang. (Mainsepeda) 

Data powered by FirstCycling.com

Populer

Antangin Bromo KOM X Jadi Ajang Comeback Jawara EJJ 2024
B75, Brompton dengan Harga Lebih Terjangkau
Rajin Bersepeda, Resep Ernest Syarif Tampil Prima di Atas Panggung
Harga Brompton di Indonesia Naik 500 Persen
Wout Van Aert Berambisi Jadi Juara Dunia
Terharu Sambutan Barong Cycling di Gilimanuk
Review Sensah Empire Pro 12-Speed setelah 1.000 Km Plus (Seri 2)
Giro d’Italia 2018: Simon Yates Pamer Kekuatan di Etape 15
Pogacar: Saya Juga Punya Kelemahan
Benarkah Ban 25 Mm Lebih Cepat dari 23 Mm?