Jauh-jauh datang dari Jakarta menempuh perjalanan darat selama 12 jam, Mirna Harahap tidak menyangka kepulangannya dari Blitar bakal membawa “oleh-oleh” yang terlupakan. Mirna resmi menyandang gelar Lanterne Rouge—finisher terakhir yang tetap gigih menuntaskan rute—dalam gelaran off-road di Blitar, Minggu, 19 April 2026.

Bagi Mirna, gelar ini bukanlah tanda kekalahan, melainkan simbol ketangguhan dan kesabaran. Apalagi, rute sepanjang 80 kilometer yang disuguhkan panitia ternyata jauh lebih teknikal dari yang ia bayangkan.

“Rutenya teknikal banget ya. Ketemu 80 km di sini cukup mengejutkan juga,” ujar Mirna saat ditemui di race village Nggravel Blitar 2026.

Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Podium Juara Kategori MTB Diisi Peserta dari Beragam Kota

Sebenarnya, Mirna bisa saja finis lebih awal. Namun, drama ban bocor yang dialami suaminya berkali-kali di tengah jalur memaksa Mirna untuk setia menunggu. Kesetiaan itulah yang akhirnya menghantarkan dirinya menjadi penghuni posisi paling buncit di barisan finisher.

“Ban suami bocor berkali-kali, jadilah lama nungguin dia. Tapi lumayan dapat Lanterne Rouge, malah nggak disangka-sangka. Ini jadi blessing in disguise,” tuturnya sambil tertawa.

Meski harus berpanas-panasan dan menghadapi medan pasir serta tanah yang licin, Mirna mengaku tidak merasa tersiksa. Baginya, fleksibilitas waktu Cut Off Time (COT) memberinya ruang untuk benar-benar menikmati pemandangan alam Blitar.

Di sisi lain, Lanterne Rouge di kategori Men didapatkan oleh Mohammad Hafiidh Haitham. Alih-alih memacu sepeda dengan kecepatan penuh, Hafiidh justru memilih untuk menikmati setiap momen di rute Blitar. Bahkan, ia sempat tertahan cukup lama di Check Point (CP). Bukannya karena kendala teknis, melainkan karena keasyikan melepas rindu bereuni dengan kawan lama.

Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Podium Gravel Bike Diisi Sosok Familier

“Tadi di CP (nunggu) sejam. Santai, kebetulan sudah lama nggak ketemu Mas Boni. Curhat-curhat, cerita-cerita,” ungkap Hafiidh memberi alasan sembari bercanda.

Tak hanya di CP, strategi “buri-buri” (di belakang) ini berlanjut hingga menjelang garis finis. Hafiidh sempat menunggu sekitar 15 menit lagi sebelum benar-benar memutuskan untuk melintasi karpet finis demi memastikan jersi last finisher aman dalam genggamannya. (Mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 4: Pogacar Menang dengan Aksi Solo 50,3 Km!
Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2025: Maghfirotika di Ambang Hattrick Juara Umum Women Elite
Vuelta a Espana 2026-Etape 3: Balapan Dibatalkan Akibat Badai Hujan Es
Peserta Tertua dan Termuda Bentang Jawa 2026 Terpaksa DNF di Hari Kedua
Penyelenggara Batalkan Etape 3 Vuelta a España 2026, Pogacar Tetap di Puncak GC
Spy Shot: Inikah Specialized Tarmac SL7 dan Trek Emonda Baru?
Bentang Jawa Lunas
Zidan Nouval Juara Bentang Jawa 2026, Kawinkan Gelar Ultra-Cycling 1.500 Km
Menanjak ke Danau Kelimutu Ditemani Monyet
Review Sensah Empire Pro 12-Speed setelah 1.000 Km Plus (Seri 2)