Tanjakan Jolotundo di Mojokerto jadi menu pembuka bagi para ultra cyclist peserta East Java Journey (EJJ) 2026 yang turun pada 1.500 Km. Usai start pukul 05.00 WIB dari Town Square Surabaya, Senin, 2 Februari 2026. Peserta mengawali rute jalanan kota Surabaya menuju ke selatan arah Sidoarjo. Lalu, melintasi jalur diantara Gunung Penanggungan dan Gunung Arjuno-Welirang. Di situlah, tanjakan Jolotundo berada. 

Segmen pendakian ini dimulai sekitar Km 45, dengan rute sepanjang 16,6 Km serta elevation gain (eg) mencapai 800 meter. Karakternya rolling-an dengan jalur aspal mix paving. Untuk kemiringannya masih bersahabat. Tidak ada tanjakan yang benar-benar menyiksa. Average-nya di angka 4-5 persen, hanya beberapa bagian yang mencapai belasan persen. Karakternya yang masih 'sopan' ini cocok untuk dijadikan momen pemanasan di awal perjalanan.

Baca Juga: EJJ 2026: Petualangan Bersepeda 1.500 km dari Timur ke Barat Dimulai!

"Sepele", canda Ivo Ananda saat dimintai komentar terkait tanjakan Jolotundo. 

Ivo Ananda melakoni debut 1.500 Km pada EJJ edisi 2026 ini. Dia berpasangan dengan cyclist nasional, Arfiana Khairunnisa. Keduanya jadi satu-satunya peserta pair perempuan di event EJJ kali ini.

Ivo Ananda dan Arfiana Pair Perempuan satu-satunya di EJJ 2026. 

Saat ditanya apakah akan menargetkan tiba di Check Point (CP) 1 pada hari pertama ini, ia mengaku akan melihat kondisi nanti. "Pokoknya, kami gak mau ngoyo, yang penting menikmati perjalanan," sambungnya. 

Hampir seluruh peserta 1.500 Km berhasil ‘lulus’ ujian pertama berupa Tanjakan Jolotundo dengan aman. Termasuk Hadi Subroto, yang sempat mengalami masalah mekanis pada Tanjakan Jolotundo yang memaksanya terhenti sekitar dua jam. Namun, dia berhasil mengatasi masalah itu dan melanjutkan perjalanan.

David sedang bersiap setelah rehat. 

Usai melintasi Tanjakan Jolotundo, tantangan selanjutnya yang dihadapi adalah jalan raya Pantai Utara (Pantura). Jalurnya flat sejauh 85 Km dan lalu lintasnya cukup padat oleh kendaraan-kendaraan berbadan besar, seperti truk atau bus. Selain itu, cuaca yang terik dan panas membuat tantangan semakin berat untuk para peserta.

"Cuacanya panas sekali, tapi masih bisa sih ini. Sejauh ini aman dan jangan sampai ada masalah," kata cyclist asal Purwokerto, David Brotohardjo Santoso. 

Baca Juga: TM EJJ 2026: Yang Debutan dan Remidi Sama Semangatnya

David sejatinya menyusun ride plan pada hari pertama EJJ 2026 ini dengan target mencapai Bondowoso. Meski tak menutup kemungkinan baginya untuk push menuju CP 1 pada hari pertama. Namun, ia lebih mempertimbangkan untuk menjaga kondisinya sebelum nanjak ke puncak Paltuding, Ijen, yang juga menjadi lokasi CP 1.

"Jaga kondisi yang penting setelah seharian gowes, kalau kondisi lelah lalu maksa nanjak 1.800-an kan eman kakinya. Mungkin akan istirahat dulu, biar besoknya nanjak puncak Paltuding dalam kondisi lebih fresh," imbuhnya. (Mainsepeda)

Populer

EJJ 2026: Petualangan Bersepeda 1.500 km dari Timur ke Barat Dimulai!
Unduh Rute Terbaru EJJ 2026 600 Km di Mainsepeda App!
TM EJJ 2026: Yang Debutan dan Remidi Sama Semangatnya
EJJ 2026: Siapkan Cue Points, Cara Cyclist Singapura Rencanakan Istirahat, Makan, hingga Beribadah
EJJ 2026: Joko Breakaway, JB, dan Zidan Mengintai
EJJ 2026: Seluruh Peserta 1.500 Km ’Lulus’ Tanjakan Jolotundo
EJJ 2026: Vindranori Tempelkan Sticker Penyemangat, Victor Putar Lagu Rohani untuk Mengusir ‘Setan’
EJJ 2026: Bersaing di Kategori Pair, Datang Lebih Awal untuk Bonding
EJJ 2026: Banjir Giveaway untuk Dotwatcher dan Peserta, Cek Cara Ikutannya!
Jadwal & Syarat RPC EJJ 2026: Wajib Datang Sendiri dan Bawa Sepeda!