Cyclist berpaspor Prancis dan berdarah sunda Aude Marie Le Gorec akan membawa jimat keberuntungannya saat mengikuti East Java Journey (EJJ) 2026 - 600 Km. Jimatnya berbentuk boneka berwarna merah, seukuran gengaman tangan. Diberi nama Racha.
Bagi Marie, Racha bukan sekadar boneka biasa. Boneka itu adalah teman terbaiknya. Racha selalu ia bawa kemana pun, termasuk saat bersepeda jarak jauh.
Baca Juga: EJJ 2026 - 600 Km: Target Finis 48 Jam, Muhammad Faris Andalkan Manajemen Body Clock
"Racha selalu saya bawa di semua perjalanan dan semua lomba. Itu sangat penting, terutama ketika saya bersepeda jarak jauh sendirian," kata Marie.
Racha terkadang menjadi teman curhat ketika bersepeda sendirian. Bahkan, boneka itu bisa memberikan tambahan semangat ketika mentalnya sedang down.
"Ketika mental mulai turun, bahkan ingin menyerah. Saat itu saya selalu melihat Racha, mengeluarkannya dari tas, dan berkata pada diri sendiri: “Saya harus lanjut, kalau tidak dia akan mengejek saya karena tidak bisa finis.”
Racha, boneka merah sekaligus sahabat Marie.
Di sisi lain, Racha memiliki fungsi lain tak kalah penting. Di dalamnya tertanam Air Tag, sebuah alat pelacak kecil. Alat itu dipasang untuk tujuan keselamatan.
"Dia sahabat terbaik saya. Saya juga memastikan ada Air Tag di dalamnya, supaya keluarga bisa mengikuti perjalanan saya. Mereka tetap bisa melacak lewat air tag yang ada di dalam Racha," tambahnya.
Marie sendiri menargetkan finis salama dua hari saja pada keikutsertaannya di EJJ 2026 - 600 Km. Ini karena cyclist 40 tahun itu harus pulang kembali ke Norwegia, tempat domisilinya saat ini, pada Minggu, 8 Februari.
"Jadi saya harus selesai pada Sabtu malam," tutupnya.
Marie dan ratusan peserta EJJ 2026 – 600 Km akan memulai petualangan Jumat pagi (6 Februari 2026). Start pukul 05.00 WIB dari Town Square Surabaya (Sutos), depan Wdnsdy Cafe. Cut off Time (COT) pada Minggu, 8 Februari 2026, pukul 21.00 WIB.
Rute 600 Km akan menunjukkan sisi sejarah dan kebudayaan nasional yang kental. Para peserta nantinya akan melewati peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit di Jawa Timur, seperti Candi Tikus, Candi Bajang Ratu, dan Museum Trowulan.
Ada pula Museum Peta Blitar yang akan menjadi lokasi Check Point (CP) 1. Sebuah monumen yang dibangun untuk merekam perjuangan Tentara Pembela Tanah Air (PETA) dalam melawan kependudukan Jepang di Indonesia.
Para peserta nantinya juga akan berwisata singkat di Pahlawan Street Center di Madiun. Lokasi ini akan menjadi CP 2 untuk EJJ 2026 600 Km. Desainnya menyerupai kawasan pedestrian modern dengan menampilkan miniatur ikon dunia, dari Menara Eiffel di Prancis hingga Patung Liberty dari Amerika Serikat.
Baca Juga: EJJ 2026: Lepas Aerobar sejak di Blitar, Zidan Makin Melesat Menuju Finis di Surabaya
Terakhir yang paling unik adalah mengeksplorasi jalur ‘Texas’. Rute di area penambangan minyak tradisional yang berada di Kabupaten Bojonegoro, dinamai Teksas Wonocolo.
Perjalanan seluruh peserta dapat dipantau melalui Racemap. Fitur itu bisa diakses melalui website Mainsepeda.com. Baik versi desktop maupun mobile. Selain itu, live tracker juga bisa diakses melalui Mainsepeda App. Tinggal masuk ke Mainsepeda App, di halaman utama ada banner live tracker, tinggal klik sudah masuk ke Racemap. (Mainsepeda)