Publik Basque akhirnya berpesta di rumah sendiri. Pembalap lokal kebanggaan masyarakat setempat, Alex Aranburu (Cofidis), sukses mengamankan kemenangan pada etape 4 Itzulia Basque Country 2026, Kamis, 9 April. 

Menempuh jarak 167 km yang berakhir di Galdakao, Aranburu mempertontonkan kombinasi ketangguhan mental dan penguasaan medan yang baik. Ia berhasil meredam ambisi Tobias Halland Johannessen (Uno-X Mobility) dalam adu sprint tanjakan yang sangat ketat di garis finish.

"Semua kemenangan saya di Basque Country selalu terasa spesial. Kemarin saya sangat sedih dan frustrasi pada diri sendiri, tapi hari ini, semuanya terbayar lunas," ujar Aranburu dengan nada emosional usai meraih kemenangan etape ketiganya sepanjang karier di Itzulia Basque Country.

Baca Juga: Itzulia Basque Country-Etape 3: Axel Laurance Menang Dramatis, Seixas Kokoh di Puncak GC

Kemenangan ini menjadi momen penebusan emosional bagi Aranburu. Setelah tampil mengecewakan pada etape sebelumnya, ia memilih bermain agresif dengan masuk ke kelompok breakaway besar. Strateginya menyerang di tanjakan kategori terakhir terbukti jitu, meski Johannessen terus menempelnya bak bayang-bayang. 

Puncak drama terjadi di tanjakan Legina, terutama di kilometer terakhir. Aranburu yang menyerang sendirian sempat dikejar oleh Johannessen. Keduanya lantas memimpin balapan. Namun, 500 ratus meter sebelum finish mereka hampir tertangkap grup pengejar.

Rekan setim Aranburu, Ion Izagirre, menciptakan situasi taktis yang unik. Ia menyerang dari sisi luar yang memaksa Johannessen menambah kecepatan demi menjaga jarak dari Izagirre. Situasi ini tanpa sadar justru menjadi lead-out (pembuka jalan) yang sempurna bagi kemenangan Aranburu. 

"Saat melihat Ion di sisi kanan, saya terkejut sekaligus sadar ini situasi sempurna. Kami sangat mengenal rute finis ini, dan taktik tim bekerja dengan luar biasa," pungkas Aranburu.

​Di balik eforia Aranburu, sorotan tajam juga tertuju pada sang pemegang yellow jersey, Paul Seixas (Decathlon AG2R La Mondiale). Pembalap muda asal Prancis ini kembali membuktikan bahwa posisinya di puncak klasemen bukanlah kebetulan. Seixas tidak sekadar bertahan dari gempuran rival, ia justru memperlebar jarak.

Baca Juga: Komunitas Samar Wulu Banyuwangi Siap Away ke Nggravel Blitar 2026

Melalui aksi berani di turunan terakhir, Seixas finish di posisi kedelapan dan berhasil mencuri margin 20 detik dari para pesaing beratnya, Primoz Roglic dan Florian Lipowitz (Red Bull-Bora-Hansgrohe). Saat ini, Seixas unggul lebih dari dua menit di klasemen umum dari para pesaingnya tersebut.

Dengan hanya menyisakan dua etape, jalan Seixas menuju takhta juara WorldTour pertamanya kian lapang. Langkah Seixas makin terbuka karena juara bertahan Itzulia Basque Country, Juan Ayuso (Lidl-Trek), terpaksa mundur di tengah balapan akibat mengalami sakit. (Mainsepeda) 

 

​

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Itzulia Basque Country-Etape 4: Aranburu Menang di Rumah Sendiri, Paul Seixas Kian Menjauh
Andhina, Helen & Mitya Tuntaskan Tanjakan Setinggi 3,275 Meter di Taiwan
Itzulia Basque Country-Etape 3: Axel Laurance Menang Dramatis, Seixas Kokoh di Puncak GC
Kolom Sehat: Hari Apes Nggak Ada di Kalender
Antusias Datang ke RPC, Was-was Saat Amati Segmen Indiana Jones
Monopoly Luncurkan Game Edisi Balap Sepeda di Belgia
Mads Pedersen Pernah Gagal di Sepak Bola dan Bulu Tangkis
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Sepeda Aero Merek Java Ini Bisa Dilipat
Brompton Explore, Senjata Baru untuk Penggemar Turing