Perancis akhirnya menemukan pahlawan baru di panggung WorldTour. Pembalap remaja berusia 19 tahun, Paul Seixas (Decathlon-CMA CGM), sukses merengkuh gelar juara umum Itzulia Basque Country. Keberhasilan ini sekaligus menyudahi penantian panjang publik Perancis selama 19 tahun untuk melihat pembalapnya berdiri di podium tertinggi klasemen umum (GC) ajang WorldTour.

Namun, jalan menuju sejarah sama sekali tidak mulus. Di balik senyum Seixas di podium, tersimpan drama 135,2 kilometer yang hampir saja merenggut segalanya pada etape terakhir, Sabtu, 11 April 2026.

Baca Juga: Preview Paris-Roubaix 2026: MVDP-Pogacar Mengejar Rekor Legenda di Hell of the North

Etape pemungkas di sekitar Eibar menyuguhkan kondisi yang brutal: hujan deras dan angin kencang. Dominasi Seixas yang tampak tak tergoyahkan selama lima hari pertama mendadak berada di ujung tanduk.

Tim Uno-X Mobility melancarkan taktik agresif demi mendorong dominasi sang kapten, Tobias Johannessen. Pembalap Norwegia itu, yang memulai hari dengan defisit 5 menit 39 detik, melakukan serangan frontal bersama empat rekan setimnya. Manuver ini membuat peloton hancur berantakan dan memaksa Seixas terisolasi tanpa rekan setim selama satu jam terakhir yang menyiksa.

Di tengah kekacauan tersebut, talenta muda Amerika Serikat dari tim Ineos Grenadiers, AJ August, mencuri perhatian. Ia melepaskan serangan solo yang impresif di tanjakan Asentzio untuk mengklaim kemenangan etape terbesar dalam karier profesionalnya. Posisi kedua diisi pembalap Movistar Raul Garcia Pierna dan Frank Van den Broek yang memperkuat Team Picnic PostNL melengkapi podium terakhir.

Saat Seixas mulai terlihat kepayahan mengejar grup terdepan di tanjakan terakhir, bantuan datang dari arah yang tak terduga. Kelompok pengejar yang ditarik oleh EF Education-EasyPost mulai merapat.

Bukan demi membantu Seixas, namun tim tersebut memiliki agenda sendiri: mengamankan posisi podium dari ancaman Primoz Roglic (Red Bull-Bora-Hansgrohe). Kerja keras tim asal Amerika Serikat ini secara tidak langsung memberi Seixas "tumpangan gratis" di saat-saat kritis, memungkinkannya menjaga jarak aman hingga garis finish. 

Seixas akhirnya mengunci gelar juara dengan keunggulan 2 menit 30 detik atas Florian Lipowitz (Red Bull-Bora-Hansgrohe). Sementara itu, Johannessen yang sempat mengancam harus puas di urutan ketiga klasemen akhir.

Baca Juga: Komunitas Samar Wulu Banyuwangi Siap Away ke Nggravel Blitar 2026

Dalam wawancara emosional pasca-balap, Seixas tak menutupi betapa beratnya tekanan yang ia hadapi. "Ini adalah hari yang gila. Benar-benar tidak mudah, tetapi saya berhasil bertahan. Saya terus memikirkan kerja keras tim yang selalu menempatkan saya di posisi terbaik, dan itulah alasan saya menolak untuk menyerah," ungkap Seixas.

Keberhasilan Seixas di Basque Country bukan sekadar angka di atas kertas. Di usia yang belum genap 20 tahun, ia menunjukkan kematangan taktis dan ketangguhan mental seorang juara sejati, memberikan harapan baru bagi masa depan balap sepeda Perancis di kancah dunia. (Mainsepeda)

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Itzulia Basque Country 2026: Paul Seixas Akhiri Puasa Gelar 19 Tahun Perancis
Preview Paris-Roubaix 2026: MVDP-Pogacar Mengejar Rekor Legenda di Hell of the North
Tara: Saya Mencintai Sepeda Baru Olahraganya, Jangan di Balik!
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Itzulia Basque Country-Etape 5: Cetak Hattrick, Sinyal Juara Seixas Menguat
Mengapa Penghobi Sepeda Wajib Nonton Paris-Roubaix?
Pionir Komunitas Road Bike di Tarakan
Komunitas Samar Wulu Banyuwangi Siap Away ke Nggravel Blitar 2026
Tips Setting Rantai Hub Gear dan Lepas Roda Belakang Brompton
Karya Terbaru Nurmi Pandit, Mewah dengan Gold Leaf