Belum berakhir kalender 2018, pendaftaran Herbana Bromo KOM Challenge 2019 sudah ditutup. Total 1.000 peserta telah mencatatkan diri sebagai peserta. Padahal, even masih diselenggarakan sekitar tiga bulan lagi. Tepatnya pada Sabtu, 16 Maret 2019!

“Antusiasme terhadap even ini memang melebihi ekspektasi. Kami mengira pas pada pergantian tahun kuota 1.000 peserta bakal terpenuhi. Ternyata, sebelum Natal sudah sold out,” kata Azrul Ananda, penggagas even menanjak ke Wonokitri, Bromo, ini.

Pada Minggu, 23 Desember, tercatat sebagai pendaftar terakhir secara online di Mainsepeda.com adalah Yimmy Kurniawan Sugianto, peserta kelas sepeda lipat (seli). “Sempat agak susah mendaftar, akhirnya masuk juga,” tutur Yimmy, asal Surabaya.

Sekarang, panitia dari Azrul Ananda School of Suffering (AA SoS) dan Strive Nutrition Products, dibantu OtakOtak Event Organizer, SUB Jersey, dan Mainsepeda.com, akan melakukan pengecekan/verifikasi terhadap semua nama yang terdaftar.

Kalau ternyata ada nama yang harus didrop atau digugurkan, baru ada peluang slot terbuka untuk mereka yang masih berminat. Bagi yang masih berharap bisa ikut di even tahunan ini, bisa menghubungi panitia untuk masuk dalam waiting list.

“Peserta datang dari berbagai wilayah di Indonesia dan dari berbagai negara, detailnya masih dihimpun,” ujar Yan Christanto, panitia dari AA SoS.

Dari sekian banyak itu, yang jelas ada delapan dari Jayapura Cycling Club (JCC), Papua. Ketika dihubungi panitia, mereka semua mengaku belum pernah ke Gunung Bromo, apalagi gowes menanjak ke Wonokitri di ketinggian 2.000 meter.

Mereka penasaran sekaligus “takut.” Untuk mempersiapkan diri, ada tiga anggota menyempatkan diri mampir ke Jawa Timur. Tugas mereka untuk menjajal rute! Kebetulan, mereka ikut even gowes di Bali, jadi sekalian singgah ke Surabaya.

Dari kiri : Bagya, Sumardi, dan Sukadi dari Jayapura Cycling Club (JCC).

Ditemani oleh tim AA SoS, tiga orang itu pun ke Bromo dari Surabaya pada Jumat, 21 Desember lalu. Mereka adalah Sumardi (wakil ketua JCC), Sukadi, dan Bagya. “Teman-teman meminta kami untuk simulasi. Setelah itu kami harus cerita ke mereka bagaimana rutenya,” ungkap Sumardi.

Ternyata? “Memang berat, karena merembet dan panjang. Tapi kami masih bisa,” ucap Sukadi, yang bersama teman-temannya merasa yakin bisa menuntaskan tanjakan sebelum cut off time.

Ada berbagai kategori di Herbana Bromo KOM 2019. Untuk lomba laki-laki dan perempuan terbagi dalam berbagai kategori, mulai elite hingga master yang dipisahkan berdasarkan usia (setiap lima tahun). Lalu ada kelompok peloton non-kompetitif, plus sepeda lipat dan Brompton.

Semua peserta akan mendapatkan timing chip. Peserta road bike akan start dari Surabaya, menempuh jarak total 100 km. Mereka gowes dulu 60 km ke Pasuruan, baru start menanjak ke Wonokitri. Batas waktu empat jam diberlakukan dari KOM Start ke Finish, pada jarak tak sampai 30 km terakhir.

Kelompok seli dan Brompton akan start langsung di Pasuruan, tepat di belakang peloton non-kompetitif. Ada gelar KOM dan QOM juga diberikan untuk finisher tercepat di kategori baru ini.

Even ini didukung penuh oleh Kodam V Brawijaya, semua pemenang akan mendapatkan trofi spesial dari Pangdam V/Brawijaya. (mainsepeda)           

 

           


COMMENTS